"Carilah kesalahan pada dirimu sendiri, dan bukannya kepada orang lain; jangan membenarkan diri sendiri dan menyalahkan orang lain; jangan pula memuji muji diri sendiri di depan orang lain. Janganlah suka menjelek jelekan sifat sifat orang lain sehingga pada hari kiamat nanti anjing anjing neraka akan menjelek jelekkan kamu sehingga hancur berkeping keping” (HR. Bukhari)

Saturday, March 3, 2012

Ingatlah Hari Ini

"Jika tua nanti kita tlah hidup masing-masing, ingatlah hari ini"
"Dengan kocak sejuta mimpi, engkau datang menghampiriku, tuk teriakkan segala asa-mu"
"Ketika kesepian menyerang diriku....ku tahu satu cara sembuhkan diriku >> Ingat teman-temanku..."
"Kita terharu, seakan tiada bertemu lagi"
"Bersenang-senanglah, karena hari ini akan kita rindukan"
"Bersenang-senanglah, karena hari ini akan kita banggakan..dihari tua.."
"Mungkin diriku masih ingin bersama kalian.."
"Ada hati membara erat bersatu, getar seluruh jiwa tercurah saat itu"
"All the words I need to hear to always get me through the day,and make it OK"
Mungkin terlihat kekanak-kanakan..
Seolah belum mengerti makna hidup yang sesungguhnya,
bahwa setiap pertemuan akan berakhir pada perpisahan (yang sesungguhnya)
kecuali pertemuan kembali di masa yang lebih nyata... surga-Nya..

Mungkin terkesan berlebihan..
Seolah belum memahami akan datangnya suatu masa,
dimana kita kan melangkah sendiri-sendiri,
ke arah yang memang telah dituliskan-Nya untuk kita...

Seharusnya menjadi lebih bijak...
Memilah dan memilih kapan harus bersedih atau justru bahagia..

Hari ini...
Jujur aku katakan, pada kalian...
yang telah ada..
yang memang ada..
dan akan selalu ada...
bahwa aku mendapatkan sensasi khusus,
yang aku sebut sebagai "sedih"...
juga merasakan sensasi lainnya,
yang aku nyatakan sebagai "bahagia"...
Sedih karena seolah kita tak akan bertemu lagi..
Bahagia karena ini adalah awal langkah kalian..

Saat bimbang, ingatlah ada kami...
yang selalu siap menopang..
Saat ragu, jangan lupakan ada kami...
yang senantiasa siap memapah..

Kita bukanlah air dan api...
bukan hitam dan putih..
kiri dan kanan..
bukan pula terang dan gelap..

Kita adalah akar dan batang...
yang ada untuk saling MENGUATKAN...

5 tahun kemudian...
Datang padaku, dan katakan sambil tersenyum, "Lihatlah aku saat ini, teman!!! Kau bangga,bukan??!"

( Saya dedikasikan untuk mereka... APB, RAO, MW, AS )
\(^____^)/

Terus semangat!

*kutip >> " diawali dg senyuman kita bertemu, bersama kita jg tersenyum n andai pisahpun hrs senyum yg sbg tanda "bangga" mengenal kalian "

Monday, February 20, 2012

Berbahagia lah... :)


Terima kasih. Maaf.
Entah kenapa hanya dua kata ini yang aku ingin ungkapkan,
Untukmu, seseorang yang sudah berbaik hati mengingatkanku, mendukungku ..
Juga dua kata ini, ingin ku sampaikan
Padamu, seseorang yang tanpa sadar juga menguatkanku, meluruskanku...

Terima kasih, untuk momen itu, saat dimana kita jalan bersama,
berdua, menghibur diri dan mengisi kekosongan masing-masing ..
Maaf, untuk momen itu, saat dimana kita lupa atau sengaja melupakan ?
berdua, kita terjerumus pada jurang kefanaan dan fitnah dunia ..
Terima kasih, untuk momen itu, saat dimana kita pertama kali berbincang,
berdua, mencoba mencari jawaban di setiap pertanyaan yang berkecamuk..
Maaf, untuk momen itu, saat dimana seharusnya ada yang melawan rasa itu
hingga berdua, kita terperangkap pada imajinasi semu yang tak berujung..

taukah kamu?
Hingga sekarang aku masih tidak tau alasanmu menerima tawaran picik dariku itu.
Tetapi seperti yg sudah kamu baca dari kalimat tadi,
Sesungguhnya saat itu untukku, aku telah melupakan segalanya,
Nafsuku menang, karena hanya sebuah alasan konyol, "aku juga bisa"
Betapa sombongnya aku saat itu, kepada diri sendiri, kepada dunia,
dan taukah kamu?
Sampai saat ini, aku masih tak memiliki alasan untuk menyesali langkah itu
Karena sesungguhnya, semua hikmah justru berawal darinya
Meski seolah nafsu dan ego telah merobohkan dinding-dinding aturan
Meski kesombongan atas diri dan dunia yang seolah kita nikmati...

Terima kasih, karena insya allah saat ini aku sudah lebih baik,
Maaf, karena saat ini nampaknya hanya aku yang merasa lebih baik ..
tapi apakah kamu tau? bahwa kebahagiaanku itu belumlah cukup ..
ya, aku tidak bisa benar-benar bahagia, sedangkan aku tau kamu masih sering dirundung gelisah,,
aku ingin mendukungmu, aku ingin kamu juga bahagia,
tetapi aku hanyalah saudaramu yang terikat karena persamaan iman denganmu,
tiada satu pun hak yang aku miliki pada dirimu, selain hanya hak untuk saling mengingatkan,
Sekali lagi, terima kasih... karena aku telah merasa lebih baik..
Maaf, karena seolah aku tak membagi keadaanku pada siapapun..
Dan apakah kau juga tau? bahwa Dia akan mencukupkan kebahagiaan
Kebahagiaan dibalik setiap kegelisahan yang mencabik..
aku ingin kau dukung, tapi ingin kau juga bahagia..

namun jangan engkau artikan bahwa diriku masih menginginkan ikatan yang lebih kuat dengan dirimu,
karena aku selalu berusaha untuk tak berfikir demikian..
sungguh sekarang aku telah ridha atas dirimu,
sungguh ini membuatku terbebas...
aku ikhlas karena memang itu lah yang selayaknya,
inilah yang aku tunggu, sejak dulu..untukku dan untukmu..
dan karena sesungguhnya allah lebih mengetahui segala sesuatu,
Allah Maha Mengetahui.. Dia Maha Pemberi Petunjuk..
karena Dia lah yang menetapkan segala sesuatunya,
dan Dia juga menjanjikan semua yang terbaik untuk hamba-Nya yang bertakwa..

memang dulu aku sempat rindu, dulu aku sering kesepian jika tak kau temani,
merasa ingin dikuatkan dengan adanya dirimu..
tetapi saat ini, cukuplah bagiku helai demi helai al-quran, yang menemani malam dan subuhku,
mencoba mencari kedamaian dan ketenangan dibalik-Nya..
namun jangan engkau artikan bahwa saat ini aku tidak ingin menjadi temanmu,
aku tetap inginkan itu..
sungguh sekarang aku ingin tau kabarmu,
sembarii sekedar saling menguatkan..
aku tau kamu sosok yang kuat,
meski tak sekuat yang mereka lihat..
tapi izinkanlah aku untuk hanya sekedar mendengar kabar baik darimu, terlebih keluh-kesahmu..
walaupun aku tau kamu telah punya banyak orang untuk kamu bagi kabar baikmu,
dan kamu pun telah punya orang-orang yang bisa menenangkan dirimu dari kegelisahanmu,
sesungguhnya ini aku anggap sebagai janji, bukan tawaran semata..

tapi sekali lagi aku tidak punya hak untuk meminta itu darimu,
sehingga jika lebih baik bagimu, untuk tidak melibatkan aku dengan kabarmu,
maka berbahagialah kamu, semangatlah dalam mencapai tujuan-tujuanmu,
karena kalau tidak, maka aku tidak akan bisa memaafkan diriku, selamanya ..
terakhir, apakah kamu tau??
belum ada sebelumnya,seseorang yang memperlakukanku seperti ini..