Setelah kemarin malam "dipaksa" lembur di kantor karena kerjaan kantor yang belum kelar, pagi ini suasana meja kerjaku agak "longgar" karena si bapak E dan A lagi keluar kantor, yang berarti aku bisa bebas teriak (dalem hati) "it's my time!!"
Awalnya sih pengen cari referensi novel buat bacaan hari libur. Buka kaskus, eh malah nemu threads yang nawarin buku2 second gitu. Buku2 (komik, novel, majalah,dll) ditawarin dengan harga miring, kondisi (yang kalo diliat dari fotonya sih) masih layak baca walaupun warna kertas yang udah mulai menguning. Aku yang memang dari dulu suka baca (walaupun terkadang lebih suka nulis), langsung bongkar2 threads dengan keyword : jual novel second. *maklum, namanya juga merantau (udah ga bisa minta duit ke ayah) jadi harus serba hemat. Haaalaaahh... Daaaaaaaaaan aku berhasil nemu novel second 1st n 2nd Harry Potter dengan harga total 30 ribu. \\(o.o)// hihihiiii..*Lumayan buat ngelepas kangen ama HP's series yang ga aku bawa ke Jakarta.
Keasikan liat2 threads tadi, jadi kefikiran untuk datang langsung ke tempat2 yang dijadiin pusat perdagang buku2 bekas di Jakarta. Dimana?? Googling sana-sini, nemu beberapa rekomendasi, antara lain :
1. Kwitang
Berada di Jl. Kwitang Raya Jakarta Pusat, merupakan kawasan jual-beli buku yang dulunya dipelopori oleh salah seorang pengusaha Tionghoa bernama Tjio Wie Tai (1953), berganti nama menjadi Mas Agung (sekarang dikenal dengan nama Toko Gunung Agung).
Kabarnya kawasan ini udah jadi pusat buku murah sejak akhir tahun 60-an, dan dikunjungi oleh semua elemen masyarakat.
Tapi pada Agustus 2008, tempat ini dinyatakan ilegal oleh Pemda Jakarta akhirnya digusur. Trus kemana dong para pedagang itu dipindahin? Menurut info yang aku dapet, ada yang bilang kalo para pedagang (lebih dari 270 pedagang) itu dikasih alternatif :
- Komplek Pasar Senen Blok 1 Lt. 4
- Mall Jakarta City Center (JaCC) Lt.3A (Waduk Melati Raya, belakang HI)
Tapi beberapa pedagang milih untuk pindah ke kawasan Blok M dan Thamrin City, tetapi banyak juga yang milih untuk tetep bertahan di Kwitang. *Jadi pengen liat sekaligus ngobrol2 ama pedagang2 yang masih ada disana. Kata temen kantor sih masih banyak aja yang jualan disana. (@.@)//
2. Terminal Pasar Senen
Sebetulnya kawasan ini merupakan transformasi dari Kwitang tempo dulu, dikenal dengan "Proyek Senen". Tempatnya lebih nyaman daripada Kwitang, tapi katanya udah ga sebanyak waktu di Kwintang dulu.
Ya iyalah, karena sebagian pedagang memilih untuk menutup toko dan pindah ke tempat lain, dengan alasan ga sanggup bayar sewa. Bahkan pedagang yang "nurut" buat pindah kesini pun ngaku rugi karena penghasilannya anjlok lebih dari 100%. Hmmm...fenomena yang lumrah, ketika pemerintah seringkali ngambil kebijakan yang ngerugiin pedagang.
Pemda berfikir bahwa kewajiban mereka adalah nyariin "rumah baru" bagi para pedagang, tanpa mikirin gimana caranya supaya pelanggan bisa dapet informasi kemana pedagang2 itu dipindahin (promosi yang bukan "sekedar" spanduk). --__--'')!!
3. Blok M Square
Tepatnya berada di terminal Blok M (ga jauh dari Robinson), hall tengah. Kabarnya walaupun tempatnya ga besar, tapi lumayan banyak koleksi buku yang dijual disini.
Sebenernya masih ada beberapa tempat lagi, misalnya Thamrin City, TanahAbang, Taman Ismail Marzuki, dll. Tapi karena emang aku sendiri belum pernah ngunjungin semua tempat itu, cukup yang diatas aja deh yang dijadiin sasaran nyari buku besok2. Selain nyari buku2 murah, sekalian nambah2 pengalaman ngebolang di ibu kota. Lanjuuuuuuuuut ke TKP!!!! wkwkwk...
\\(^.^)//
Note : sengaja ga upload foto2 TKP, karena pengen upload foto yang aku ambil sendiri (nanti). hehehe.. Aamiin..










