"Carilah kesalahan pada dirimu sendiri, dan bukannya kepada orang lain; jangan membenarkan diri sendiri dan menyalahkan orang lain; jangan pula memuji muji diri sendiri di depan orang lain. Janganlah suka menjelek jelekan sifat sifat orang lain sehingga pada hari kiamat nanti anjing anjing neraka akan menjelek jelekkan kamu sehingga hancur berkeping keping” (HR. Bukhari)

Wednesday, November 19, 2014

Hari Bahagia

Pangkalpinang,

Udah berencana buat bikin postingan tentang "Hari Bahagia" 11 Oktober kemarin, tapi belum terealisasi karena mesti hijrah ke Pangkalpinang. Alhamdulillah hari ini ada waktu luang dan sinyal internet kantor yang mendukung.. hihihiii.. *NyengirKuda

Flashback ke 11 Oktober 2014, dimana diadain akad nikah dan resepsi pernikahan aku dan calon suami (*sekarang udah jadi suami yaaah) di Palembang. Akad nikah alhamdulillah berjalan lancar jaya, tanpa sesuatu halangan yang berarti.

Palembang, 11 Oktober 2014
07.30 WIB
Iring2an keluarga mempelai datang, langsung dimulai dengan acara seserahan. Sebenernya 'seserahan' biasanya diadain beberapa waktu sebelum akad nikah, sekitar 2 minggu sebelumnya. Tapi berhubung lokasi keluarga calon suami yang domisili di Jakarta dan Lampung, jadi disepakatin buat digabung langsung aja sama akad nikah dan resepsi. XD
Berikut penampakannya....

09.05 WIB
Jantung makin deg degan saat makin dekat ama prosesi ijab qabul. Dan karena mempelai wanita ga boleh keluar dulu sebelum ijab qabul selesai, aku jadi cuma bisa denger ijab qabulnya dari dalem kamar aja. heheee... Dan setelah itu baru keluar untuk tanda tangan berkas2 dan salam-salaman minta doa restu dengan keluarga.
 Prosesi ijab qabul 

 Prosesi salam-salaman meminta doa restu (*nangis bombay)

Allah memberi apa yang kita butuhkan pada waktunya,
pada tempat yang telah Ia rencanakan
pada setiap hati yang telah Ia bolak-balikan
Ayah dan Ibu memberi semua yang mereka usahakan,
pada setiap kasih sayang pada anaknya
untuk semua senyum bahagia dan air mata.
Alhamdulillah.....
Terima kasih, Yaa Allah...
Telah membuat hamba kuat menjalani setiap takdirmu
Terima kasih, Ayah dan Ibu...
Untuk semua belaian sayang pada kepala yang rapuh ini
Untuk menjadi kuat, menjalani semua garis kehidupan ini.
Semoga ini akan menjadi awal yang baik,
untuk setiap hari yang semakin baik nanti.
Aamiin...

09.30 WIB
Setelah selesai prosesi salam-salaman dan doa, aku dan suami langsung prepare untuk acara resepsi. Ganti kostum, dan langsung berangkat ke lokasi, Gedung Aula Kampus Tridinanti Palembang. Serangkaian acara resepsi alhamdulillah berjalan lancar. 
Terima kasih untuk semua doa tulus hati...
Terima kasih untuk tiap langkah yang telah hadir...
Terima kasih untuk semua pertolongan dan bantuan...

Terima kasih, untuk menjadi bagian dari cerita ini... 




Monday, November 10, 2014

Langkah Baru, Semangat Baru

Hai, apa kabar kamu? Masih menyimak potongan-potongan cerita ini?

Pangkalpinang, 10 November 2014
Hmmm... resmi resign dari WIKA Insan Pertiwi a.k.a WIKA Rekayasa Konstruksi akhir Agustus lalu, aku pun resmi jadi "pengacara". Bener-bener sibuk ngurus ini dan itu untuk keperluan resepsi nikah tanggal 11 Oktober 2014. Sengaja dengan sombongnya ga minta bantuan siapa-siapa untuk ngurus persiapannya, akhirnya sempat keteteran sendiri. >.<)!!!
Tapi yaaa, alhamdulillah semua lancar jaya, walaupun banyak kekurangan di sana-sini.

By the way, kalo ngomongin masalah nikah, beberapa orang jadi "alergi". Bisa jadi karena mereka emang "belum mau nikah" sementara pacarnya udah nuntut buat dinikahin, atau karena mereka "penget banget nikah" sementara calonnya belum ada. Tapi alhamdulillah aku bukan yang pengen banget-buru2-kudu nikah cepet, bukan juga yang asik berkarir ampe lupa nikah. Well, itu semua pilihan kan??

Mungkin banyak yang bertanya-tanya kenapa aku mutusin buat nikah secepet ini, terhitung baru oktober tahun lalu ada musibah yang bikin aku batal nikah. Banyak juga yang nanya, "apa yang buat aku yakin buat nikah?", "Apa ga kecepetan, mik?", "Coba dipikir2 dulu deh", dan teman teman.
Tapi buat aku ini bukan masalah waktu, tapi alasan kenapa kita yakin untuk memulai semuanya bareng orang tersebut, yang notabene baru aja kita kenal.
Ada beberapa hal yang (dari dulu) selalu jadi alasan kenapa aku memulai hubungan dengan seseorang (tapi ga bisa aku sebutin disini yaaahh.. ihihii). Yang jelas, itu bukan cerita ttg apa pekerjaannya, siapa bapak dan ibunya, berapa luas tanah yang dia punya, apa kendaraan pribadinya, penampilan fisiknya gimana, kuliah dimana, IPK berapa, dll. Semuanya cukup aku jalani dengan niat yang baik, selama Allah kasih jalan, Insya Allah itulah yang terbaik untuk kita. Jodoh ga bakal ketuker kan? Toh banyak dari mereka yang sampai saat ini tiap malam berdo'a agar didekatin sm jodohnya, ada yang beberapa kali kandas dalam menjalin hubungan, atau mereka yang sudah hampir nikah tapi terpaksa harus batal. So? Aku patut bersyukur! :))

And finally, here I am, Pangkal Pinang.
Ga pernah kepikiran buat tinggal dan netap di kota ini, faktanya udah sekitar 3 minggu aku disini. Ga ada hal-hal yang diluar ekspektasi aku sebelumnya. Kotanya memang jauh dari hiruk pikuk yang biasa jadi pemandangan di Jakarta (atau bahkan Palembang saat ini), ga banyak gedung2 perkantoran yang menjulang (paling tinggi yaaa kantor Gubernur nyaaa... wkwkwk), ga ada pemandangan mobil berbaris atau klakson sahut menyahut karena macet, dkk. Loh? Sepi banget kah?! Ga. Ini mirip Palembang sekitar 15 tahun lalu. Baru ada beberapa supermarket, ex: R*mayana, h*permart, dan 1 pusat perbelanjaan yang mirip ama Pasaraya J* kalo di Palembang. Tapi untuk hiburan? tentu dsini nawarin keindahan alam, yang ga bisa kita nikmatin di Palembang. Yup, apalagi kalo bukan wisata bahari alias pantai. Kita bisa nikmatin suasana pantai kapan aja kita mau, cuma dengan HTM 3K!!! @.@)!!

Trus, gimana masalah kerjaan?
Banyak juga yang nanya kalo nanti apa aku bakal kerja setelah nikah. Hmmm, ini bukan prioritas hidup aku dari dulu. Tapi memang, jujur aku suka aktivitas dluar rumah, ketika kita berkomunikasi dengan banyak orang, mengenal dan memahami tiap2 karakter yang berbeda, banyak pelajaran yang bisa aku dapetin dari sana. That's why dulu aku ga pernah berpikir untuk pindah-pindah kerja, karena bagi aku semua yang udah aku dapetin di tempat kerja yang lama udah lebih dari cukup. Aku dapetin keluarga baru disana. :)
Dan itulah yang coba aku lakoni disini. Setelah 2 bulan ga kerja, alhamdulillah hari ini jadi hari pertama aku di kantor yang baru. Di salah satu kontraktor bidang pemasangan alat2 listrik, ex: SUTR, SUTM, gardu induk, dll. Lingkungannya? Alhamdulillah sejauh ini luar biasa enak, temen2 yang baik (walaupun sebagian besar lebih tua sih.. hehe), lokasi yang deket dari rumah, dan beberapa faktor lainnya.
Sampe kapan? Sampe suami kasih izin buat kerja, selama aku masih bisa jalanin tanggungjawab sebagai istri. Aku bakal berhenti kapanpun dia minta.

Dan begitulah, sebuah cerita baru akan dimulai dari sini, dari kota kecil di Indonesia, dari sebuah rumah mungil di kota itu, dari sebuah hati yang selalu ingin merasakan dan menyebarkan kebahagiaan.
Langkah baru, Semangat baru!
Cintailah hidupmu, maka hidup akan selalu membuatmu merasakan cinta.