"Carilah kesalahan pada dirimu sendiri, dan bukannya kepada orang lain; jangan membenarkan diri sendiri dan menyalahkan orang lain; jangan pula memuji muji diri sendiri di depan orang lain. Janganlah suka menjelek jelekan sifat sifat orang lain sehingga pada hari kiamat nanti anjing anjing neraka akan menjelek jelekkan kamu sehingga hancur berkeping keping” (HR. Bukhari)

Monday, February 20, 2012

Berbahagia lah... :)


Terima kasih. Maaf.
Entah kenapa hanya dua kata ini yang aku ingin ungkapkan,
Untukmu, seseorang yang sudah berbaik hati mengingatkanku, mendukungku ..
Juga dua kata ini, ingin ku sampaikan
Padamu, seseorang yang tanpa sadar juga menguatkanku, meluruskanku...

Terima kasih, untuk momen itu, saat dimana kita jalan bersama,
berdua, menghibur diri dan mengisi kekosongan masing-masing ..
Maaf, untuk momen itu, saat dimana kita lupa atau sengaja melupakan ?
berdua, kita terjerumus pada jurang kefanaan dan fitnah dunia ..
Terima kasih, untuk momen itu, saat dimana kita pertama kali berbincang,
berdua, mencoba mencari jawaban di setiap pertanyaan yang berkecamuk..
Maaf, untuk momen itu, saat dimana seharusnya ada yang melawan rasa itu
hingga berdua, kita terperangkap pada imajinasi semu yang tak berujung..

taukah kamu?
Hingga sekarang aku masih tidak tau alasanmu menerima tawaran picik dariku itu.
Tetapi seperti yg sudah kamu baca dari kalimat tadi,
Sesungguhnya saat itu untukku, aku telah melupakan segalanya,
Nafsuku menang, karena hanya sebuah alasan konyol, "aku juga bisa"
Betapa sombongnya aku saat itu, kepada diri sendiri, kepada dunia,
dan taukah kamu?
Sampai saat ini, aku masih tak memiliki alasan untuk menyesali langkah itu
Karena sesungguhnya, semua hikmah justru berawal darinya
Meski seolah nafsu dan ego telah merobohkan dinding-dinding aturan
Meski kesombongan atas diri dan dunia yang seolah kita nikmati...

Terima kasih, karena insya allah saat ini aku sudah lebih baik,
Maaf, karena saat ini nampaknya hanya aku yang merasa lebih baik ..
tapi apakah kamu tau? bahwa kebahagiaanku itu belumlah cukup ..
ya, aku tidak bisa benar-benar bahagia, sedangkan aku tau kamu masih sering dirundung gelisah,,
aku ingin mendukungmu, aku ingin kamu juga bahagia,
tetapi aku hanyalah saudaramu yang terikat karena persamaan iman denganmu,
tiada satu pun hak yang aku miliki pada dirimu, selain hanya hak untuk saling mengingatkan,
Sekali lagi, terima kasih... karena aku telah merasa lebih baik..
Maaf, karena seolah aku tak membagi keadaanku pada siapapun..
Dan apakah kau juga tau? bahwa Dia akan mencukupkan kebahagiaan
Kebahagiaan dibalik setiap kegelisahan yang mencabik..
aku ingin kau dukung, tapi ingin kau juga bahagia..

namun jangan engkau artikan bahwa diriku masih menginginkan ikatan yang lebih kuat dengan dirimu,
karena aku selalu berusaha untuk tak berfikir demikian..
sungguh sekarang aku telah ridha atas dirimu,
sungguh ini membuatku terbebas...
aku ikhlas karena memang itu lah yang selayaknya,
inilah yang aku tunggu, sejak dulu..untukku dan untukmu..
dan karena sesungguhnya allah lebih mengetahui segala sesuatu,
Allah Maha Mengetahui.. Dia Maha Pemberi Petunjuk..
karena Dia lah yang menetapkan segala sesuatunya,
dan Dia juga menjanjikan semua yang terbaik untuk hamba-Nya yang bertakwa..

memang dulu aku sempat rindu, dulu aku sering kesepian jika tak kau temani,
merasa ingin dikuatkan dengan adanya dirimu..
tetapi saat ini, cukuplah bagiku helai demi helai al-quran, yang menemani malam dan subuhku,
mencoba mencari kedamaian dan ketenangan dibalik-Nya..
namun jangan engkau artikan bahwa saat ini aku tidak ingin menjadi temanmu,
aku tetap inginkan itu..
sungguh sekarang aku ingin tau kabarmu,
sembarii sekedar saling menguatkan..
aku tau kamu sosok yang kuat,
meski tak sekuat yang mereka lihat..
tapi izinkanlah aku untuk hanya sekedar mendengar kabar baik darimu, terlebih keluh-kesahmu..
walaupun aku tau kamu telah punya banyak orang untuk kamu bagi kabar baikmu,
dan kamu pun telah punya orang-orang yang bisa menenangkan dirimu dari kegelisahanmu,
sesungguhnya ini aku anggap sebagai janji, bukan tawaran semata..

tapi sekali lagi aku tidak punya hak untuk meminta itu darimu,
sehingga jika lebih baik bagimu, untuk tidak melibatkan aku dengan kabarmu,
maka berbahagialah kamu, semangatlah dalam mencapai tujuan-tujuanmu,
karena kalau tidak, maka aku tidak akan bisa memaafkan diriku, selamanya ..
terakhir, apakah kamu tau??
belum ada sebelumnya,seseorang yang memperlakukanku seperti ini..

Saturday, February 18, 2012

17 Februari 2012.....

Assalammu'alaikum Wr Wb
Pagi-pagi udah dpt sms dari saudara perempuan buat nemenin dia belanja titipan temen-temen, barang-barang rumah tangga. Aku pun langsung beres2 rumah, pergi ke tempat biasanya barang-barang seperti itu dibeli (red : Palembang)
Setelah keliling2 dan tawar menawar, akhirnya semua barang yang ingin dititip berhasil dibeli. Dan karena saat itu mobil parkir jauh dari toko tempat barang2 tersebut dibeli, maka kami harus meminta tolong mereka yang biasa dimintai tolong untuk hal-hal seperti itu. Yaaa, mereka adalah beliau-beliau yang menjadikan kondisi seperti itu sebagai mata pencahariannya. Mengangkat barang2 pesanan ke kendaraan pembeli, menggunakan semacam wadah yang terbuat dari bambu (atau entah apa namanya) dan dikenakan seperti saat kita mengenakan tas ransel. Berattt!!! Entah berapa kg beban yang mesti mereka angkut tiap harinya, dibawah terik sinar matahari, berpeluh keringat, demi mencari lembar demi lembar uang ribuan.. Dan yang membuat miris adalah >> beliau berusia diatas 50tahun!!! T___T membayangkan seharusnya beliau2 beristirahat di usia senja-nya.. Kemana anak-anaknya? bagaimana mungkin membiarkan bapak mereka melakukan hal itu?? Tangan yang sudah tak sekuat dulu, tubuh yang sudah tak setegap dulu, kaki yang sudah tak sekokoh dulu...sesekali berhenti, mengumpulkan tenaga untuk kembali mengangkut barang2 itu.. di usia senja....

Semoga Allah senantiasa menguatkan mereka.. memberikan kebahagiaan yang sesungguhnya, kebahagiaan akhirat... "Lindungilah mereka, YaAllah... Tabahkanlah hati mereka, atas keadaan yang seolah begitu kejam... atas hidup yang seolah begitu tak bersahabat... Engkau Maha Adil.. Engkau pasti melebihkan mereka disisi lain... :)) Terima kasih atas peringatan ini,Ya Allah.. Engkau memperingatkan, bagaimana hamba seharusnya bersyukur... :) "

Karena saudara perempuan langsung pulang dengan mobilnya, biar gak nyusahin, aku pulang dengan bus. Tapi kemudian singgah dimasjid terbesar di kota ini, untuk sholat Dzuhur, dan mengisi waktu membaca Al-Qur'an sebelum waktu Ashar tiba. Saat-saat seperti itulah yang paling menenangkan... :)) di rumah-Nya...

Di perjalanan pulang, seorang seniman masuk ke bus, dan menyanyikan lagu ini...


Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih
Suci lahir dan di dalam batin
Tegaklah ke dalam sebelum bicara
Singkirkan debu yang masih melekat..

Singkirkan debu yang masih melekat..

Anugerah dan bencana adalah kehendakNya
Kita mesti tabah menjalani
Hanya cambuk kecil agar kita sadar
Adalah Dia di atas segalanya..

Adalah Dia di atas segalanya..

Anak menjerit-jerit, asap panas membakar
Lahar dan badai menyapu bersih
Ini bukan hukuman, hanya satu isyarat
Bahwa kita mesti banyak berbenah

Memang, bila kita kaji lebih jauh
Dalam kekalutan, masih banyak tangan
Yang tega berbuat nista... oh
Tuhan pasti telah memperhitungkan
Amal dan dosa yang telah kita perbuat
Kemanakah lagi kita kan sembunyi
Hanya kepadaNya kita kembali
Tak ada yang bakal bisa menjawab
Mari, hanya tunduk sujud padaNya

Kita mesti berjuang memerangi diri
Bercermin dan banyaklah bercermin
Tuhan ada di sini di dalam jiwa ini
Berusahalah agar Dia tersenyum... oh
Berubahlah agar Dia tersenyum

(Untuk Kita Renungkan - Ebiet G Ade)

Dan Subhanallah.... (sekali lagi), hari ini aku kembali diingatkan....
Wassalammu'alaikum Wr Wb

Kutipan (Sakinah Bersamamu-Asma Nadia-) Part 2

Beberapa kutipan dalam tulisan Sakinah Bersamamu-nya ASMA NADIA... (direnungkan yah.. \(^_^)/)
-----------------------------------------------------------------------------------
"Kapankah sensitivitas istri justru membawa ke surga? Jika kita (istri) peka, kapan suami membutuhkan, kapan dia harus didengarkan, dan apa yang membuatnya lebih bahagia..."

"Cinta bukanlah mencari pasangan yang sempurna, tapi menerima pasangan kita dengan sempurna"

"Di manakah bahagia?Ada pada setiap hati yang bersyukur"

"Kadang Tuhan membiarkanmu melakukan beberapa kesalahan sebelum kamu melakukan sebuah kebenaran.. Kadang Dia juga menyediakan beberapa kesempatan sampai kamu menyadari bahwa salah satunya adalah benar-benar milikmu"

"Seseorang mengeluh karena merasa memiliki sepatu yang tidak nyaman, tapi ia kemudian bersyukur ketika di jalan bertemu orang yang tidak mempunyai kaki"

"Tentang berlalunya usia, percayalah bahwa cantik ada di setiap usia, lahir dari hati yang menerima kehendak-Nya, tanpa kehilangan rasa syukur"

"Anda semua mungkin tidak percaya, betapa besar godaan di luar sana, bagi setiap laki-laki, bahkan jika ia hanya seorang supir bajaj. Cuma cinta, dan rumah tangga yang penuh kasih, yang mungkin menutup kisah yang saya ceritakan ini, dengan kebaikan"

"Hal yang paling fundamental untuk mencegah pengkhianatan (atau sikap yang tidak normatif ) dalam hubungan suami istri, adalah IMAN. Keyakinan bahwa setiap tindakan dan ucapan selalu memiliki konsekuensi. Konsekuensi logis dari tindakan negatif adalah hukuman, dan dari tindakan positif adalah penghargaan (pahala)"

"Dosa tak pernah memberi ketenangan"

"Anak lahir dalam kehidupan kita karena sebuah alasan. Tapi satu hal yang pasti, ia hadir karena ialah cermin dari kehidupan kita"

"Sungguh. Belum pernah sebelumnya ada orang yang memiliki pengaruh sebesar ini, hingga saya ingin mengubah seluruh hidup saya. Cinta bukan?"

"Saya tahu. Tapi apakah susahnya bagimu? Saya cuma minta izin, untuk memiliki angan ini, untuk berdo'a kepada-Nya, agar suatu hari dapat memilikimu, hidup bersama melalui masa tua dalam ibadah. Suatu hari.... dua puluh tahun lagi"

"Saya selalu berdo'a, dan tak ingin kehilangan satu waktu sembahyang pun belakangan ini. Saya akan rugi jika melewatkannya, sebab, itu berarti kehilangan kesempatan untuk memohon kepada-Nya"

"Dia mempengaruhi aku, seperti asam memepengaruhi mata uang perak tua" Maxim Gorky

"Taat seorang suami adalah pada ibunya, dan taat seorang istri adalah pada suaminya"

"Segala puji bagi Rabb alam semesta. Seorang perempuan apabila telah dikawinkan maka suaminya lebih berhak terhadapnya daripada kedua orang tuanya, dan taat kepada suami itu lebih wajib atasnya"

"Perempuan itu di sisi suaminya serupa budak dan tawanan, karena itu ia tidak boleh keluar dari rumahnya kecuali dengan izin suaminya"

"Jika kau tanya, kenapa aku memilihmu.. Itu karena Allah memberiku cinta yang ditujukan padamu"

"Kenapa kita menikah? Sebab tanpamu, tak ada pernikahan bagiku"

"Berumahtangga adalah perjuangan untuk terus menerus menghidupkan cinta dari waktu ke waktu, ketika berbagai hal di sekitar berusaha mematikan perasaan kasih itu, sedikit demi sedikit"

Thursday, February 16, 2012

Kutipan (Sakinah Bersamamu-Asma Nadia-) Part 1

Posting ini dibuat karena adanya kekhawatiran melupakan potongan-potongan bermanfaat yang ada pada buku Sakinah Bersamamu-nya Asma Nadia....Mungkin bisa mengingatkan bagi yang pernah baca, dan semoga  memberi manfaat bagi yang belum pernah baca..
-------------------------------------------------------------------------
"Salahkah jika suami masih saja butuh melihat pasangannya menyejukkan pandangan, tidak peduli apa yang telah dilalui istrinya sepanjang hari?? Lalu bagaimana para istri menjaga penampilan ini?
  • Bongkar isi lemari, pisahkan pakaian2 rumah yang sudah tidak layak
  • Cari pakaian2 minimalis untuk dipakai sesekali 'hanya' jika di depan suami
  • Untuk mata suami, mungkin lebih baik mengenakan kaus-celana panjang santai daripada daster (untuk di rumah)
  • Untuk perawatan wajah, cari resep2 tradisional (bengkoang, madu, alpukat, tomat, dll)
  • Ingat, suami biasanya peka (sensi) dengan bau-bauan
  • Coba tanyakan pada suami apakah dia memiliki daftar baju kita yang tidak ia sukai
  • Tidak ada salahnya menanyakan pada suami mengenai penampilan ketika di luar rumah
  • Jangan menolak ketika suami memilihkan baju tertentu (selama tidak melanggar syariat)
  • Membiasakan mengenakan lip balm (agar bibir tidak pecah2) dan bedak tabur sederhana (agar wajah tidak berminyak)
  • Jangan menjadi korban mode!
  • Mencari variasi2 padu-padan pakaian dan jilbab yang tetap syar'i
  • dll...dll.... 
CANTIK memiliki banyak DIMENSI...
Seseorang yang CERDAS akan terlihat MENARIK...
Seseorang yang SABAR akan terlihat ANGGUN...
Sementara mereka yang memiliki AKHLAK BAIK dan TERJAGA KEHORMATANnya, akan memancarkan AURA KESUCIAN...

Mungkin subyektif, tetapi TIDAK HANYA KECANTIKAN LUAR yang harus diupayakan untuk tetap memenangkan hati suami, melainkan JUGA memperbaiki AKHLAK....

Cinta yang kita punya tak ubahnya sepasang tangan menengadah, yang satu selalu menatap rindu kepada yang lain...."
---------------------------------------------------------------------------
Semoga para suami akan memahami usaha yang telah dilakukan istrinya agar tetap terlihat menarik (dengan begitu banyak tanggungjawab yang dilakukannya dirumah, terhadap anak-anak dan imamnya)...
Karena keseimbangan akan diperoleh jika kita dapat (dan mau) saling berbagi....  :))

hanya karena ini berwarna

Ini adalah cobaan, di akhir perjalananku
Ini adalah rintangan, di masa-masa sulitku
Ini adalah peringatan, di saat-saat bimbangku
Ini adalah pengalaman, di cerita hidupku
Ini adalah petunjuk, di gelapnya jalanku
Ini adalah dia... Dia adalah warna...
yang sejak awal tak dapat kuterka...
tak dapat kupahami...
Ku syukuri telah mengenalnya, meski sudah tak ada waktu
Dan di akhir cerita ini...
ingin ku katakan padanya,
"Sungguh, selalu ku do'akan yang terbaik untukmu"


"Jika itu adalah niat yang baik, maka Ia akan memudahkan segalanya... Ia akan mengabulkan do'a hamba yang bersungguh-sungguh memohon pada-Nya"



Wednesday, February 15, 2012

Hidup itu Pilihan

 "Hidup ini hanya untuk sementara, perbanyak teman-perbanyak pengalaman!!!"

Kutipan yang aku baca (pada salah satu jejaring  sosial) ini mengingatkanku akan salah satu kekurangan yang sampai saat ini masih aku "pelihara".. Takut mengambil resiko, sulit memulai sesuatu yang baru dan asing, dan akhirnya larut dalam apa yang disebut sebagai "penasaran" dan "penyesalan"...

    Contohnya saja, sejak kecil aku suka mewarnai, melukis, dan menari. Di masa taman kanak-kanak, aku  tak pernah absen dari segala kegiatan yang berhubungan dengan ketiga hal itu.. Tapi kadang, aku terlalu penakut atau lebih memilih untuk tidak mengambil resiko untuk lebih mengembangkan ketiga hal itu. Pernah beberapa waktu aktif di kursus melukis dan sanggar tari, tapi terlalu enggan untuk serius pada hal-hal itu. Dan akhirnya, semua hanya menjadi salah satu cerita dimasa lalu, yang sebenarnya sampai saat ini masih aku gemari... Sesekali hanya mendengar kabar dari teman-temanku, "si A udah ikut lomba melukis di kota A dan B dan C,mik...dan dia beberapa kali menang", "Aku lumayan dapet banyak pengalaman dan penghasilan menari,mik ", "Kenapa ga aktif lagi,mik?? Sayang..."

    Contoh lainnya adalah ketika saatnya menentukan perguruan tinggi tujuan.. Hanya karena aku merasa lebih aman dan nyaman kuliah dikota asal, aku tak sekalipun sekedar "mencoba" untuk mengikuti test masuk perguruan tinggi (karena sudah diterima lewat jalur khusus).. Alhasil, aku tidak pernah tahu apa itu SPMB, UNMPTN, dll.. Seandainya aku mencoba, bukankah tetap ada peluang aku bisa mengecap pendidikan yang lebih baik? Jujur, kadang iri dan menyesal melihat teman-temanku yang berani kuliah diluar palembang, khususnya di Pulau Jawa..  :(

Mereka yang sepenuhnya memahami potensi dirinya, akan merasakan manfaatnya sendiri-sendiri...
Maka bukankah seharusnya kita memberanikan diri untuk terus berkembang?
Atau tetap ingin selamanya berdiri pada satu wilayah "aman" bagi kita?
Hidup adalah pilihan, perbanyak resiko, perbanyak kesempatan, perbanyak pengalaman, perbanyak teman... :))

 "I will spread my wings and learn how to fly... I will do what it takes till I touch the sky..."
*Aku hanya berdo'a.. mengambil kesempatan untuk melakukan perubahan..


Tuesday, February 14, 2012

I need You, Sovereign of the day of recompense...

I don't need a lot of things,
I can get by with nothing
Of all the blessings life can bring,
I've always needed something
But I've got all I want
When it comes to loving You

You're my only reason,
You're my only truth

I need You like water
Like breath, like rain
I need You like mercy
From Heaven's gate
There's a freedom in Your arms
That carries me through
I need You
You're the hope that moves me
To courage again
You're the love that rescues me
When the cold winds rage
And it's so amazing
'Cause that's just how You are
And I can't turn back now
'Cause You've brought me too far

----by : Leann Rimes----

Sunday, February 12, 2012

Cukupkan janji itu jika tak yakin sanggup penuhi..

“Dan penuhilah janjimu kepada-Ku niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu dan hanya kepada-Ku lah kamu harus takut”
     Aku pernah mendengar, "Jika seseorang taat dan patuh dalam janjinya pada Allah SWT dan rasul-Nya, maka sesungguhnya ia akan terbebas dari janji-janji lainnya". Ketika seseorang dengan mudahnya mengingkari "janji-janji"nya pada apa yang "diyakini" sebagai "pedoman hidup"nya, maka akan lebih mudah baginya untuk melakukan hal yang sama dengan sesamanya... Islam  mengajarkan tiap muslim agar menghiasi dirinya dengan akhlak yg mulia, salah satunya adalah MENEPATI JANJI. 
     Tidak butuh pemahaman yang rumit tentang ini, tapi mengapa tidak sedikit kaum muslimin yang menganggap remeh janjinya?? Seolah apa yang keluar dari lisannya adalah hal yang tak akan dimintai pertanggungjawaban... Apa yang keluar dari lisan kita terkadang hanyalah respon agar terhindar dari kondisi yang tidak diinginkan, melindungi diri, atau sekedar ingin agar lebih dipercaya... 
     Contohnya adalah ketika seorang ibu yang sedang mengajak putrinya (yang masih kecil) pergi ke salah 1 pusat perbelanjaan. Pada suatu ketika, sang anak melihat mainan yang menarik perhatiannya, dan spontan merengek agar sang ibu membelikan mainan tersebut untuknya. Hanya karena agar sang anak tidak menangis saat itu, sang ibu berjanji akan membelikan mainan itu besok, atau minggu depan, atau tahun depan... Dan karena sang anak mempercayai ibunya, maka ia setuju untuk tidak merengek lagi (saat itu)... 
Sadarkah sang ibu bahwa saat itu telah berlangsung "janji" dan "komitmen" ??
Sadarkah bahwa "janji" dan "komitmen" itu adalah "amanah" yang akan dimintai pertanggungjawaban??
                     “Sesungguhnya setiap janji akan dimintai pertanggungjawaban

    Contoh lainnya adalah kita sering kali berjanji "aku akan ..... jika kamu.....", tetapi ketika kondisi "jika" terpenuhi, kita malah melupakan implikasi "akan" yang ada diawal. Bukankah itu juga amanah?? Berapa kali kita melakukan itu... Naudzubillah min Dzalik.. "Ya Allah, hamba tidaklah luput dari dosa, termasuk dalam menjaga amanah ( setelah adanya ahd "janji" dan aqd "komitmen" )... Namun semoga selalu Engkau ingatkan atas apa-apa yang telah hamba janjikan, sehinggga tidak menjadi lalai, lupa, bahkan ingkari..." Aamiin...

     "Karena sebagian besar dari kita tak akan memberikan kepercayaan dengan kadar yang sama kepada siapa-siapa yang pernah mengingkari..."

( ----untuk semua yang pernah mengingkari dan diingkari----)

Tuesday, February 7, 2012

Inilah Aku...!!

      Setiap manusia mempunyai karakter dan sifatnya masing-masing, itu benar...Kita semua sudah mengetahui hal itu... Sifat dan karakter yang katanya tak bisa diubah. Tak sedikit dari kita dengan bangganya mengatakan "Inilah aku..seperti inilah aku dengan semua kekurangan dan kelebihan yang diberikan-Nya untukku, terserah kalian mau terima atau tidak..!"

     Allah menciptakan makhluknya dengan kekurangan dan kelebihannya masing-masing, ITU BENAR!! Tidak semua wanita itu cantik, tidak semua ilmuwan itu pintar, tidak semua pengusaha itu kaya, tidak semua ulama itu benar, dll.. Bukankah tak akan pernah ada manusia yang menyebut dirinya "kaya", selagi yang lainnya tak mengaku "miskin"??? Tapi tetap saja, Allah Maha Adil... Semua kelebihan diterima dengan bijak, dan kekurangan disyukuri dengan lapang...   :))

     Dibalik itu semua, pernahkan kita merenung, "Dapatkah kekurangan-kekurangan itu justru menjadi kekuatanku??". Ya, menerima dan mensyukuri kekurangan diri adalah hal yang bijak, tapi alangkah baiknya jika ditindaklanjuti...
Saya bukanlah orang yang mengetahui kekurangan dan kelebihan diri dengan baik, tetapi sedang mencoba memahami korelasi antara keduanya...
Terus koreksi dan perbaiki diri, hari ke hari- bulan ke bulan-tahun ke tahun, dan kita akan melihat hasilnya...berkaca, dan katakan "Inilah Aku...!!!"