"Carilah kesalahan pada dirimu sendiri, dan bukannya kepada orang lain; jangan membenarkan diri sendiri dan menyalahkan orang lain; jangan pula memuji muji diri sendiri di depan orang lain. Janganlah suka menjelek jelekan sifat sifat orang lain sehingga pada hari kiamat nanti anjing anjing neraka akan menjelek jelekkan kamu sehingga hancur berkeping keping” (HR. Bukhari)

Friday, September 22, 2017

Nilai Nutrisi Air Susu Ibu VS Susu Formula

Keunggulan dan keistimewaan Air Susu Ibu (ASI) sebagai nutrisi untuk bayi sudah tidak diragukan lagi. Masyarakat luas khususnya kaum ibu telah paham benar kegunaan dan manfaat ASI, berbagai tulisan yang membahas masalah ASI telah banyak dipublikasi. Dalam makalah ini akan dibahas nilai nutrisi yang terkandung dalam ASI dan keunggulannya dibanding nutrisi lain untuk bayi, dengan demikian diharapkan para ibu akan lebih percaya diri dalam memberikan ASI kepada bayinya. Seperti halnya nutrisi pada umumnya, ASI mengandung komponen makro dan mikro nutrien. Yang termasuk makronutrien adalah karbohidrat, protein dan lemak sedangkan mikronutrien adalah vitamin & mineral. Air susu ibu hampir 90%nya terdiri dari air. Volume dan komposisi nutrien ASI berbeda untuk setiap ibu bergantung dari kebutuhan bayi. Perbedaan volume dan komposisi di atas juga terlihat pada masa menyusui (kolostrum, ASI transisi, ASI matang dan ASI pada saat penyapihan). Kandungan zat gizi ASI awal dan akhir pada setiap ibu yang menyusui juga berbeda. Kolostrum yang diproduksi antara hari 1-5 menyusui kaya akan zat gizi terutama protein.
ASI transisi mengandung banyak lemak dan gula susu (laktosa). ASI yang berasal dari ibu yang melahirkan bayi kurang bulan (prematur) mengandung tinggi lemak dan protein, serta rendah laktosa dibanding ASI yang berasal dari ibu yang melahirkan bayi cukup bulan. Pada saat penyapihan kadar lemak dan protein meningkat seiring bertambah banyaknya kelenjar payudara. Walapun kadar protein, laktosa, dan nutrien yang larut dalam air sama pada setiap kali periode menyusui, tetapi kadar lemak meningkat.
Jumlah total produksi ASI dan asupan ke bayi bervariasi untuk setiap waktu menyusui dengan jumlah berkisar antara 450 -1200 ml dengan rerata antara 750-850 ml per hari. Banyaknya ASI yang berasal dari ibu yang mempunyai status gizi buruk dapat menurun sampai jumlah hanya 100-200 ml per hari.

Komposisi 
ASI mengandung air sebanyak 87.5%, oleh karena itu bayi yang mendapat cukup ASI tidak perlu lagi mendapat tambahan air walaupun berada di tempat yang mempunyai suhu udara panas. Kekentalan ASI sesuai dengan saluran cerna bayi, sedangkan susu formula lebih kental dibandingkan ASI. Hal tersebut yang dapat menyebabkan terjadinya diare pada bayi yang mendapat susu formula.

Karbohidrat
Laktosa adalah karbohidrat utama dalam ASI dan berfungsi sebagai salah satu sumber energi untuk otak. Kadar laktosa yang terdapat dalam ASI hampir 2 kali lipat dibanding laktosa yang ditemukan pada susu sapi atau susu formula. Namun demikian angka kejadian diare yang disebabkan karena tidak dapat mencerna laktosa (intoleransi laktosa) jarang ditemukan pada bayi yang mendapat ASI. Hal ini disebabkan karena penyerapan laktosa ASI lebih baik dibanding laktosa susu sapi atau susu formula. Kadar karbohidrat dalam kolostrum tidak terlalu tinggi, tetapi jumlahnya meningkat terutama laktosa pada ASI transisi (7-14 hari setelah melahirkan). Sesudah melewati masa ini maka kadar karbohidrat ASI relatif stabil.

Protein
Kandungan protein ASI cukup tinggi dan komposisinya berbeda dengan protein yang terdapat dalam susu sapi. Protein dalam ASI dan susu sapi terdiri dari protein whey dan Casein. Protein dalam ASI lebih banyak terdiri dari protein whey yang lebih mudah diserap oleh usus bayi, sedangkan susu sapi lebih banyak mengandung protein Casein yang lebih sulit dicerna oleh usus bayi. Jumlah protein Casein yang terdapat dalam ASI hanya 30% dibanding susu sapi yang mengandung protein ini dalam jumlah tinggi (80%). Disamping itu, beta laktoglobulin yaitu fraksi dari protein whey yang banyak terdapat di protein susu sapi tidak terdapat dalam ASI. Beta laktoglobulin ini merupakan jenis protein yang potensial menyebabkan alergi.
Kualitas protein ASI juga lebih baik dibanding susu sapi yang terlihat dari profil asam amino (unit yang membentuk protein). ASI mempunyai jenis asam amino yang lebih lengkap dibandingkan susu sapi. Salah satu contohnya adalah asam amino taurin; asam amino ini hanya ditemukan dalam jumlah sedikit di dalam susu sapi. Taurin diperkirakan mempunyai peran pada perkembangan otak karena asam amino ini ditemukan dalam jumlah cukup tinggi pada jaringan otak yang sedang berkembang. Taurin ini sangat dibutuhkan oleh bayi prematur, karena kemampuan bayi prematur untuk membentuk protein ini sangat rendah.
ASI juga kaya akan nukleotida (kelompok berbagai jenis senyawa organik yang tersusun dari 3 jenis yaitu basa nitrogen, karbohidrat, dan fosfat) dibanding dengan susu sapi yang mempunyai zat gizi ini dalam jumlah sedikit. Disamping itu kualitas nukleotida ASI juga lebih baik dibanding susu sapi. Nukleotida ini mempunyai peran dalam meningkatkan pertumbuhan dan kematangan usus, merangsang pertumbuhan bakteri baik dalam usus dan meningkatkan penyerapan besi dan daya tahan tubuh.

Lemak
Kadar lemak dalam ASI lebih tinggi dibanding dengan susu sapi dan susu formula. Kadar lemak yang tinggi ini dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan otak yang cepat selama masa bayi. Terdapat beberapa perbedaan antara profil lemak yang ditemukan dalam ASI dan susu sapi atau susu formula. Lemak omega 3 dan omega 6 yang berperan pada perkembangan otak bayi banyak ditemukan dalam ASI. Disamping itu ASI juga mengandung banyak asam lemak rantai panjang diantaranya asam dokosaheksanoik (DHA) dan asam arakidonat (ARA) yang berperan terhadap perkembangan jaringan saraf dan retina mata.

Susu sapi tidak mengadung kedua komponen ini, oleh karena itu hampir terhadap semua susu formula ditambahkan DHA dan ARA ini. Tetapi perlu diingat bahwa sumber DHA & ARA yang ditambahkan ke dalam susu formula tentunya tidak sebaik yang terdapat dalam ASI. Jumlah lemak total di dalam kolostrum lebih sedikit dibandingkan ASI matang, tetapi mempunyai persentasi asam lemak rantai panjang yang tinggi.
ASI mengandung asam lemak jenuh dan tak jenuh yang seimbang dibanding susu sapi yang lebih banyak mengandung asam lemak jenuh. Seperti kita ketahui konsumsi asam lemah jenuh dalam jumlah banyak dan lama tidak baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Karnitin
Karnitin ini mempunyai peran membantu proses pembentukan energi yang diperlukan untuk mempertahankan metabolisme tubuh. ASI mengandung kadar karnitin yang tinggi terutama pada 3 minggu pertama menyusui, bahkan di dalam kolostrum kadar karnitin ini lebih tinggi lagi. Konsentrasi karnitin bayi yang mendapat ASI lebih tinggi dibandingkan bayi yang mendapat susu formula.

Vitamin

Vitamin K
Vitamin K dibutuhkan sebagai salah satu zat gizi yang berfungsi sebagai faktor pembekuan. Kadar vitamin K ASI hanya seperempatnya kadar dalam susu formula. Bayi yang hanya mendapat ASI berisiko untuk terjadi perdarahan, walapun angka kejadian perdarahan ini kecil. Oleh karena itu pada bayi baru lahir perlu diberikan vitamin K yang umumnya dalam bentuk suntikan.

Vitamin D

Seperti halnya vitamin K, ASI hanya mengandung sedikit vitamin D. Hal ini tidak perlu dikuatirkan karena dengan menjemur bayi pada pagi hari maka bayi akan mendapat tambahan vitamin D yang berasal dari sinar matahari. Sehingga pemberian ASI eksklusif ditambah dengan membiarkan bayi terpapar pada sinar matahari pagi akan mencegah bayi menderita penyakit tulang karena kekurangan vitamin D.

Vitamin E
Salah satu fungsi penting vitamin E adalah untuk ketahanan dinding sel darah merah. Kekurangan vitamin E dapat menyebabkan terjadinya kekurangan darah (anemia hemolitik). Keuntungan ASI adalah kandungan vitamin E nya tinggi terutama pada kolostrum dan ASI transisi awal.

Vitamin A
Selain berfungsi untuk kesehatan mata, vitamin A juga berfungsi untuk mendukung pembelahan sel, kekebalan tubuh, dan pertumbuhan. ASI mengandung dalam jumlah tinggi tidak saja vitamin A dan tetapi juga bahan bakunya yaitu beta karoten. Hal ini salah satu yang menerangkan mengapa bayi yang mendapat ASI mempunyai tumbuh kembang dan daya tahan tubuh yang baik.

Vitamin yang larut dalam air
Hampir semua vitamin yang larut dalam air seperti vitamin B, asam folat, vitamin C terdapat dalam ASI. Makanan yang dikonsumsi ibu berpengaruh terhadap kadar vitamin ini dalam ASI. Kadar vitamin B1 dan B2 cukup tinggi dalam ASI tetapi kadar vitamin B6, B12 dan asam folat mungkin rendah pada ibu dengan gizi kurang. Karena vitamin B6 dibutuhkan pada tahap awal perkembangan sistim syaraf maka pada ibu yang menyusui perlu ditambahkan vitamin ini. Sedangkan untuk vitamin B12 cukup di dapat dari makanan sehari-hari, kecuali ibu menyusui yang vegetarian.

Mineral
Tidak seperti vitamin, kadar mineral dalam ASI tidak begitu dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi ibu dan tidak pula dipengaruhi oleh status gizi ibu. Mineral di dalam ASI mempunyai kualitas yang lebih baik dan lebih mudah diserap dibandingkan dengan mineral yang terdapat di dalam susu sapi.
Mineral utama yang terdapat di dalam ASI adalah kalsium yang mempunyai fungsi untuk pertumbuhan jaringan otot dan rangka, transmisi jaringan saraf dan pembekuan darah. Walaupun kadar kalsium ASI lebih rendah dari susu sapi, tapi tingkat penyerapannya lebih besar. Penyerapan kalsium ini dipengaruhi oleh kadar fosfor, magnesium, vitamin D dan lemak. Perbedaan kadar mineral dan jenis lemak diatas yang menyebabkan perbedaan tingkat penyerapan. Kekurangan kadar kalsium darah dan kejang otot lebih banyak ditemukan pada bayi yang mendapat susu formula dibandingkan bayi yang mendapat ASI.
Kandungan zat besi baik di dalam ASI maupun susu formula keduanya rendah serta bervariasi. Namun bayi yang mendapat ASI mempunyai risiko yang lebih kecil utnuk mengalami kekurangan zat besi dibanding dengan bayi yang mendapat susu formula. Hal ini disebabkan karena zat besi yang berasal dari ASI lebih mudah diserap, yaitu 20-50% dibandingkan hanya 4 -7% pada susu formula. Keadaan ini tidak perlu dikuatirkan karena dengan pemberian makanan padat yang mengandung zat besi mulai usia 6 bulan masalah kekurangan zat besi ini dapat diatasi.

Mineral zinc dibutuhkan oleh tubuh karena merupakan mineral yang banyak membantu berbagai proses metabolisme di dalam tubuh. Salah satu penyakit yang disebabkan oleh kekurangan mineral ini adalah acrodermatitis enterophatica dengan gejala kemerahan di kulit, diare kronis, gelisah dan gagal tumbuh. Kadar zincASI menurun cepat dalam waktu 3 bulan menyusui. Seperti halnya zat besi kandungan mineral zink ASI juga lebih rendah dari susu formula, tetapi tingkat penyerapan lebih baik. Penyerapan zinc terdapat di dalam ASI, susu sapi dan susu formula berturut-turut 60%, 43-50% dan 27-32%. Mineral yang juga tinggi kadarnya dalam ASI dibandingkan susu formula adalah selenium, yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan cepat.

ASI dan perkembangan ketrampilan makan

Bayi mengalami pengalaman pertama tentang rasa makanan sejak masih dalam kandungan. Rasa cairan ketuban berubah-ubah bergantung jenis makanan yang dikonsumsi oleh ibu. Rasa dari makanan yang dikonsumsi oleh ibu selama kehamilan di salurkan ke cairan ketuban yang tidak hanya dirasakan oleh janin tetapi juga meningkatkan penerimaan dan kenikmatan bayi pada saat masa penyapihan ASI. Kemampuan bayi untuk mengetahui dan menerima rasa dan selera berkembang setelah lahir. Oleh karena itu pengalaman pertama terhadap rasa dan selera mempunyai dampak terhadap penerimaan rasa dan selera pada masa bayi dan anak. Telah diketahui sejak lama bahwa bayi yang terpapar dengan rasa dalam ASI akan meningkatkan penerimaan rasa tersebut sehingga mempercepat keberhasilan penyapihan. Beberapa bayi yang mendapat ASI lebih dapat menerima sayur-sayuran pada pemberian pertama dibandingkan dengan bayi yang mendapat susu formula. Anak yang diberikan ASI paling sedikit 6 bulan juga lebih jarang mengalami kesulitan makan (picky eaters), sepanjang cara pemberian ASInya benar.


Penulis : Aryono Hendarto dan Keumala Pringgadini
Sumber : Buku Bedah ASI

Monday, September 18, 2017

Inara Azkiya (Part II)

Sesampai di ruang periksa dr.Yenni, seperti biasa langsung periksa pake USG 3D dan bisa diliat lewat layar LCD didinding kamar. Menurut dokter Yenni, kondisi janin secara umum dalam keadaan baik, hanya saja air ketuban sudah kering, dan bikin tali pusar yg memang sudah melilit sejak awal jadi tambah kencang. Hal itu bisa mengakibatkan janin tercekik dan asupan oksigen berkurang. Dokternya nyaranin aku supaya banyak2 minum air putih dalam 3 hari ke depan. Jika kondisi air ketuban masih sama (atau malah tambah berkurang), maka dokter nyaranin buat tindakan Sc (caesar).
Sempat panik karena takut si dedek kenapa2, aku giat minum air putih. Tapi aku jadi kepikiran, ga bisa tidur, stess... T.T
3 hari kemudian... (15 Juli 2015)
Ditemani Paksu (Bapak Suami), ibu mertua, ibuk, ayah, kakak, kakak beserta anak2 dan istri (waaaaahhh udah kaya mau nganterin naik haji yaa :P ), aku periksa ke dr.Yenni. Dan hasilnya adalah, kondisi air ketuban berkurang, malah detak jantung janin jauh lebih tinggi dari set pointnya.Hal itu karena leher janin yang terjerat tali pusar. T__T dr.Yenni langsung kasih saran untuk langsung Sc saat itu juga. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya kita semua setuju untuk ambil tindakan Sc.
 Bismillah...
Tanpa ada persiapan apapun, dengan perasaan yang masih campur aduk antara bingung, sedih, seneng, ragu, dll, aku didorong menuju ruang operasi. Saat itu yang terfikir hanya gimana caranya dedek bayi bisa lahir dengan selamat dan sehat, tanpa ada kekurangan sesuatu apapun.
(proses di dalam ruang operasi sengaja ga saya share yaa.. yg pasti operasi Sc itu ga semenakutkan yang sering dibilang orang ^>^, yakin aja sm Allah, InsyaAllah lancar)

Alhamdulillah...
Operasi Sc berjalan lancar, bayi perempuan lahir dengan selamat, sehat dan lengkap. Saya beri nama "Inara Azkiya"

Thursday, August 31, 2017

Inara Azkiya



Bismillah...
Setelah sekian lama pengen banget nulis (boro2 nge-blog, makan aja kadang mesti diburu2in), dan setelah beberapa kali sempat udah ngetik judul tulisan eh hp udah keburu ditarik sama bocah, AKHIRNYA hari ini Alhamdulillah dikasih waktu buat leye2 santai2 selonjor2 kaki (halaaahh, lebaayyyy ;P).
Sejak 2 tahun lalu, pengen banget bikin tulisan tentang anak kesayangan dan kecintaan. Sebenernya bingung nih pengen mulai cerita darimana, tapi yuk ah, mariiiii… dilanjut ajaaahhh..

Palembang, 11 Juli 2015
    39 weeks pregnant alias kehamilan usia 39 minggu. Secara medis, kandungan usia 37 minggu udah bisa dibilang “matang”. Matang dalam artian organ2 si calon debay (dedek bayi) udah berkembang dengan sempurna, atau dengan kata lain udah bisa dilahirkan ke dunia yg fana nan indah ini. Kehamilanku udah masuk usia 39 minggu, artinya udah tinggal “nunggu” hari H kelahiran debay, setelah perjuangan panjang selama 9 bulan. Perjuangan yg sampe sekarang kalo diinget2 suka bikin nangis, terharu, bangga, merinding! Indeed, bias ngerasain hamil itu adalah sesuatu yg luar biasa, Subhanallah…
    Cerita punya cerita, saat usia kehamilan memasuki 38 minggu, dokter kandungannya biasanya udah minta kita buat check up maks 1 minggu sekali.( FYI, saat usia kandungan 1-28 minggu, check up biasanya per 1 bulan, usia kandungan 28-37 minggu check up nya per 2 minggu, dan 38>> per 1 minggu. )
    Dan seperti biasa, aku pergi check up mingguan ke dokter di Palembang, yg nanganin aku dari usia kandungan 32 minggu. (FYI (lagi), usia kandungan <<32 minggu aku domisili di Pangkalpinang, turut suami. Dan di akhir masa kehamilan aku balik kandang ke Palembang (mepetin di ibuk, karena belum punya pengalam lahiran, apalgi ngurus bayi baru lahir :P). )
Hasil check up saat itu adalah : debay dalam posisi yg baik, BB yg normal, lingkar kepala normal, geraknya juga masih aktif. HANYA saja, si tali pusar  udah mulai tua alias mengalami pengapuran. Artinya? Sebaiknya debay lahir dalam waktu dekat, karena semakin tua usia tali pusar, maka fungsinya akan semakin menurun, yg berarti asupan nutrisi ke janin juga berkurang. Tapi over all itu belum jadi masalah. Point yg di sorot sama dokter justru mata aku yg minus. Katanya, proses persalinan secara normal akan mengakibatkan otot2 mata bekerja keras, sehingga ga sedikit yg jadi minus, yg minus jadi tambah minus. Oleh karena itu, bu dokter td minta surat rujukan ke dokter mata. Ok dok! Siaaapp!! *Oh iya, lupa kasih tau kalo kejadian diatas terjadi saat bulan Ramadhan, akhir Ramadhan tepatnya. Dan bu dokter pun bilang kalo doi mau mudik lebaran ke Solo, kurleb 10 Hari. Wow?? Gimana ini? Tenang, ada adiknya (yg juga SpOG) yg gantiin standby disana. Kalau ternyata saya lahiran sebelum dokternya pulang mudik, berarti saya bakal ditangani oleh adiknya. Eh, ribet nulisnya, disebutin aja ya namanya. Dokter yg pertama namanya dr.Yuri, dan adiknya dr.Sarah.
Sampe sejauh ini, semuanya kedengeran baik2 aja kan? Alhamdulillah.

    Keesokan harinya, aku pergi buat minta surat rujukan dokter mata, di klinik yg sama dengan dr. Yuri, YK Madira. Sampe disana, eh ternyata aku kepagian, klinik mata nya belum buka. Iseng2 telponan sama si ayuk, ngobrol2 buat nghabisin waktu karena bete nunggu lama. Daaaaaannn, si ayuk (namanya yuk Tika) yg saat itu juga lagi hamil (saat itu usia kehamilannya 26 minggu), ngajak buat iseng2 nyobain check up ke RS Hermina, katanta disana jg ada SpOG perempuan. Mikir, eh tergiurlah aku kesanaaaaaa, iseng2 ah cobain, siapa tau dokternya ga mesti minta surat rujukan dokter mata, siapa tau dokternya lebih pro persalinan normal, siapa tau alat usg nya lebih canggil, siapa tau ruang rawatnya lebih nyaman, dan blabblabla lainnyaaa…. Akhirnya aku langsung jemput yuk Tika, dan kita meluncur bareng ke RS Hermina. Dan apakah yg terjadi disanaaa???
    Bener, ada SpOG perempuan yg saat itu lg ada praktek. Dr Yenny namanya. Langsung lah kita daftar, dan antri nunggu dipanggil masuk ruang praktek. Just info, hari itu aku ditemenin ibuk dan ayah (yg nunggu diparkiran aja biar bisa ngebulll XD). Pak suami dimana?? Doi lagi di Jakarta, kerja disana. Sejak usia kandungan 32 minggu kita pisah sementara, aku-nya stay di Palembang buat prepare persalinan.
Lanjut cerita yaaahh… Jd hari itu ; Aku, yuk Tika, dan ibuk nunggu panggilan sambal cekika cekiki. Dan alhamdulillah ga perlu nunggu terlalu lama (karena memang pasiennya ga membeludak), namaku dipanggil suster :”Afnizar Azmy”. Dengan senyum sumringah sambil elus2 perut, kita bertiga menuju ke ruang praktek dr. Yenny.
 Alhamdulillah..



(bersambung)
^.^)//