"Carilah kesalahan pada dirimu sendiri, dan bukannya kepada orang lain; jangan membenarkan diri sendiri dan menyalahkan orang lain; jangan pula memuji muji diri sendiri di depan orang lain. Janganlah suka menjelek jelekan sifat sifat orang lain sehingga pada hari kiamat nanti anjing anjing neraka akan menjelek jelekkan kamu sehingga hancur berkeping keping” (HR. Bukhari)

Tuesday, September 25, 2012

Hunting Buku Murah (ref)


Setelah kemarin malam "dipaksa" lembur di kantor karena kerjaan kantor yang belum kelar, pagi ini suasana meja kerjaku agak "longgar" karena si bapak E dan A lagi keluar kantor, yang berarti aku bisa bebas teriak (dalem hati) "it's my time!!"

Awalnya sih pengen cari referensi novel buat bacaan hari libur. Buka kaskus, eh malah nemu threads yang nawarin buku2 second gitu. Buku2 (komik, novel, majalah,dll) ditawarin dengan harga miring, kondisi (yang kalo diliat dari fotonya sih) masih layak baca walaupun warna kertas yang udah mulai menguning. Aku yang memang dari dulu suka baca (walaupun terkadang lebih suka nulis), langsung bongkar2 threads dengan keyword : jual novel second. *maklum, namanya juga merantau (udah ga bisa minta duit ke ayah) jadi harus serba hemat. Haaalaaahh... Daaaaaaaaaan aku berhasil nemu novel second 1st n 2nd Harry Potter dengan harga total 30 ribu. \\(o.o)// hihihiiii..*Lumayan buat ngelepas kangen ama HP's series yang ga aku bawa ke Jakarta.
Keasikan liat2 threads tadi, jadi kefikiran untuk datang langsung ke tempat2 yang dijadiin pusat perdagang buku2 bekas di Jakarta. Dimana?? Googling sana-sini, nemu beberapa rekomendasi, antara lain :
1. Kwitang
Berada di Jl. Kwitang Raya Jakarta Pusat, merupakan kawasan jual-beli buku yang dulunya dipelopori oleh salah seorang pengusaha Tionghoa bernama Tjio Wie Tai (1953), berganti nama menjadi Mas Agung (sekarang dikenal dengan nama Toko Gunung Agung). 
Kabarnya kawasan ini udah jadi pusat buku murah sejak akhir tahun 60-an, dan dikunjungi oleh semua elemen masyarakat. 
Tapi pada Agustus 2008, tempat ini dinyatakan ilegal oleh Pemda Jakarta akhirnya digusur. Trus kemana dong para pedagang itu dipindahin? Menurut info yang aku dapet, ada yang bilang kalo para pedagang (lebih dari 270 pedagang) itu dikasih alternatif :
- Komplek Pasar Senen Blok 1 Lt. 4 
- Mall Jakarta City Center (JaCC) Lt.3A (Waduk Melati Raya, belakang HI)
Tapi beberapa pedagang milih untuk pindah ke kawasan Blok M dan Thamrin City, tetapi banyak juga yang milih untuk tetep bertahan di Kwitang. *Jadi pengen liat sekaligus ngobrol2 ama pedagang2 yang masih ada disana. Kata temen kantor sih masih banyak aja yang jualan disana. (@.@)//

2. Terminal Pasar Senen
Sebetulnya kawasan ini merupakan transformasi dari Kwitang tempo dulu, dikenal dengan "Proyek Senen". Tempatnya lebih nyaman daripada Kwitang, tapi katanya udah ga sebanyak waktu di Kwintang dulu.
Ya iyalah, karena sebagian pedagang memilih untuk menutup toko dan pindah ke tempat lain, dengan alasan ga sanggup bayar sewa. Bahkan pedagang yang "nurut" buat pindah kesini pun ngaku rugi karena penghasilannya anjlok lebih dari 100%. Hmmm...fenomena yang lumrah, ketika pemerintah seringkali ngambil kebijakan yang ngerugiin pedagang.
Pemda berfikir bahwa kewajiban mereka adalah nyariin "rumah baru" bagi para pedagang, tanpa mikirin gimana caranya supaya pelanggan bisa dapet informasi kemana pedagang2 itu dipindahin (promosi yang bukan "sekedar" spanduk). --__--'')!!

3. Blok M Square
Tepatnya berada di terminal Blok M (ga jauh dari Robinson), hall tengah. Kabarnya walaupun tempatnya ga besar, tapi lumayan banyak koleksi buku yang dijual disini.

Sebenernya masih ada beberapa tempat lagi, misalnya Thamrin City, TanahAbang, Taman Ismail Marzuki, dll. Tapi karena emang aku sendiri belum pernah ngunjungin semua tempat itu, cukup yang diatas aja deh yang dijadiin sasaran nyari buku besok2. Selain nyari buku2 murah, sekalian nambah2 pengalaman ngebolang di ibu kota. Lanjuuuuuuuuut ke TKP!!!! wkwkwk...  
\\(^.^)//

Note : sengaja ga upload foto2 TKP, karena pengen upload foto yang aku ambil sendiri (nanti). hehehe.. Aamiin..


Thursday, September 13, 2012

From Dira


Bukan dari keluarga yang mampu secara finansial, 
aku tumbuh menjadi individu yang mandiri,
bukan, melainkan "berusaha" untuk selalu "nampak" mandiri.
Meski tak jarang aku membutuhkan tangan lain,
yang senantiasa ada, selalu ada, dan memang ada untukku

Bukan dari lingkungan yang cerdas secara akademik,
aku tumbuh menjadi seorang anak yang mengerti,
Tidak, tetapi "berusaha" memahami pentingnya seorang pahlawan tanpa tanda jasa
Meski sering aku membutuhkan sosok lain,
yang senantiasa ada, tetap ada, dan memang ada untukku

Bukan dari pemahaman akan kedua hal diatas,
aku tumbuh menjadi "aku" yang ada dihadapanmu saat ini

Maka, "berusahalah" untuk mandiri dan mengerti aku
Karena tak seujung jari pun aku bangga akan kata "dominasi" yang kau sodorkan!

Pada dasarnya, hanya tunduk pada sebuah perasaan "ingin direngkuh"


To Dira, yang dengan jujur mengatakan kata "dominasi"

Friday, September 7, 2012

My ILLER . . .


Lagi kangen berat ama Muhammad Fachryyyyyy...!!!!!!
Terakhir ketemu saat ada moment Idul Fitri 1433 H, silaturahim ke 2 rumah temen, Fedec Ciayo, trus main ke rumah si empunya nama.
Momen itu yaa adalah momen kita sama temen-temen lain, ga sempat share ini-dan-itu.
Eh, lupa, sebelumnya sempat2in buka bareng dia. Kita "menggila" di salah 1 restoran khas Palembang alias mpek2 ( beberapa kali makan disana, ga pernah inget nama restorannya.. >.<)!! ), makan menu favorit disanaaaa => mpek2 kuliiiiiiit!!
Setelah solat maghrib, rencananya kita yang bakal ke tempat makan rekomendasi dari dia sendiri, daerah celentang, restoran Bali kalo ga salah. Eh begitu sampe di parkiran, tau apa yang terjadi? Helm-nya hilaaaaaaangg..
--__--'') Ceroboh atau lengah, ninggalin helm diparkiran tanpa nitip di tempat penitipan helm yang sebenernya udah disediain.
Alhasil, kita masuk lagi ke dalam mall, and makan di Sakabento.
Tapi mungkin karena udah malam (ga ada hubungannya juga sih :p ), menu disana yang tinggal chicken n ebi katsu kalo ga salah. Padahal aku yang lagi pengen banget makan ekkado. Tapi si "mbak" bilang kalo ekkadonya belum di masak dan butuh waktu lama, sementara chef2 di dapur lagi pada bikin menu yang lain. Apa boleh buat, karena memang perut udah nahan lapar sehari penuh, apapun bakal berasa enak di lidah. ^.^)v
Baru makan sebentar ( emang udah Amik banget yang kalo udah pengen banget sama sesuatu, bela2in mesti dapet ), akhirnya tetep yang pesen ekkado ( maksa si mbak dengan bilang, "Lama gapapa mbak, saya tunggu deh.. kepengen banget nihhh... yah? yah?" hihii.. Alhamdulillah akhirnya bisa nyantap ekkado jugaaa.. :)
------ end ------

Heiii heeiiii you, r you ok over there?? No matter what'll happen, text me anytime you need.. promise?!!


Thursday, September 6, 2012

Waktu luang yang (semoga) bermanfaat


Assalammu'alaikum Wr Wb

Ketika atasan lagi dinas ke luar kota, dan tugas-tugas Alhamdulillah udah selesai dikerjain, maka hal yang (hanya bisa) dilakuin di kantor adalah nangkring depan komputer sambil baca-baca artikel, main games, belajar, chatting, download, dsb.
Aku seringkali memilih untuk baca-baca artikel dengan berbagai macam topik. Berikut  beberapa kutipan dari artikel-artikel yang aku baca hari ini.
Mungkin bukan sesuatu yang baru, tapi semoga bisa mengingatkan dan bermanfaat, Aamiin...

Dan akhirnya akan terlihat kepada kita ternyata masih ada diantara manusia (mungkin didalamnya kita sendiri) yang menjadikan Tuhan sekedar “pelengkap” saja. Bukan suatu hal yang diprioriskan. Tuhan masih menjadi sandaran terakhir ketika “sandaran-sandaran lain” dianggap masih mampu memberi pertolongan" --www.islamedia.web.id--

Ia adalah Rasul yang penuh cinta kepada umatnya. Cinta itu berbalas, generasi sahabat (generasi pertama) adalah generasi yang juga sangat mencintainya. Cinta yang diperlihatkan Zaid bin Haritsah di Thaif ketika menjadi tameng bagi rasulnya. Cinta yang dibuktikan Abu Dujanah, Hamzah dan Mush'ab bin Umair di bukit Uhud. Tapi, adakah generasi terkini masih mencintainya? Apakah umatnya sekarang tetap menyimak sunnah yang diwariskannya?" --www.eramuslim.com--

Suatu pagi, ketika Sayyidah Fathimah selesai berdoa, Hasan kecil bertanya, "Ya Ummi, dari tadi, aku mendengarkan doamu, tetapi tak satu pun doa yang kau panjatkan untuk dirimu sendiri?"
Fathimah menjawab dengan lembut, "Nak, doakan dulu tetanggamu karena ketika para malaikat mendengarkanmu mendoakan tetanggamu, niscaya mereka akan mendoakanmu. Adakah yang lebih baik daripada doa para malaikat yang dekat dengan Allah, Tuhan kita?"
Apabila salah seorang mendoakan saudaranya (sesama muslim) tanpa diketahui oleh yang didoakan, para malaikat berkata, "Amin, semoga engkau memperoleh pula sebagaimana yang engkau doakan itu." (HR Muslim dan Abu Dawud)

Saya juga punya pernah punya perasaan suka terhadap seorang lelaki. Perasaan suka itu – mahu bersama dengannya, membina baitul muslim yang menjadi sumber pahala buat kami berdua, satu pelaburan di dunia yang hasilnya akan kami semai di syurga Allah nanti. Namun siapa sangka, lelaki yang hampir saya berta'aruf itu kini telah saya padamkan namanya, mungkin dia juga begitu. Percayalah, semua hal yang berlaku punya sebab yang tersendiri. --www.iluvislam.com--

Dari Shuhaib radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik untuknya. Dan hal itu tidak ada kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila dia mendapatkan kesenangan maka dia pun bersyukur, maka hal itu adalah kebaikan untuknya. Apabila dia tertimpa kesulitan maka dia pun bersabar, maka hal itu juga sebuah kebaikan untuknya.” (HR. Muslim [2999] lihat al-Minhaj Syarh Shahih Muslim[9/241]). Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu mengatakan, “Sabar adalah separuh keimanan" --muslim.or.id--

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Pada hari kiamat, matahari didekatkan jaraknya terhadap makhluk hingga tinggal sejauh satu mil.” –Sulaim bin Amir (perawi hadits ini) berkata: “Demi Allah, aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan mil. Apakah ukuran jarak perjalanan, atau alat yang dipakai untuk bercelak mata?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sehingga manusia tersiksa dalam keringatnya sesuai dengan kadar amal-amalnya (yakni dosa-dosanya). Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya. Ada yang sampai kedua lututnya, dan ada yang sampai pinggangnya, serta ada yang tenggelam dalam keringatnya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan isyarat dengan meletakkan tangan ke mulut beliau.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2864) --muslimah.or.id--

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: “Maukah kalian aku beritahu tentang istri-istri kalian di dalam surga?” Mereka menjawab: “Tentu saja wahai Rasulullaah!” Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Wanita yang penyayang lagi subur. Apabila ia marah, atau diperlakukan buruk atau suaminya marah kepadanya, ia berkata: “Ini tanganku di atas tanganmu, mataku tidak akan bisa terpejam hingga engkau ridha.” (HR. Ath Thabarani dalam Al Ausath dan Ash Shaghir. Lihat Ash Shahihah hadits no. 3380) --muslimah.or.id--

Wassalammu'alaikum Wr Wb

Picked Out and Backed Out


I jerked my head around to look again
Was it true??
You drummed your words on my mind
What could i've been thinking of?
I just like a weirdos, wasn't more than a peculiar girl
There seemed to be a lot of strangely moment in my life
You picked out me for your future,
You got into my heart,
You ever pecked me on the brow
When you backed out of all, it was painful to me
I just woke up on the dull, and went away.
it wasn't more than a dream, just a dream.
And I don't regret anything.. :)

Saturday, September 1, 2012

Masih Ada Aku

Katakan padanya, "setiap tawanya disana adalah senyumku disini"
Maka berjanjilah, agar ia terus tertawa
Atau katakan padaku apa yang menghalangi tiap wajah bahagianya

Katakan padanya, "setiap tangisnya disana adalah lukaku disini"
Maka katakanlah, ia takkan pernah menangis
Atau katakan padaku apa yang dapat menggariskan bahagianya

Memandang wajah teduhnya, layaknya sebuah oase bagiku...
subur, terpencil, dan mengelilingi mata air...
damai, dekat, dan merangkul hidupku...
Mendengar suara letihnya, layaknya sebuah detak kecil di jantungku...
Tak ingin melihat gurat lelah di matanya,
Tak kuasa menyaksikan desah nafas yang semakin terasa berat...

Disini, disana, atau dimana pun,
Aku ada untuknya.. pasti ada untuknya, dan akan selalu ada untuknya...
Untuk setiap senyum, tangis, bahagia, dan dukanya, aku ada..

Katakan padanya,
Apapun yang terjadi di dunia ini kelak,
Aku, dengan hati, doa, dan semua kemampuanku,
kuberikan untuknya..

Saat semua terasa semakin berat, pegang tanganku
Saat semua terasa semakin kejam, bersandar di pundakku
Saat semua seolah pergi meninggalkan,datang padaku
Masih ada aku...


Wednesday, August 29, 2012

Suatu hari dalam hidupku


Suatu hari dalam hidupku, aku bertemu dengannya.
Bukanlah sesuatu yang baru ketika ada keinginan untuk mengenal lebih jauh.
Tak ada yang terasa berbeda saat ada keinginan untuk menyapa lebih awal.
Namun bagaimana jika muncul kenyamanan saat bersamanya?
sedangkan sudah pasti ada semacam kegelisahan saat ia tak ada...
Terkadang kita lalai, memilah perasaan mana yang pantas dijaga.
Bukan karena kita sendiri tak yakin akan apa yang kita rasakan saat itu,
tapi lebih karena semuanya berubah seiring berjalannya waktu.
Waktu??
Tentu kita sudah cukup dewasa untuk tidak menyalahkan waktu.
Waktu tahu persis kemana dan bagaimana ia menempatkan dirinya.

Maka untuk ruang dan waktu yang seolah "menyetujui" setiap saatku bersamanya,terima kasih...
Suatu hari dalam hidupku, aku kecewa akan dirinya.
Bukanlah sesuatu yang baru saat ada keinginan untuk saling menjauh.
Namun bagaimana jika sudah tak ada lagi rindu bersarang di dadaku?
Tak mengerti bagaimana merangkuh perspektif pandangnya.
Terus bergulat dengan berbagai macam fikiran defensif yang memenuhi otakku.
Terus mempertahankan opini-opini kecil yang terasa makin berkuasa.
Memaksa pada sudut kondisi yang tak dapat ku hindari.
Bukan karena kembali tak yakin akan apa yang aku rasakan saat itu,
tapi lebih karena semuanya berubah seiring berjalannya waktu.
Waktu??
Tentu kita sudah semakin dewasa untuk tak kembali menyalahkan waktu.
Waktu tahu persis mengapa dan bagaimana ia menggunakan wewenangnya.

Maka untuk ruang dan waktu yang seolah "menghalangi" setiap saatku bersamanya,terima kasih...

Monday, August 27, 2012

Mereka yang Percaya pada Tuhannya


Tak ada sedikitpun alasan untuk membenci,
Karena akan selalu ada alasan untuk menyayangi.

Tak ada sedikitpun alasan untuk menjauh,

Karena akan selalu ada alasan untuk kembali.

Tak ada sedikitpun alasan untuk menyalahkan,

Karena akan selalu ada alasan untuk memaafkan.

Tak ada sedikitpun alasan untuk melepaskan,

Karena akan selalu ada alasan untuk mengikat.

Tak ada sedikitpun alasan untuk melemah,

Karena akan selalu ada alasan untuk menguatkan.

Tak ada sedikitpun alasan untuk kecewa,

Karena akan selalu ada alasan untuk merasa bangga.

Biarlah Tuhan memberikan berbagai warna dalam hidup,

membedakan antara satu dengan yang lainnya,
mengarahkan mereka pada jalannya,
dan pada akhirnya,
menunjukkan tempat dimana semuanya kembali...

Biarlah Tuhan membolak-balikan setiap perasaan,

menggetarkan rasa saling membutuhkan,
membangkitkan rasa ingin dimengerti,
hingga pada akhirnya,
menunjukkan kepada siapa kita akan bersandar...


Untuk mereka yang selalu percaya pada Tuhannya,

Jakarta, 27 Agustus 2012

Monday, August 13, 2012

Kemana sabar dan qana'ah ku??

Bulan Ramadhan, bulan penuh nikmah...
Bulan penuh pengampunan...
Bulan penuh berkah...
-------------------------------ooo--------------------------------
Bulan Ramadhan seringkali dijadikan sebagai momen untuk berkumpul bersama keluarga dan orang-orang terdekat.
Waktu aktifitas sehari-hari yang sepakat untuk dikurangi, dengan harapan dapat menikmati suasana buka bersama orang-orang tersayang.

Disini, di salah satu restoran yang bisa dibilang cukup terkenal di Jakarta, sekumpulan anak muda  berkumpul untuk berbuka bersama.
Hadir disana 3 jam sebelum waktu berbuka, dianggap sebagai pengorbanan yang tidak kecil. Membuat mereka merasa berhak mendapatkan apa yang mereka inginkan disana.
Apa yang mereka inginkan?
Tentunya tempat, waktu, dan pelayanan yang "sempurna" dari pihak restoran.
Ya, itu memang hak mereka. Duduk, berbincang, tertawa, mengabadikan momen itu dengan mengambil beberapa foto atau bahkan membuat mini video, dan yang pasti menikmati hidangan berbuka puasa.
Ramainya pengunjung yang datang (bahkan lebih banyak lagi yang waiting list di luar), membuat pelayanan restoran berkurang.
Jumlah pelayan dan pengunjung yang datang seolah timpang.
Alhasil, suasana menjadi riuh dan tak senyaman hari-hari biasanya. Rasa lapar yang terasa membuat hampir semua orang tak sabar untuk segera menerima hidangan yang mereka pesan.
Salah 1 pengunjung bahkan berulang kali dengan nada tinggi mengingatkan pelayan akan pesanan mereka yang belum juga datang.
Semua ingin dilayani, menuntut "hak"nya.
Mungkin, aku juga salah satu dari mereka. Merasa diperlakukan tidak adil saat melihat meja lain telah mendapatkan hidangannya (padahal kami yang datang lebih awal).
Merasa pelayanan sangat tidak memuaskan.
Berpendapat bahwa "seharusnya" pihak restoran telah memikirkan cara alternatif untuk menghadapi kondisi seperti ini. Karena apa?
"Karena konsumen adalah raja..." *batinku...
Saat aku sudah merasa bahwa batas toleransi (yang aku buat sendiri) telah habis, maka sudah saatnya aku beranjak, dan menanyakan mengapa pesanan kami belum kunjung datang, sementara pengunjung di meja-meja sebelah tengah asik menyantap hidangan mereka.
Tapi, Allah mengingatkanku.. Allah mengingatkanku lewat seorang teman, yang berkata padaku," Mau kemana?"
"Nanya ke mas-nya kenapa ini minum aja belum datang juga", jawabku dengan nada agak kesal.
Lalu ia kembali bertanya, "Apa dari tadi kamu pernah ngeliat mas atau mbak2nya diam berdiri ga kerja apa2?"
Sontak aku menjawab, "Ga" (*Karena memang mereka semua sejak tadi sibuk kesana-kemari menyiapkan hidangan dan mengantarkannya ke pelanggan)
Dan aku kembali dicerca pertanyaan, "Lalu apa yang mau kamu pastiin? Pernah ga terfikir kalau mereka juga bahkan belum berbuka? Aku rasa, mereka juga berpuasa, dan mereka tiap hari selama satu bulan harus melayani begitu banyak orang berbuka dalam kondisi (yang SAMA seperti kita), lapar..."
Aku berfikir, dan tertegun.
Astaghfirullah...
Kemana sikap sabar dan qana'ah dalam diri ini???

Semoga Allah mengampuni... Aamiin...

Thursday, July 26, 2012

Pergi Dengan Indah



                                                                                                                Jakarta, July 26th 2012
                                                                                                               for you, who always let me go...

Tuesday, July 3, 2012

When I See You Smile - Bad English


Sometimes I wonder 
How I'd ever make it through, 
Through this world without having you 
I just wouldn't have a clue 

'Cause sometimes it seems 
Like this world's closing in on me, 
And there's no way of breaking free 
And then I see you reach for me 

Sometimes I wanna give up 
I wanna give in, 
I wanna quit the fight 
And then I see you, baby 
And everything's alright, 
everything's alright 

When I see you smile 
I can face the world,
you know I can do anything 
When I see you smile 
I see a ray of light,
I see it shining right through the rain 
When I see you smile 
Oh yeah, baby when I see you smile at me 

Baby there's nothing in this world 
that could ever do 
What a touch of your hand can do 
It's like nothing that I ever knew 

And when the rain is falling 
I don't feel it, 
'cause you're here with me now 
And one look at you baby 
Is all I'll ever need, 
you're all I'll ever need 

Sometimes I wanna give up 
I wanna give in, 
I wanna quit the fight 
And then I see you baby 
And everything's alright, 
everything's alright 

So right... 

Sunday, May 20, 2012

Continue....Muhammad Fachry

Sebenernya sih belum mau bikin postingan tentang temen aku yang satu ini. Tapi karena ybs udah ga sabar pengen dijadiin materi postingan, yaa terpaksa deh.. :p hihihi...

Muhammad Fachry namanya, lahir di Palembang 16 Desember 1987,eh 1989 deng... (yang mana yang bener nih,bang?? ^_^)v
Kenal sejak masa orientasi kampus, karena memang kebetulan pembimbing akademik kita sama.
Kesan pertama?? Berkacamata, lesung pipi, keliatan pinter n dewasa... Tapi di awal-awal perkuliahan, ga begitu deket ama dia, karena memang dia yang ga begitu mudah deket ama kaum hawa (sejauh yang aku perhatiin saat itu).
Hmmm...aku juga lupa kapan pastinya aku (red:kami) mulai deket ama dia. Yang pasti, awal semester 2 kita udah "kemana-mana sama-sama" (^.^)//Ke pengajaran, ke lab, ke kantin, ke perpus, ke terminal bus kampus, dll... Kok bisa? Bisa dong, karena selain (seperti yang udah aku sebutin sebelumnya) PA kita sama, kita juga satu kelas, sering duduk di bangku barisan depan, sering share masalah perkuliahan (secara otaknya encer bawaan lahir), dan juga sering "kebetulan" satu kelompok praktikum. Selain itu, kedekatan kita juga sebagai akibat dari kedekatan dia ama temen dari SMA aku (next topic...).

Dan seperti itulah, aku berteman ama dia...
Satu-satunya anak laki-laki di keluarga dan ayah yang bekerja jauh, otomatis buat dia jadi cowo yang dewasa, bertanggung jawab, selalu nampak pengen ngelindungi dan ngebantu orang-orang disekitarnya, bahkan kadang terkesan "bodoh" karena terlalu sering ngorbanin kepentingannya demi kepentingan orang lain (yang kadang ga lebih penting dari kepentingannya.. *Nah loh, bingung ga?? wkwkwk...). Tapi karakter yang seperti ini buat dia jadi punya banyak temen, yang juga akan senantiasa ada disaat dia butuh. "They'll give you as far as you've given for them"
Itu pelajaran pertama yang aku peroleh dari seorang Fachry. (Proud of you,bang..!)
Pelajaran kedua, ketiga, dan seterusnya???
Banyaaaakk....
Gimana kita bersabar, gimana konsisten pada pilihan, gimana menjaga logika, dan lain-lain...
Kekurangannya?? Ada. Kadang dia suka ga nanggepin kita ngomong saat dia lagi terlalu fokus ama sesuatu!! Bete.. >.<)!! Selain itu, terkadang suka "ember" alias kurang bisa baca situasi dan kondisi dimana seharusnya ada beberapa hal yang dia simpen, tapi malah di share.. Alhasil, dia sering ngerasa bersalah sendiri.. wkwkwk...

Hmmm..apa lagi yaa?? 

@.@)!! Bingung mau nulis apa lagiiii.. mendadak jadi kangen,dan pengen ketemu.. T_____T wooOOOooooaaaa.....

Cuma mau bilang, maaf untuk semua waktunya, yang pernah aku minta untuk cuma sekedar nemenin aku yang lagi pengen jajan batagor, yang cuma pengen curhatannya didengerin, yang cuma pengen ditemenin kesana-sini, yang...yang lainnyaaa... 

Dan juga mau bilang makasih untuk waktunya, yang ga akan pernah aku dapetin selain dari seorang Muhammad Fachry... Nice to ever be one of your friend,bang... :)) (Bodo' amat kalo aku dibilang too sentiment :P )

Wednesday, May 16, 2012

Mendekatlah...

Saat kau harus memilih,
pilihlah yang paling dekat dengan hatimu...
Saat kau inginkan yang terbaik,
jagalah hatimu pada-Nya yang selalu menemani...

Lantas jalan apa yang harus ku ambil?
tak perlu bingung,
jangan pula bimbang,
ataupun ragu...
Buat hatimu selalu dekat dengan-Nya!

Saturday, May 12, 2012

Coretan galauuu... (@.@)////

Kenapa kita selalu ingin dimengerti?
karena kita ingin tau sejauh mana dia mencoba memahami...
Semua yang telah dilewati pasti mempunyai arti,
untuk dapat dijadikan pelajaran,
perbaikan diri...
Bukan akhir yang kita tunggu,
tapi bagaimana kita memperjuangkannya,
hingga akhirnya, ikhlas..
:)
Tapi pernahkah kalian merasa kecewa?
ada sensasi aneh yang terasa,
mengalir, tak dapat dikendalikan!
Ingin marah pada apapun yang menghalangi,
merasa itu tak adil...
merasa lebih pantas...
merasa ingin menjadi pemenang...
Lalu bagaimana kita menyebutnya???
Sayang??
tentu bukan...

Tak ada satu orangpun yang dapat mendefinisikannya..
tidak untuk semua untaian kata seindah apapun!
tidak untuk semua teori sederhana, atau bahkan teori serumit apapun!
tak ada...
yang bisa menggambarkannya hanyalah apa yang ada di HATI kita...
yang bisa menunjukkannya hanyalah apa yang berasal dari HATI kita...
dan yang bisa merasakannya hanyalah mereka yang selalu ada di HATI kita...
.... tak perlu untaian kata ataupun teori ....
karena jika itu BENAR, maka semua akan dapat merasakannya... ITU PASTI...


Wednesday, May 9, 2012

"akan"... dan "telah"...

Akan datang saatnya kau tetap tak dapat pahami,
meski telah mencari sampai lelah itu terasa...
Terikat, simpul yang tak dapat dilepaskan
Terbagi, minyak dan air yang tak bisa disatukan
Tersesat, teka-teki yang tak mampu dipecahkan
Lantas, 
apa yang mengikatku padamu?
yang seolah memaksaku untuk berbagi,
bersama tersesat dalam imajinasi belaka!

Telah tiba masanya aku masih tak bisa mengerti,
walau telah yakinkan diri hingga rasa itu kembali...
Pertemuan, mengikat dalam satu ikatan yang kokoh
Perceraian, membagi dua sisi mata uang yang tak sama
Pengkhianatan, menyesatkan hati dan nurani yang buta
Lalu,
mengapa kita bertemu saat itu?
yang seolah menekanku untuk bercerai,
bersama terperangkap dalam pengkhianatan!

Ini bukanlah imajinasi belaka,
yang kita yakini bukanlah sebuah pengkhianatan....
Hanya terikat dalam hangatnya berbagi,
Pertemuan yang tak inginkan perceraian....


Sunday, April 1, 2012

Ku Pinang Engkau dengan Al-Qur'an

Ku pinang engkau dengan Al-Qur'an
Kokoh dan suci ikatan cinta
Tambatkan hati penuh marhamah
Arungi bersama samudra dunia

Jika terhempas di lautan duka,
Tegar dan sabarlah tawakkal pada-Nya
Jika berlayar di surga cita,
Ingatlah tuk selalu syukur pada-Nya

Hadapi gelombang ujian
Sabarlah tetap tawakkal
Arungi samudra kehidupan
Ingatlah syukur pada-Nya... :))

Febby Nora

Lanjut, yang kedua, Febby Nora namanya. Lahir di Palembang, 02 Februuari 1990.
Pertama kali ketemu dia waktu sama-sama registrasi ulang di kampus. Entah kenapa,langsung merasa cocok, trus akhirnya jadi bener2 sahabat aku, sampe sekarang.
Sahabat yang "bener-bener sahabat"..
Yang ga hanya ada saat aku berada diatas, tapi juga di bawah..
Yang senantiasa ada untuk semua masalahku..
Yang tanpa berfikir panjang,selalu ngingetin aku kalo salah..

Jujur nyesel banget dulu pernah dalam jangka waktu yang lama, kita ga saling sapa.. dan karena sama-sama punya ego-nya masing-masing, kita seolah "nodai" cerita persahabatan yang selama ini kita jaga.. :((
Sejak saat itu, aku janji untuk ga akan ngulangin kesalahan yang sama.. ga mau lagi.. :((

Dia juga bener-bener sahabat aku untuk urusan kuliah.. sahabat sekaligus sainganku.. :pp
Sejak awal perkuliahan,selalu saling support,share soal-soal perkuliahan,dll
Dan akhirnyaaaa, ia tetap juaranya.. lulusan terbaik di angkatan kami.. :)
Proud of you,sist.. :*
Walau ga bisa sama-sama sekarang,kita tetep bisa share kan ya? as always.. :P

Yang baik-baik yah disana, semoga langgeng ama decky, tetep jadi anak kebanggaan mami-papi, dan semoga lekas pake jilbab.. :p Aamiin.. Love you...

Saturday, March 31, 2012

Ku gambarkan mereka.. *Aulia Khairunnisyah

Udah beberapa lama nyoba nulis di blog (biasanya di laptop, binderan ato sekedar note kecil), aku baru nyadar kalo aku sama sekali belum bikin tulisan tentang sahabat-sahabat aku.. :)
Karena itu,sekarang aku coba untuk bikin gambaran tentang mereka..

Mulai dari yang pertama, Aulia Khairunnisyah...
Cewek yang lebih tua 2 bulan dari aku ini ialah temen yang aku kenal sejak di tingkat I Sekolah Menengah Pertama, SMP N 3 Ariodillah, Palembang. 
Temen yang sifatnya ga jauh beda ama aku, dan mungkin karena itu,sampe sekarang kita masih (dan akan selalu) saling menjaga komunikasi, walau cuma sekedar say hello lewat sms.
Dia anak bungsu dari 5 bersaudara, tipe orang yang gampang tersinggung, mudah terpancing emosi, ga bakal nyembunyiin mood-nya dimanapun berada, kadang2 manja, tapi kadang malah bisa dewasa banget.
Setelah keluarga, dia orang pertama yang aku bagi suka n duka yang aku rasain.
Nyaris ga ada rahasia antara aku dan dia.

Tapi karena kita beda kampus ( alhamdulillah SMA juga sama ), kita sempet jarang ketemu karena kesibukan masing-masing.
Dan untuk kurun waktu aku, aku nemuin beberapa perubahan dalam dirinya.
Jauh lebih dewasa dari sebelumnya, lebih bisa ngendaliin emosi, udah jauh lebih mandiri ( udah berani naik angkutan umum sendirian), dan yang paling menonjol adalaaaah : dia udah mahir masaaaak! *ini sempet bikin aku kagum banget ama perubahannya
:))

Suatu hari nanti, saat salah satu dari kami telah mendahului yang lainnya, aku harap semua yang dilewati bersama, akan tetap tersimpan rapi dalam hati kami masing-masing..

"Heeeeii, love and miss you,beib!!!"

Aku bangga!

*Tulisan ini dibuat untuk mereka, dua sosok paling berpengaruh dalam hidupku. Meski kemungkinan tulisan ini dibaca oleh yang bersangkutan sangat kecil, tapi (seperti biasa) aku tak perlu alasan untuk menulis, apa dan untuk siapa pun itu.. :)

Assalammu'alaikum,ibu..
Hehe..  jam segini pasti lagi repot ngurusin 3 kings kita ya?! mandiin, kasih makan pagi, trus ngajak main n belajar. Eh, tapi ini hari sabtu, ada mama n papanya, artinya ibu bisa istirahat lebih banyak. :)
Cuma mau pesen ama ibu, jangan kecapean disana.. Kalo pagi hari masih harus sendirian ngurus mereka,tetep jaga kesehatan,makan yang banyaaakk.. :( biar badannya ga kurus kaya sekarang..
Susunya juga jangan males diminum..
Maaf ga bisa ada disana, untuk sekedar bantuin dikit2.. :(
Maaf juga, untuk semua kesalahan yang aku buat selama ini, yang udah ngerepotin, yang kadang ga ngerti kalo ibu juga bisa cape..
Minta do'anya ya bu, semoga apa yang aku jalani sekarang adalah apa yang baik dan berkah buat aku.
Doa'in juga semoga selalu dikelilingi orang2 yang senantiasa takut ama Tuhan nya.
Jangan terlalu khawatir perihal keadaan aku disini, aku kn anak ibu yang mandiri.. :p
*kangen masak bareng ibu,di dapur kita itu..
*kangen diurusin aa ibu kalo lagi sakit
*kangen berantem ama ibu
Just wanna say,"I Love You,Mom!!!" *bighug :* :* :*
Wassalammu'alaikum


Assalammu'alaikum,ayah..
Hmm,jam segini pasti udah ada di kenten juga ya? berantem ama dedek akhtar.. :p
Ayah jangan terlalu sering mondar-mandir kesana-sini,kalo ga penting banget urusannya. Sekarang kan udah ga muda lagi, udah ga fokus berkendaraan, hati-hati, jngan sampe kaya dulu itu, T_T
Kurangin lah ngerokoknya, :(( ga baik untuk kesehatan yang ga stabil lagi kaya dulu..
Ayah jangan terlalu banyak fikiran, istirahat aja yang banyaaakk..!
Oke? okee?!
Maaf juga ga bisa nemenin ayah dalam kondisi-kondisi yang aku tahu ayah bakal ngerasa kehilangan.
Aku disini baik-baik aja,temennya baik semua alhamdulillah.
Kalo lembur,pulangnya juga ama temen, jadi jangan khawatir yaa :* 
:) Love you so much,dad..

Wassalammu'alaikum

Dia yang Namanya Tak Bisa Disebut

 Aku bukanlah seorang penulis, yang dapat meluapkan semua emosi dan fantasinya lewat sebuah tulisan. Juga bukan seorang pujangga yang menyiratkan pesan dan maksud dalam untaian kata.
Tapi aku ingin menulis, sekedar sebagai sarana pengingat saat aku ingin mengenang emosiku pada suatu ketika, atau juga sebagai sarana penyampaian pesan kepada dia yang "mungkin" membaca tulisan-tulisanku..

Dan pagi ini,entah untuk tujuan yang mana,dan aku tak peduli untuk tujuan yang mana,aku susun beberapa kata untuknya,yang selalu berada disampingku,meski kadang tak bisa ku rasakan..

Dia,yang telah memilihku.. Sebagai satu-satunya yang menemani harinya, menjadi tempatnya berbagi segala keluh dan suka, menjadi tempatnya bersandar disaat letih,dan menjadi satu-satunya yang ada untuknya..
Bersamanya adalah sebuah kurun waktu yang berwarna bagiku. Menyimpan semua suka dan duka yang mungkin tak mungkin dapat kutemui jika tidak dengannya.
Dalam tulisan ini, ku katakan semua rasa terima kasih yang dapat kusampaikan padanya. Untuk semua waktu, perhatian, dukungan, dan semua yang pernah ia berikan.
Sungguh, aku menyayanginya..
Namun k harap tak melebihi sayangku pada-Nya..
Aku hanyalah hamba yang penuh dengan khilaf.
Aku tak sempurna, bahkan selamanya tak akan mungkin.
Untuk dirinya  yang menginginkan kesempurnaan itu, maka aku bukanlah orangnya, meski aku selalu berusaha memperbaiki diri, menjadi layak...

Tapi aku sudah tak ingin lagi meninggikan diri, hingga aku tak dapat lagi melihat ke bawah..
Aku akan disini, menunggunya..untuk merendahkan diri..

Jika memang ini baik, Allah akan mempertemukan lagi di moment yang lebih indah..paling indah..

Tapi jika memang ini bukan yang terbaik, maka yang terbaik yang bisa ku lakukan adalah mengikhlaskan semuanya..
Kurun waktu yang tak akan terlupa..
Dan selalu ku doakan yang terbaik untuknya, untukku, untuk kita..

Dan untuk satu kejujuran lagi yang tak mungkin ku simpan, bahkan mungkin kau juga merasakan..
Maaf..
Untuk kegagalanku menjaga hati..
Yang sering merisaukanku kemarin..

Namun saat ini, semua sudah lebih baik.. semua sudah lebih jelas.. semua sudah lebih ringan..
Aku tahu tak pantas meminta, tapi aku hanya dapat berdoa, untuk dipertemukan dengannya, yang akan menjadi pemimpinku kelak.. siapapun orangnya, aku yakin ia yang terbaik.. :)

Friday, March 16, 2012

Kisah Manis Hati Anakanda

Mata Amira sudah merah, dan ada surat di tangannya. Entah beberapa kali Amira membaca surat itu, tetapi setiap kali membacanya, pada setiap kali itu juga hati Amira umpama dirayapi semut merah yang bisa.
Amira sekali lagi membaca surat di tangannya.
Assalamualaikum,
Apa khabar anakanda di sana? Ayah doakan semoga anakanda ceria semasa membaca surat ini. Maafkan ayah kerana masih ketinggalan zaman. Perkara yang sepatutnya diberikan melalui e-mel, ayah hantarkan melalui surat. Salah ayah juga kerana tidak bertanya e-mel baru anakanda.
Ringkaslah ceritanya, ayah sudah tahu kisah anakanda daripada bonda. Kisah manis hati anakanda. Namun janganlah anakanda khuatir sehingga surat ayah ini anakanda berhenti baca, kerana ayahanda bukanlah mahu marah, bukan juga mahu mengarah-ngarah anakanda yang sudah dewasa, melainkan ayah cuma mahu bercerita kepada anakanda berkenaan apa dalam hati ayah ini.
Ayah yakin dan sangat percaya, anakanda adalah anak yang solehah, yang taat kepada agama. Namun pada usia anakanda, ayah juga tahu suatu perkara, anakanda dalam diam sedang berperang dengan perasaan di dalam dada.
Ayah khuatir betul dengan perkara yang namanya cinta. Walaupun sudah ayahanda jelaskan, dan walaupun puas bonda terangkan kepada anakanda berkenaan cinta, pasti ada ketika hati anakanda terdetik juga mahu mencuba apa rasanya cinta, dan ayah tahu sudahlah datang waktu itu kepada anakanda.
Janganlah salahkan bonda kerana memberitahu ayah, tetapi ayah jugalah yang salah kerana setiap hari ayah bertanya tentang kamu daripada bonda. Bonda kamu itu sangat taat kepada ayah, dan tidak mungkinlah dia mampu merahsiakan sesuatu pun daripada ayah.
Ingat lagi ayah, pada ketika anakanda baru empat tahun dan anakanda mahu membeli belon warna merah. Ayah belikan dan anakanda sangat gembira. Anakanda terus berlari-lari dengan belon merah di tangan sambil ketawa riang. Malangnya, belon anakanda pecah tergeser daun lalang. Anakanda menangis, dan ayah sekuat hati memujuk anakanda dan waktu itu walaupun anakanda sangat kecewa, marah dan sedih tetapi tetap juga anakanda terpujuk dengan kata-kata ayah.
Terpujuk apabila ayah mengangkat anakanda tinggi dan meletak anakanda pada bahu ayah. Anakanda gembira, dan tangisan pun mereda.
Namun kini, apa yang ayah takutkan semasa anakanda umur empat tahun, terjadi lagi. Bukan lagi belon yang pecah tetapi akankah hati anakanda yang pecah? Itulah yang ayah khuatirkan tentang anakanda, pada ketika umur anakanda sudah tidak mungkin ayah meletak anakanda pada bahu ayah, itu juga bermakna anakanda tidak mungkin lagi terpujuk.
Itulah cinta sebelum nikah, ia seperti belon merah yang anakanda inginkan semasa kecil. Ia lembut, ia menggoda dan ia nampak manis. Namun hakikatnya, ia sangat nipis, dan banyak perkara mampu membuatnya pecah pada ketika anakanda membawanya berjalan di jalan penuh lalang.
Ayah, berharap tahan-tahan dahulu perasaan kamu itu. Jangan ditunjuk kepada si lelaki sehingga anakanda terlihat murah. Sekiranya anakanda mampu menahan rasa rindu kepada bonda dan ayah di sini, apalah sangat menahan rasa suka kepada lelaki yang entah siapa.
Banyakkan ingat Allah sayang. Banyakkan menyebut namanya. Berzikirlah, bertahmidlah, bertasbihlah dan bertakbirlah. Banyakkan membaca ayat-ayat-Nya. Kerana hanya kepada Dia anakanda dapat bergantung dengan sepenuh hati selepas ayah dan bonda jauh dari anakanda.
Janganlah pula anakanda menyangka ayah ini kolot orangnya sehingga tidak mahu anakanda bercinta. Tidak salah anakanda bercinta, cuma bagi setiap perkara akan ada masanya yang tepat. Seperti embun yang lembut, tidaklah ia turun ketika matahari sudah tegak di kepala, tidak juga turun pada ketika matahari condong ke barat, ia turun pada waktunya yang tepat, walaupun singkat tetapi itulah yang terindah untuknya.
Sedangkan embun di hujung daun pun punya waktu, apatah lagi cinta yang lebih besar daripada itu. Sekiranya anakanda bertanya, bila waktu yang tepat untuk yang bernama cinta? Jawab ayah, pada ketika semuanya sudah bersedia.
Cinta itu anakanda, bukan sekadar hati yang bersedia menerima dan memberi tetapi, fikiran juga perlu bersedia, emosi perlu bersedia, fizikal perlu bersedia, dan paling utama, adakah pasangan anakanda itu juga sudah bersedia untuk semuanya? Bersedia menerima dan memberi? Pada ketika hanya hati yang bersedia, pada ketika itulah cinta itu umpama belon yang mudah pecah.
Pada ketika anakanda sudah tidak mampu menahan rasa hati, ingatlah anakanda ayah dan bonda di sini. Jaga air muka kami dengan menjaga air muka anaknda, jaga maruah kami dengan menjaga maruah anakanda, dan jaga akhirat kami dengan menjaga akhirat anakanda. Ingat jugalah, jodoh itu terkadang datang lebih awal daripada cinta.
Sekiranya anakanda berasa surat ayah ini sudah keterlaluan, ketahuilah, ayah memang keterlaluan dalam soal sayang dan kasih kepada anakanda. Sayang ayah dan bonda kepada anakanda, keterlaluan sepertinya matahari yang terik, bukannya seperti matahari pagi tidak juga seperti matahari senja.
Sekiranya keterlaluan sayang dan kasih itu salah untuk anakanda, maafkan ayah kerana ayah tidak mampu untuk mengurangkannya. Tidak mampu walaupun sekuman. Baik buruk anakanda, anakanda tetaplah permata dalam hati ayah. Kerana anakanda sudah memegang hati kecil ayah ini sehinggalah saat ayah mati, sedang ayah hanya mampu memegang tangan anakanda semasa anakanda masih kecil.
Akhir kata, semoga anakanda sudah mengerti sedikit hati ayah. Tidak banyak, sedikit pun itu sudah membuat ayah tersenyum. Jadi jaga diri anakanda, kerana ayah dan bonda sudah setiap waktu mendoakan kesejahteraan anakanda dengan air mata. Sekiranya tidak mungkin ayah memegang dan memimpin tangan anakanda sekarang, izinkan ayah memegang dan memimpin anakanda dalam doa ayah.
Salam sayang, Ayah.

Kutip dari salah satu tulisan yang ada di http://www.iluvislam.com
Semoga selalu dapat mengingatkan.

Thursday, March 15, 2012

Untuk Si Merah

Kenten ( Palembang), 15 Maret 2012


Tak banyak yang bisa ku gambarkan,
tentangnya,
yang tlah setia menemani tiap bahagiaku...
Tak sedikit yang dapat ku lukiskan,
padanya,
yang tetap setia menguatkan dikala duka ku...


Ingin ku tuliskan apapun yang bisa buatku mengenangnya,
dimanapun kelak...

No matter what's it

Till you came, and made something different with my life..
Thought of you..
Worried about you..
And often being stronger by you..


I don't know what does it mean to be..
You never showed me off...
And now, I know you're giving me way.. 
to think over..
to make a decision..


Just because everything's changing,

No matter what's it, 
you is the one, 
the right one,
at the wrong time...

Friday, March 9, 2012

Never Going To

( Copas dari email yang dikirim temen )

never going to give you up,
never going to let you down,
never going  to run round and desert you,

never going to make you cry,
never going to say goodbye,
never going to tell a lie and hurt you

From the Deepest

I seek refuge in You...
from the darkness..
from the restlessness...
from the devil which You created...


By time..
Indeed, I am in loss...
and don't know The One Who is to take me out..
Indeed Allah is ever, over me, an observer...
till the earth is shaken with final earthquake...
disengages it's burdens..


By time...
When the victory of You has come into my soul..
please let me keep that feeling..
Don't let competition in worldly, increase diverts me..
please keep my heart..
till The Day of Recompense...
The Day of Pleasure..


I believe,  You always be there...  with me..
\(^_^)/
And... from the deepest of my heart,
I love You...

Saturday, March 3, 2012

Ingatlah Hari Ini

"Jika tua nanti kita tlah hidup masing-masing, ingatlah hari ini"
"Dengan kocak sejuta mimpi, engkau datang menghampiriku, tuk teriakkan segala asa-mu"
"Ketika kesepian menyerang diriku....ku tahu satu cara sembuhkan diriku >> Ingat teman-temanku..."
"Kita terharu, seakan tiada bertemu lagi"
"Bersenang-senanglah, karena hari ini akan kita rindukan"
"Bersenang-senanglah, karena hari ini akan kita banggakan..dihari tua.."
"Mungkin diriku masih ingin bersama kalian.."
"Ada hati membara erat bersatu, getar seluruh jiwa tercurah saat itu"
"All the words I need to hear to always get me through the day,and make it OK"
Mungkin terlihat kekanak-kanakan..
Seolah belum mengerti makna hidup yang sesungguhnya,
bahwa setiap pertemuan akan berakhir pada perpisahan (yang sesungguhnya)
kecuali pertemuan kembali di masa yang lebih nyata... surga-Nya..

Mungkin terkesan berlebihan..
Seolah belum memahami akan datangnya suatu masa,
dimana kita kan melangkah sendiri-sendiri,
ke arah yang memang telah dituliskan-Nya untuk kita...

Seharusnya menjadi lebih bijak...
Memilah dan memilih kapan harus bersedih atau justru bahagia..

Hari ini...
Jujur aku katakan, pada kalian...
yang telah ada..
yang memang ada..
dan akan selalu ada...
bahwa aku mendapatkan sensasi khusus,
yang aku sebut sebagai "sedih"...
juga merasakan sensasi lainnya,
yang aku nyatakan sebagai "bahagia"...
Sedih karena seolah kita tak akan bertemu lagi..
Bahagia karena ini adalah awal langkah kalian..

Saat bimbang, ingatlah ada kami...
yang selalu siap menopang..
Saat ragu, jangan lupakan ada kami...
yang senantiasa siap memapah..

Kita bukanlah air dan api...
bukan hitam dan putih..
kiri dan kanan..
bukan pula terang dan gelap..

Kita adalah akar dan batang...
yang ada untuk saling MENGUATKAN...

5 tahun kemudian...
Datang padaku, dan katakan sambil tersenyum, "Lihatlah aku saat ini, teman!!! Kau bangga,bukan??!"

( Saya dedikasikan untuk mereka... APB, RAO, MW, AS )
\(^____^)/

Terus semangat!

*kutip >> " diawali dg senyuman kita bertemu, bersama kita jg tersenyum n andai pisahpun hrs senyum yg sbg tanda "bangga" mengenal kalian "

Monday, February 20, 2012

Berbahagia lah... :)


Terima kasih. Maaf.
Entah kenapa hanya dua kata ini yang aku ingin ungkapkan,
Untukmu, seseorang yang sudah berbaik hati mengingatkanku, mendukungku ..
Juga dua kata ini, ingin ku sampaikan
Padamu, seseorang yang tanpa sadar juga menguatkanku, meluruskanku...

Terima kasih, untuk momen itu, saat dimana kita jalan bersama,
berdua, menghibur diri dan mengisi kekosongan masing-masing ..
Maaf, untuk momen itu, saat dimana kita lupa atau sengaja melupakan ?
berdua, kita terjerumus pada jurang kefanaan dan fitnah dunia ..
Terima kasih, untuk momen itu, saat dimana kita pertama kali berbincang,
berdua, mencoba mencari jawaban di setiap pertanyaan yang berkecamuk..
Maaf, untuk momen itu, saat dimana seharusnya ada yang melawan rasa itu
hingga berdua, kita terperangkap pada imajinasi semu yang tak berujung..

taukah kamu?
Hingga sekarang aku masih tidak tau alasanmu menerima tawaran picik dariku itu.
Tetapi seperti yg sudah kamu baca dari kalimat tadi,
Sesungguhnya saat itu untukku, aku telah melupakan segalanya,
Nafsuku menang, karena hanya sebuah alasan konyol, "aku juga bisa"
Betapa sombongnya aku saat itu, kepada diri sendiri, kepada dunia,
dan taukah kamu?
Sampai saat ini, aku masih tak memiliki alasan untuk menyesali langkah itu
Karena sesungguhnya, semua hikmah justru berawal darinya
Meski seolah nafsu dan ego telah merobohkan dinding-dinding aturan
Meski kesombongan atas diri dan dunia yang seolah kita nikmati...

Terima kasih, karena insya allah saat ini aku sudah lebih baik,
Maaf, karena saat ini nampaknya hanya aku yang merasa lebih baik ..
tapi apakah kamu tau? bahwa kebahagiaanku itu belumlah cukup ..
ya, aku tidak bisa benar-benar bahagia, sedangkan aku tau kamu masih sering dirundung gelisah,,
aku ingin mendukungmu, aku ingin kamu juga bahagia,
tetapi aku hanyalah saudaramu yang terikat karena persamaan iman denganmu,
tiada satu pun hak yang aku miliki pada dirimu, selain hanya hak untuk saling mengingatkan,
Sekali lagi, terima kasih... karena aku telah merasa lebih baik..
Maaf, karena seolah aku tak membagi keadaanku pada siapapun..
Dan apakah kau juga tau? bahwa Dia akan mencukupkan kebahagiaan
Kebahagiaan dibalik setiap kegelisahan yang mencabik..
aku ingin kau dukung, tapi ingin kau juga bahagia..

namun jangan engkau artikan bahwa diriku masih menginginkan ikatan yang lebih kuat dengan dirimu,
karena aku selalu berusaha untuk tak berfikir demikian..
sungguh sekarang aku telah ridha atas dirimu,
sungguh ini membuatku terbebas...
aku ikhlas karena memang itu lah yang selayaknya,
inilah yang aku tunggu, sejak dulu..untukku dan untukmu..
dan karena sesungguhnya allah lebih mengetahui segala sesuatu,
Allah Maha Mengetahui.. Dia Maha Pemberi Petunjuk..
karena Dia lah yang menetapkan segala sesuatunya,
dan Dia juga menjanjikan semua yang terbaik untuk hamba-Nya yang bertakwa..

memang dulu aku sempat rindu, dulu aku sering kesepian jika tak kau temani,
merasa ingin dikuatkan dengan adanya dirimu..
tetapi saat ini, cukuplah bagiku helai demi helai al-quran, yang menemani malam dan subuhku,
mencoba mencari kedamaian dan ketenangan dibalik-Nya..
namun jangan engkau artikan bahwa saat ini aku tidak ingin menjadi temanmu,
aku tetap inginkan itu..
sungguh sekarang aku ingin tau kabarmu,
sembarii sekedar saling menguatkan..
aku tau kamu sosok yang kuat,
meski tak sekuat yang mereka lihat..
tapi izinkanlah aku untuk hanya sekedar mendengar kabar baik darimu, terlebih keluh-kesahmu..
walaupun aku tau kamu telah punya banyak orang untuk kamu bagi kabar baikmu,
dan kamu pun telah punya orang-orang yang bisa menenangkan dirimu dari kegelisahanmu,
sesungguhnya ini aku anggap sebagai janji, bukan tawaran semata..

tapi sekali lagi aku tidak punya hak untuk meminta itu darimu,
sehingga jika lebih baik bagimu, untuk tidak melibatkan aku dengan kabarmu,
maka berbahagialah kamu, semangatlah dalam mencapai tujuan-tujuanmu,
karena kalau tidak, maka aku tidak akan bisa memaafkan diriku, selamanya ..
terakhir, apakah kamu tau??
belum ada sebelumnya,seseorang yang memperlakukanku seperti ini..