"Carilah kesalahan pada dirimu sendiri, dan bukannya kepada orang lain; jangan membenarkan diri sendiri dan menyalahkan orang lain; jangan pula memuji muji diri sendiri di depan orang lain. Janganlah suka menjelek jelekan sifat sifat orang lain sehingga pada hari kiamat nanti anjing anjing neraka akan menjelek jelekkan kamu sehingga hancur berkeping keping” (HR. Bukhari)

Saturday, March 31, 2012

Ku gambarkan mereka.. *Aulia Khairunnisyah

Udah beberapa lama nyoba nulis di blog (biasanya di laptop, binderan ato sekedar note kecil), aku baru nyadar kalo aku sama sekali belum bikin tulisan tentang sahabat-sahabat aku.. :)
Karena itu,sekarang aku coba untuk bikin gambaran tentang mereka..

Mulai dari yang pertama, Aulia Khairunnisyah...
Cewek yang lebih tua 2 bulan dari aku ini ialah temen yang aku kenal sejak di tingkat I Sekolah Menengah Pertama, SMP N 3 Ariodillah, Palembang. 
Temen yang sifatnya ga jauh beda ama aku, dan mungkin karena itu,sampe sekarang kita masih (dan akan selalu) saling menjaga komunikasi, walau cuma sekedar say hello lewat sms.
Dia anak bungsu dari 5 bersaudara, tipe orang yang gampang tersinggung, mudah terpancing emosi, ga bakal nyembunyiin mood-nya dimanapun berada, kadang2 manja, tapi kadang malah bisa dewasa banget.
Setelah keluarga, dia orang pertama yang aku bagi suka n duka yang aku rasain.
Nyaris ga ada rahasia antara aku dan dia.

Tapi karena kita beda kampus ( alhamdulillah SMA juga sama ), kita sempet jarang ketemu karena kesibukan masing-masing.
Dan untuk kurun waktu aku, aku nemuin beberapa perubahan dalam dirinya.
Jauh lebih dewasa dari sebelumnya, lebih bisa ngendaliin emosi, udah jauh lebih mandiri ( udah berani naik angkutan umum sendirian), dan yang paling menonjol adalaaaah : dia udah mahir masaaaak! *ini sempet bikin aku kagum banget ama perubahannya
:))

Suatu hari nanti, saat salah satu dari kami telah mendahului yang lainnya, aku harap semua yang dilewati bersama, akan tetap tersimpan rapi dalam hati kami masing-masing..

"Heeeeii, love and miss you,beib!!!"

Aku bangga!

*Tulisan ini dibuat untuk mereka, dua sosok paling berpengaruh dalam hidupku. Meski kemungkinan tulisan ini dibaca oleh yang bersangkutan sangat kecil, tapi (seperti biasa) aku tak perlu alasan untuk menulis, apa dan untuk siapa pun itu.. :)

Assalammu'alaikum,ibu..
Hehe..  jam segini pasti lagi repot ngurusin 3 kings kita ya?! mandiin, kasih makan pagi, trus ngajak main n belajar. Eh, tapi ini hari sabtu, ada mama n papanya, artinya ibu bisa istirahat lebih banyak. :)
Cuma mau pesen ama ibu, jangan kecapean disana.. Kalo pagi hari masih harus sendirian ngurus mereka,tetep jaga kesehatan,makan yang banyaaakk.. :( biar badannya ga kurus kaya sekarang..
Susunya juga jangan males diminum..
Maaf ga bisa ada disana, untuk sekedar bantuin dikit2.. :(
Maaf juga, untuk semua kesalahan yang aku buat selama ini, yang udah ngerepotin, yang kadang ga ngerti kalo ibu juga bisa cape..
Minta do'anya ya bu, semoga apa yang aku jalani sekarang adalah apa yang baik dan berkah buat aku.
Doa'in juga semoga selalu dikelilingi orang2 yang senantiasa takut ama Tuhan nya.
Jangan terlalu khawatir perihal keadaan aku disini, aku kn anak ibu yang mandiri.. :p
*kangen masak bareng ibu,di dapur kita itu..
*kangen diurusin aa ibu kalo lagi sakit
*kangen berantem ama ibu
Just wanna say,"I Love You,Mom!!!" *bighug :* :* :*
Wassalammu'alaikum


Assalammu'alaikum,ayah..
Hmm,jam segini pasti udah ada di kenten juga ya? berantem ama dedek akhtar.. :p
Ayah jangan terlalu sering mondar-mandir kesana-sini,kalo ga penting banget urusannya. Sekarang kan udah ga muda lagi, udah ga fokus berkendaraan, hati-hati, jngan sampe kaya dulu itu, T_T
Kurangin lah ngerokoknya, :(( ga baik untuk kesehatan yang ga stabil lagi kaya dulu..
Ayah jangan terlalu banyak fikiran, istirahat aja yang banyaaakk..!
Oke? okee?!
Maaf juga ga bisa nemenin ayah dalam kondisi-kondisi yang aku tahu ayah bakal ngerasa kehilangan.
Aku disini baik-baik aja,temennya baik semua alhamdulillah.
Kalo lembur,pulangnya juga ama temen, jadi jangan khawatir yaa :* 
:) Love you so much,dad..

Wassalammu'alaikum

Dia yang Namanya Tak Bisa Disebut

 Aku bukanlah seorang penulis, yang dapat meluapkan semua emosi dan fantasinya lewat sebuah tulisan. Juga bukan seorang pujangga yang menyiratkan pesan dan maksud dalam untaian kata.
Tapi aku ingin menulis, sekedar sebagai sarana pengingat saat aku ingin mengenang emosiku pada suatu ketika, atau juga sebagai sarana penyampaian pesan kepada dia yang "mungkin" membaca tulisan-tulisanku..

Dan pagi ini,entah untuk tujuan yang mana,dan aku tak peduli untuk tujuan yang mana,aku susun beberapa kata untuknya,yang selalu berada disampingku,meski kadang tak bisa ku rasakan..

Dia,yang telah memilihku.. Sebagai satu-satunya yang menemani harinya, menjadi tempatnya berbagi segala keluh dan suka, menjadi tempatnya bersandar disaat letih,dan menjadi satu-satunya yang ada untuknya..
Bersamanya adalah sebuah kurun waktu yang berwarna bagiku. Menyimpan semua suka dan duka yang mungkin tak mungkin dapat kutemui jika tidak dengannya.
Dalam tulisan ini, ku katakan semua rasa terima kasih yang dapat kusampaikan padanya. Untuk semua waktu, perhatian, dukungan, dan semua yang pernah ia berikan.
Sungguh, aku menyayanginya..
Namun k harap tak melebihi sayangku pada-Nya..
Aku hanyalah hamba yang penuh dengan khilaf.
Aku tak sempurna, bahkan selamanya tak akan mungkin.
Untuk dirinya  yang menginginkan kesempurnaan itu, maka aku bukanlah orangnya, meski aku selalu berusaha memperbaiki diri, menjadi layak...

Tapi aku sudah tak ingin lagi meninggikan diri, hingga aku tak dapat lagi melihat ke bawah..
Aku akan disini, menunggunya..untuk merendahkan diri..

Jika memang ini baik, Allah akan mempertemukan lagi di moment yang lebih indah..paling indah..

Tapi jika memang ini bukan yang terbaik, maka yang terbaik yang bisa ku lakukan adalah mengikhlaskan semuanya..
Kurun waktu yang tak akan terlupa..
Dan selalu ku doakan yang terbaik untuknya, untukku, untuk kita..

Dan untuk satu kejujuran lagi yang tak mungkin ku simpan, bahkan mungkin kau juga merasakan..
Maaf..
Untuk kegagalanku menjaga hati..
Yang sering merisaukanku kemarin..

Namun saat ini, semua sudah lebih baik.. semua sudah lebih jelas.. semua sudah lebih ringan..
Aku tahu tak pantas meminta, tapi aku hanya dapat berdoa, untuk dipertemukan dengannya, yang akan menjadi pemimpinku kelak.. siapapun orangnya, aku yakin ia yang terbaik.. :)

Friday, March 16, 2012

Kisah Manis Hati Anakanda

Mata Amira sudah merah, dan ada surat di tangannya. Entah beberapa kali Amira membaca surat itu, tetapi setiap kali membacanya, pada setiap kali itu juga hati Amira umpama dirayapi semut merah yang bisa.
Amira sekali lagi membaca surat di tangannya.
Assalamualaikum,
Apa khabar anakanda di sana? Ayah doakan semoga anakanda ceria semasa membaca surat ini. Maafkan ayah kerana masih ketinggalan zaman. Perkara yang sepatutnya diberikan melalui e-mel, ayah hantarkan melalui surat. Salah ayah juga kerana tidak bertanya e-mel baru anakanda.
Ringkaslah ceritanya, ayah sudah tahu kisah anakanda daripada bonda. Kisah manis hati anakanda. Namun janganlah anakanda khuatir sehingga surat ayah ini anakanda berhenti baca, kerana ayahanda bukanlah mahu marah, bukan juga mahu mengarah-ngarah anakanda yang sudah dewasa, melainkan ayah cuma mahu bercerita kepada anakanda berkenaan apa dalam hati ayah ini.
Ayah yakin dan sangat percaya, anakanda adalah anak yang solehah, yang taat kepada agama. Namun pada usia anakanda, ayah juga tahu suatu perkara, anakanda dalam diam sedang berperang dengan perasaan di dalam dada.
Ayah khuatir betul dengan perkara yang namanya cinta. Walaupun sudah ayahanda jelaskan, dan walaupun puas bonda terangkan kepada anakanda berkenaan cinta, pasti ada ketika hati anakanda terdetik juga mahu mencuba apa rasanya cinta, dan ayah tahu sudahlah datang waktu itu kepada anakanda.
Janganlah salahkan bonda kerana memberitahu ayah, tetapi ayah jugalah yang salah kerana setiap hari ayah bertanya tentang kamu daripada bonda. Bonda kamu itu sangat taat kepada ayah, dan tidak mungkinlah dia mampu merahsiakan sesuatu pun daripada ayah.
Ingat lagi ayah, pada ketika anakanda baru empat tahun dan anakanda mahu membeli belon warna merah. Ayah belikan dan anakanda sangat gembira. Anakanda terus berlari-lari dengan belon merah di tangan sambil ketawa riang. Malangnya, belon anakanda pecah tergeser daun lalang. Anakanda menangis, dan ayah sekuat hati memujuk anakanda dan waktu itu walaupun anakanda sangat kecewa, marah dan sedih tetapi tetap juga anakanda terpujuk dengan kata-kata ayah.
Terpujuk apabila ayah mengangkat anakanda tinggi dan meletak anakanda pada bahu ayah. Anakanda gembira, dan tangisan pun mereda.
Namun kini, apa yang ayah takutkan semasa anakanda umur empat tahun, terjadi lagi. Bukan lagi belon yang pecah tetapi akankah hati anakanda yang pecah? Itulah yang ayah khuatirkan tentang anakanda, pada ketika umur anakanda sudah tidak mungkin ayah meletak anakanda pada bahu ayah, itu juga bermakna anakanda tidak mungkin lagi terpujuk.
Itulah cinta sebelum nikah, ia seperti belon merah yang anakanda inginkan semasa kecil. Ia lembut, ia menggoda dan ia nampak manis. Namun hakikatnya, ia sangat nipis, dan banyak perkara mampu membuatnya pecah pada ketika anakanda membawanya berjalan di jalan penuh lalang.
Ayah, berharap tahan-tahan dahulu perasaan kamu itu. Jangan ditunjuk kepada si lelaki sehingga anakanda terlihat murah. Sekiranya anakanda mampu menahan rasa rindu kepada bonda dan ayah di sini, apalah sangat menahan rasa suka kepada lelaki yang entah siapa.
Banyakkan ingat Allah sayang. Banyakkan menyebut namanya. Berzikirlah, bertahmidlah, bertasbihlah dan bertakbirlah. Banyakkan membaca ayat-ayat-Nya. Kerana hanya kepada Dia anakanda dapat bergantung dengan sepenuh hati selepas ayah dan bonda jauh dari anakanda.
Janganlah pula anakanda menyangka ayah ini kolot orangnya sehingga tidak mahu anakanda bercinta. Tidak salah anakanda bercinta, cuma bagi setiap perkara akan ada masanya yang tepat. Seperti embun yang lembut, tidaklah ia turun ketika matahari sudah tegak di kepala, tidak juga turun pada ketika matahari condong ke barat, ia turun pada waktunya yang tepat, walaupun singkat tetapi itulah yang terindah untuknya.
Sedangkan embun di hujung daun pun punya waktu, apatah lagi cinta yang lebih besar daripada itu. Sekiranya anakanda bertanya, bila waktu yang tepat untuk yang bernama cinta? Jawab ayah, pada ketika semuanya sudah bersedia.
Cinta itu anakanda, bukan sekadar hati yang bersedia menerima dan memberi tetapi, fikiran juga perlu bersedia, emosi perlu bersedia, fizikal perlu bersedia, dan paling utama, adakah pasangan anakanda itu juga sudah bersedia untuk semuanya? Bersedia menerima dan memberi? Pada ketika hanya hati yang bersedia, pada ketika itulah cinta itu umpama belon yang mudah pecah.
Pada ketika anakanda sudah tidak mampu menahan rasa hati, ingatlah anakanda ayah dan bonda di sini. Jaga air muka kami dengan menjaga air muka anaknda, jaga maruah kami dengan menjaga maruah anakanda, dan jaga akhirat kami dengan menjaga akhirat anakanda. Ingat jugalah, jodoh itu terkadang datang lebih awal daripada cinta.
Sekiranya anakanda berasa surat ayah ini sudah keterlaluan, ketahuilah, ayah memang keterlaluan dalam soal sayang dan kasih kepada anakanda. Sayang ayah dan bonda kepada anakanda, keterlaluan sepertinya matahari yang terik, bukannya seperti matahari pagi tidak juga seperti matahari senja.
Sekiranya keterlaluan sayang dan kasih itu salah untuk anakanda, maafkan ayah kerana ayah tidak mampu untuk mengurangkannya. Tidak mampu walaupun sekuman. Baik buruk anakanda, anakanda tetaplah permata dalam hati ayah. Kerana anakanda sudah memegang hati kecil ayah ini sehinggalah saat ayah mati, sedang ayah hanya mampu memegang tangan anakanda semasa anakanda masih kecil.
Akhir kata, semoga anakanda sudah mengerti sedikit hati ayah. Tidak banyak, sedikit pun itu sudah membuat ayah tersenyum. Jadi jaga diri anakanda, kerana ayah dan bonda sudah setiap waktu mendoakan kesejahteraan anakanda dengan air mata. Sekiranya tidak mungkin ayah memegang dan memimpin tangan anakanda sekarang, izinkan ayah memegang dan memimpin anakanda dalam doa ayah.
Salam sayang, Ayah.

Kutip dari salah satu tulisan yang ada di http://www.iluvislam.com
Semoga selalu dapat mengingatkan.

Thursday, March 15, 2012

Untuk Si Merah

Kenten ( Palembang), 15 Maret 2012


Tak banyak yang bisa ku gambarkan,
tentangnya,
yang tlah setia menemani tiap bahagiaku...
Tak sedikit yang dapat ku lukiskan,
padanya,
yang tetap setia menguatkan dikala duka ku...


Ingin ku tuliskan apapun yang bisa buatku mengenangnya,
dimanapun kelak...

No matter what's it

Till you came, and made something different with my life..
Thought of you..
Worried about you..
And often being stronger by you..


I don't know what does it mean to be..
You never showed me off...
And now, I know you're giving me way.. 
to think over..
to make a decision..


Just because everything's changing,

No matter what's it, 
you is the one, 
the right one,
at the wrong time...

Friday, March 9, 2012

Never Going To

( Copas dari email yang dikirim temen )

never going to give you up,
never going to let you down,
never going  to run round and desert you,

never going to make you cry,
never going to say goodbye,
never going to tell a lie and hurt you

From the Deepest

I seek refuge in You...
from the darkness..
from the restlessness...
from the devil which You created...


By time..
Indeed, I am in loss...
and don't know The One Who is to take me out..
Indeed Allah is ever, over me, an observer...
till the earth is shaken with final earthquake...
disengages it's burdens..


By time...
When the victory of You has come into my soul..
please let me keep that feeling..
Don't let competition in worldly, increase diverts me..
please keep my heart..
till The Day of Recompense...
The Day of Pleasure..


I believe,  You always be there...  with me..
\(^_^)/
And... from the deepest of my heart,
I love You...

Saturday, March 3, 2012

Ingatlah Hari Ini

"Jika tua nanti kita tlah hidup masing-masing, ingatlah hari ini"
"Dengan kocak sejuta mimpi, engkau datang menghampiriku, tuk teriakkan segala asa-mu"
"Ketika kesepian menyerang diriku....ku tahu satu cara sembuhkan diriku >> Ingat teman-temanku..."
"Kita terharu, seakan tiada bertemu lagi"
"Bersenang-senanglah, karena hari ini akan kita rindukan"
"Bersenang-senanglah, karena hari ini akan kita banggakan..dihari tua.."
"Mungkin diriku masih ingin bersama kalian.."
"Ada hati membara erat bersatu, getar seluruh jiwa tercurah saat itu"
"All the words I need to hear to always get me through the day,and make it OK"
Mungkin terlihat kekanak-kanakan..
Seolah belum mengerti makna hidup yang sesungguhnya,
bahwa setiap pertemuan akan berakhir pada perpisahan (yang sesungguhnya)
kecuali pertemuan kembali di masa yang lebih nyata... surga-Nya..

Mungkin terkesan berlebihan..
Seolah belum memahami akan datangnya suatu masa,
dimana kita kan melangkah sendiri-sendiri,
ke arah yang memang telah dituliskan-Nya untuk kita...

Seharusnya menjadi lebih bijak...
Memilah dan memilih kapan harus bersedih atau justru bahagia..

Hari ini...
Jujur aku katakan, pada kalian...
yang telah ada..
yang memang ada..
dan akan selalu ada...
bahwa aku mendapatkan sensasi khusus,
yang aku sebut sebagai "sedih"...
juga merasakan sensasi lainnya,
yang aku nyatakan sebagai "bahagia"...
Sedih karena seolah kita tak akan bertemu lagi..
Bahagia karena ini adalah awal langkah kalian..

Saat bimbang, ingatlah ada kami...
yang selalu siap menopang..
Saat ragu, jangan lupakan ada kami...
yang senantiasa siap memapah..

Kita bukanlah air dan api...
bukan hitam dan putih..
kiri dan kanan..
bukan pula terang dan gelap..

Kita adalah akar dan batang...
yang ada untuk saling MENGUATKAN...

5 tahun kemudian...
Datang padaku, dan katakan sambil tersenyum, "Lihatlah aku saat ini, teman!!! Kau bangga,bukan??!"

( Saya dedikasikan untuk mereka... APB, RAO, MW, AS )
\(^____^)/

Terus semangat!

*kutip >> " diawali dg senyuman kita bertemu, bersama kita jg tersenyum n andai pisahpun hrs senyum yg sbg tanda "bangga" mengenal kalian "