"Carilah kesalahan pada dirimu sendiri, dan bukannya kepada orang lain; jangan membenarkan diri sendiri dan menyalahkan orang lain; jangan pula memuji muji diri sendiri di depan orang lain. Janganlah suka menjelek jelekan sifat sifat orang lain sehingga pada hari kiamat nanti anjing anjing neraka akan menjelek jelekkan kamu sehingga hancur berkeping keping” (HR. Bukhari)

Tuesday, September 25, 2012

Hunting Buku Murah (ref)


Setelah kemarin malam "dipaksa" lembur di kantor karena kerjaan kantor yang belum kelar, pagi ini suasana meja kerjaku agak "longgar" karena si bapak E dan A lagi keluar kantor, yang berarti aku bisa bebas teriak (dalem hati) "it's my time!!"

Awalnya sih pengen cari referensi novel buat bacaan hari libur. Buka kaskus, eh malah nemu threads yang nawarin buku2 second gitu. Buku2 (komik, novel, majalah,dll) ditawarin dengan harga miring, kondisi (yang kalo diliat dari fotonya sih) masih layak baca walaupun warna kertas yang udah mulai menguning. Aku yang memang dari dulu suka baca (walaupun terkadang lebih suka nulis), langsung bongkar2 threads dengan keyword : jual novel second. *maklum, namanya juga merantau (udah ga bisa minta duit ke ayah) jadi harus serba hemat. Haaalaaahh... Daaaaaaaaaan aku berhasil nemu novel second 1st n 2nd Harry Potter dengan harga total 30 ribu. \\(o.o)// hihihiiii..*Lumayan buat ngelepas kangen ama HP's series yang ga aku bawa ke Jakarta.
Keasikan liat2 threads tadi, jadi kefikiran untuk datang langsung ke tempat2 yang dijadiin pusat perdagang buku2 bekas di Jakarta. Dimana?? Googling sana-sini, nemu beberapa rekomendasi, antara lain :
1. Kwitang
Berada di Jl. Kwitang Raya Jakarta Pusat, merupakan kawasan jual-beli buku yang dulunya dipelopori oleh salah seorang pengusaha Tionghoa bernama Tjio Wie Tai (1953), berganti nama menjadi Mas Agung (sekarang dikenal dengan nama Toko Gunung Agung). 
Kabarnya kawasan ini udah jadi pusat buku murah sejak akhir tahun 60-an, dan dikunjungi oleh semua elemen masyarakat. 
Tapi pada Agustus 2008, tempat ini dinyatakan ilegal oleh Pemda Jakarta akhirnya digusur. Trus kemana dong para pedagang itu dipindahin? Menurut info yang aku dapet, ada yang bilang kalo para pedagang (lebih dari 270 pedagang) itu dikasih alternatif :
- Komplek Pasar Senen Blok 1 Lt. 4 
- Mall Jakarta City Center (JaCC) Lt.3A (Waduk Melati Raya, belakang HI)
Tapi beberapa pedagang milih untuk pindah ke kawasan Blok M dan Thamrin City, tetapi banyak juga yang milih untuk tetep bertahan di Kwitang. *Jadi pengen liat sekaligus ngobrol2 ama pedagang2 yang masih ada disana. Kata temen kantor sih masih banyak aja yang jualan disana. (@.@)//

2. Terminal Pasar Senen
Sebetulnya kawasan ini merupakan transformasi dari Kwitang tempo dulu, dikenal dengan "Proyek Senen". Tempatnya lebih nyaman daripada Kwitang, tapi katanya udah ga sebanyak waktu di Kwintang dulu.
Ya iyalah, karena sebagian pedagang memilih untuk menutup toko dan pindah ke tempat lain, dengan alasan ga sanggup bayar sewa. Bahkan pedagang yang "nurut" buat pindah kesini pun ngaku rugi karena penghasilannya anjlok lebih dari 100%. Hmmm...fenomena yang lumrah, ketika pemerintah seringkali ngambil kebijakan yang ngerugiin pedagang.
Pemda berfikir bahwa kewajiban mereka adalah nyariin "rumah baru" bagi para pedagang, tanpa mikirin gimana caranya supaya pelanggan bisa dapet informasi kemana pedagang2 itu dipindahin (promosi yang bukan "sekedar" spanduk). --__--'')!!

3. Blok M Square
Tepatnya berada di terminal Blok M (ga jauh dari Robinson), hall tengah. Kabarnya walaupun tempatnya ga besar, tapi lumayan banyak koleksi buku yang dijual disini.

Sebenernya masih ada beberapa tempat lagi, misalnya Thamrin City, TanahAbang, Taman Ismail Marzuki, dll. Tapi karena emang aku sendiri belum pernah ngunjungin semua tempat itu, cukup yang diatas aja deh yang dijadiin sasaran nyari buku besok2. Selain nyari buku2 murah, sekalian nambah2 pengalaman ngebolang di ibu kota. Lanjuuuuuuuuut ke TKP!!!! wkwkwk...  
\\(^.^)//

Note : sengaja ga upload foto2 TKP, karena pengen upload foto yang aku ambil sendiri (nanti). hehehe.. Aamiin..


Thursday, September 13, 2012

From Dira


Bukan dari keluarga yang mampu secara finansial, 
aku tumbuh menjadi individu yang mandiri,
bukan, melainkan "berusaha" untuk selalu "nampak" mandiri.
Meski tak jarang aku membutuhkan tangan lain,
yang senantiasa ada, selalu ada, dan memang ada untukku

Bukan dari lingkungan yang cerdas secara akademik,
aku tumbuh menjadi seorang anak yang mengerti,
Tidak, tetapi "berusaha" memahami pentingnya seorang pahlawan tanpa tanda jasa
Meski sering aku membutuhkan sosok lain,
yang senantiasa ada, tetap ada, dan memang ada untukku

Bukan dari pemahaman akan kedua hal diatas,
aku tumbuh menjadi "aku" yang ada dihadapanmu saat ini

Maka, "berusahalah" untuk mandiri dan mengerti aku
Karena tak seujung jari pun aku bangga akan kata "dominasi" yang kau sodorkan!

Pada dasarnya, hanya tunduk pada sebuah perasaan "ingin direngkuh"


To Dira, yang dengan jujur mengatakan kata "dominasi"

Friday, September 7, 2012

My ILLER . . .


Lagi kangen berat ama Muhammad Fachryyyyyy...!!!!!!
Terakhir ketemu saat ada moment Idul Fitri 1433 H, silaturahim ke 2 rumah temen, Fedec Ciayo, trus main ke rumah si empunya nama.
Momen itu yaa adalah momen kita sama temen-temen lain, ga sempat share ini-dan-itu.
Eh, lupa, sebelumnya sempat2in buka bareng dia. Kita "menggila" di salah 1 restoran khas Palembang alias mpek2 ( beberapa kali makan disana, ga pernah inget nama restorannya.. >.<)!! ), makan menu favorit disanaaaa => mpek2 kuliiiiiiit!!
Setelah solat maghrib, rencananya kita yang bakal ke tempat makan rekomendasi dari dia sendiri, daerah celentang, restoran Bali kalo ga salah. Eh begitu sampe di parkiran, tau apa yang terjadi? Helm-nya hilaaaaaaangg..
--__--'') Ceroboh atau lengah, ninggalin helm diparkiran tanpa nitip di tempat penitipan helm yang sebenernya udah disediain.
Alhasil, kita masuk lagi ke dalam mall, and makan di Sakabento.
Tapi mungkin karena udah malam (ga ada hubungannya juga sih :p ), menu disana yang tinggal chicken n ebi katsu kalo ga salah. Padahal aku yang lagi pengen banget makan ekkado. Tapi si "mbak" bilang kalo ekkadonya belum di masak dan butuh waktu lama, sementara chef2 di dapur lagi pada bikin menu yang lain. Apa boleh buat, karena memang perut udah nahan lapar sehari penuh, apapun bakal berasa enak di lidah. ^.^)v
Baru makan sebentar ( emang udah Amik banget yang kalo udah pengen banget sama sesuatu, bela2in mesti dapet ), akhirnya tetep yang pesen ekkado ( maksa si mbak dengan bilang, "Lama gapapa mbak, saya tunggu deh.. kepengen banget nihhh... yah? yah?" hihii.. Alhamdulillah akhirnya bisa nyantap ekkado jugaaa.. :)
------ end ------

Heiii heeiiii you, r you ok over there?? No matter what'll happen, text me anytime you need.. promise?!!


Thursday, September 6, 2012

Waktu luang yang (semoga) bermanfaat


Assalammu'alaikum Wr Wb

Ketika atasan lagi dinas ke luar kota, dan tugas-tugas Alhamdulillah udah selesai dikerjain, maka hal yang (hanya bisa) dilakuin di kantor adalah nangkring depan komputer sambil baca-baca artikel, main games, belajar, chatting, download, dsb.
Aku seringkali memilih untuk baca-baca artikel dengan berbagai macam topik. Berikut  beberapa kutipan dari artikel-artikel yang aku baca hari ini.
Mungkin bukan sesuatu yang baru, tapi semoga bisa mengingatkan dan bermanfaat, Aamiin...

Dan akhirnya akan terlihat kepada kita ternyata masih ada diantara manusia (mungkin didalamnya kita sendiri) yang menjadikan Tuhan sekedar “pelengkap” saja. Bukan suatu hal yang diprioriskan. Tuhan masih menjadi sandaran terakhir ketika “sandaran-sandaran lain” dianggap masih mampu memberi pertolongan" --www.islamedia.web.id--

Ia adalah Rasul yang penuh cinta kepada umatnya. Cinta itu berbalas, generasi sahabat (generasi pertama) adalah generasi yang juga sangat mencintainya. Cinta yang diperlihatkan Zaid bin Haritsah di Thaif ketika menjadi tameng bagi rasulnya. Cinta yang dibuktikan Abu Dujanah, Hamzah dan Mush'ab bin Umair di bukit Uhud. Tapi, adakah generasi terkini masih mencintainya? Apakah umatnya sekarang tetap menyimak sunnah yang diwariskannya?" --www.eramuslim.com--

Suatu pagi, ketika Sayyidah Fathimah selesai berdoa, Hasan kecil bertanya, "Ya Ummi, dari tadi, aku mendengarkan doamu, tetapi tak satu pun doa yang kau panjatkan untuk dirimu sendiri?"
Fathimah menjawab dengan lembut, "Nak, doakan dulu tetanggamu karena ketika para malaikat mendengarkanmu mendoakan tetanggamu, niscaya mereka akan mendoakanmu. Adakah yang lebih baik daripada doa para malaikat yang dekat dengan Allah, Tuhan kita?"
Apabila salah seorang mendoakan saudaranya (sesama muslim) tanpa diketahui oleh yang didoakan, para malaikat berkata, "Amin, semoga engkau memperoleh pula sebagaimana yang engkau doakan itu." (HR Muslim dan Abu Dawud)

Saya juga punya pernah punya perasaan suka terhadap seorang lelaki. Perasaan suka itu – mahu bersama dengannya, membina baitul muslim yang menjadi sumber pahala buat kami berdua, satu pelaburan di dunia yang hasilnya akan kami semai di syurga Allah nanti. Namun siapa sangka, lelaki yang hampir saya berta'aruf itu kini telah saya padamkan namanya, mungkin dia juga begitu. Percayalah, semua hal yang berlaku punya sebab yang tersendiri. --www.iluvislam.com--

Dari Shuhaib radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik untuknya. Dan hal itu tidak ada kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila dia mendapatkan kesenangan maka dia pun bersyukur, maka hal itu adalah kebaikan untuknya. Apabila dia tertimpa kesulitan maka dia pun bersabar, maka hal itu juga sebuah kebaikan untuknya.” (HR. Muslim [2999] lihat al-Minhaj Syarh Shahih Muslim[9/241]). Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu mengatakan, “Sabar adalah separuh keimanan" --muslim.or.id--

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Pada hari kiamat, matahari didekatkan jaraknya terhadap makhluk hingga tinggal sejauh satu mil.” –Sulaim bin Amir (perawi hadits ini) berkata: “Demi Allah, aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan mil. Apakah ukuran jarak perjalanan, atau alat yang dipakai untuk bercelak mata?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sehingga manusia tersiksa dalam keringatnya sesuai dengan kadar amal-amalnya (yakni dosa-dosanya). Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya. Ada yang sampai kedua lututnya, dan ada yang sampai pinggangnya, serta ada yang tenggelam dalam keringatnya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan isyarat dengan meletakkan tangan ke mulut beliau.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2864) --muslimah.or.id--

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: “Maukah kalian aku beritahu tentang istri-istri kalian di dalam surga?” Mereka menjawab: “Tentu saja wahai Rasulullaah!” Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Wanita yang penyayang lagi subur. Apabila ia marah, atau diperlakukan buruk atau suaminya marah kepadanya, ia berkata: “Ini tanganku di atas tanganmu, mataku tidak akan bisa terpejam hingga engkau ridha.” (HR. Ath Thabarani dalam Al Ausath dan Ash Shaghir. Lihat Ash Shahihah hadits no. 3380) --muslimah.or.id--

Wassalammu'alaikum Wr Wb

Picked Out and Backed Out


I jerked my head around to look again
Was it true??
You drummed your words on my mind
What could i've been thinking of?
I just like a weirdos, wasn't more than a peculiar girl
There seemed to be a lot of strangely moment in my life
You picked out me for your future,
You got into my heart,
You ever pecked me on the brow
When you backed out of all, it was painful to me
I just woke up on the dull, and went away.
it wasn't more than a dream, just a dream.
And I don't regret anything.. :)

Saturday, September 1, 2012

Masih Ada Aku

Katakan padanya, "setiap tawanya disana adalah senyumku disini"
Maka berjanjilah, agar ia terus tertawa
Atau katakan padaku apa yang menghalangi tiap wajah bahagianya

Katakan padanya, "setiap tangisnya disana adalah lukaku disini"
Maka katakanlah, ia takkan pernah menangis
Atau katakan padaku apa yang dapat menggariskan bahagianya

Memandang wajah teduhnya, layaknya sebuah oase bagiku...
subur, terpencil, dan mengelilingi mata air...
damai, dekat, dan merangkul hidupku...
Mendengar suara letihnya, layaknya sebuah detak kecil di jantungku...
Tak ingin melihat gurat lelah di matanya,
Tak kuasa menyaksikan desah nafas yang semakin terasa berat...

Disini, disana, atau dimana pun,
Aku ada untuknya.. pasti ada untuknya, dan akan selalu ada untuknya...
Untuk setiap senyum, tangis, bahagia, dan dukanya, aku ada..

Katakan padanya,
Apapun yang terjadi di dunia ini kelak,
Aku, dengan hati, doa, dan semua kemampuanku,
kuberikan untuknya..

Saat semua terasa semakin berat, pegang tanganku
Saat semua terasa semakin kejam, bersandar di pundakku
Saat semua seolah pergi meninggalkan,datang padaku
Masih ada aku...