"Carilah kesalahan pada dirimu sendiri, dan bukannya kepada orang lain; jangan membenarkan diri sendiri dan menyalahkan orang lain; jangan pula memuji muji diri sendiri di depan orang lain. Janganlah suka menjelek jelekan sifat sifat orang lain sehingga pada hari kiamat nanti anjing anjing neraka akan menjelek jelekkan kamu sehingga hancur berkeping keping” (HR. Bukhari)

Friday, September 7, 2012

My ILLER . . .


Lagi kangen berat ama Muhammad Fachryyyyyy...!!!!!!
Terakhir ketemu saat ada moment Idul Fitri 1433 H, silaturahim ke 2 rumah temen, Fedec Ciayo, trus main ke rumah si empunya nama.
Momen itu yaa adalah momen kita sama temen-temen lain, ga sempat share ini-dan-itu.
Eh, lupa, sebelumnya sempat2in buka bareng dia. Kita "menggila" di salah 1 restoran khas Palembang alias mpek2 ( beberapa kali makan disana, ga pernah inget nama restorannya.. >.<)!! ), makan menu favorit disanaaaa => mpek2 kuliiiiiiit!!
Setelah solat maghrib, rencananya kita yang bakal ke tempat makan rekomendasi dari dia sendiri, daerah celentang, restoran Bali kalo ga salah. Eh begitu sampe di parkiran, tau apa yang terjadi? Helm-nya hilaaaaaaangg..
--__--'') Ceroboh atau lengah, ninggalin helm diparkiran tanpa nitip di tempat penitipan helm yang sebenernya udah disediain.
Alhasil, kita masuk lagi ke dalam mall, and makan di Sakabento.
Tapi mungkin karena udah malam (ga ada hubungannya juga sih :p ), menu disana yang tinggal chicken n ebi katsu kalo ga salah. Padahal aku yang lagi pengen banget makan ekkado. Tapi si "mbak" bilang kalo ekkadonya belum di masak dan butuh waktu lama, sementara chef2 di dapur lagi pada bikin menu yang lain. Apa boleh buat, karena memang perut udah nahan lapar sehari penuh, apapun bakal berasa enak di lidah. ^.^)v
Baru makan sebentar ( emang udah Amik banget yang kalo udah pengen banget sama sesuatu, bela2in mesti dapet ), akhirnya tetep yang pesen ekkado ( maksa si mbak dengan bilang, "Lama gapapa mbak, saya tunggu deh.. kepengen banget nihhh... yah? yah?" hihii.. Alhamdulillah akhirnya bisa nyantap ekkado jugaaa.. :)
------ end ------

Heiii heeiiii you, r you ok over there?? No matter what'll happen, text me anytime you need.. promise?!!


Thursday, September 6, 2012

Waktu luang yang (semoga) bermanfaat


Assalammu'alaikum Wr Wb

Ketika atasan lagi dinas ke luar kota, dan tugas-tugas Alhamdulillah udah selesai dikerjain, maka hal yang (hanya bisa) dilakuin di kantor adalah nangkring depan komputer sambil baca-baca artikel, main games, belajar, chatting, download, dsb.
Aku seringkali memilih untuk baca-baca artikel dengan berbagai macam topik. Berikut  beberapa kutipan dari artikel-artikel yang aku baca hari ini.
Mungkin bukan sesuatu yang baru, tapi semoga bisa mengingatkan dan bermanfaat, Aamiin...

Dan akhirnya akan terlihat kepada kita ternyata masih ada diantara manusia (mungkin didalamnya kita sendiri) yang menjadikan Tuhan sekedar “pelengkap” saja. Bukan suatu hal yang diprioriskan. Tuhan masih menjadi sandaran terakhir ketika “sandaran-sandaran lain” dianggap masih mampu memberi pertolongan" --www.islamedia.web.id--

Ia adalah Rasul yang penuh cinta kepada umatnya. Cinta itu berbalas, generasi sahabat (generasi pertama) adalah generasi yang juga sangat mencintainya. Cinta yang diperlihatkan Zaid bin Haritsah di Thaif ketika menjadi tameng bagi rasulnya. Cinta yang dibuktikan Abu Dujanah, Hamzah dan Mush'ab bin Umair di bukit Uhud. Tapi, adakah generasi terkini masih mencintainya? Apakah umatnya sekarang tetap menyimak sunnah yang diwariskannya?" --www.eramuslim.com--

Suatu pagi, ketika Sayyidah Fathimah selesai berdoa, Hasan kecil bertanya, "Ya Ummi, dari tadi, aku mendengarkan doamu, tetapi tak satu pun doa yang kau panjatkan untuk dirimu sendiri?"
Fathimah menjawab dengan lembut, "Nak, doakan dulu tetanggamu karena ketika para malaikat mendengarkanmu mendoakan tetanggamu, niscaya mereka akan mendoakanmu. Adakah yang lebih baik daripada doa para malaikat yang dekat dengan Allah, Tuhan kita?"
Apabila salah seorang mendoakan saudaranya (sesama muslim) tanpa diketahui oleh yang didoakan, para malaikat berkata, "Amin, semoga engkau memperoleh pula sebagaimana yang engkau doakan itu." (HR Muslim dan Abu Dawud)

Saya juga punya pernah punya perasaan suka terhadap seorang lelaki. Perasaan suka itu – mahu bersama dengannya, membina baitul muslim yang menjadi sumber pahala buat kami berdua, satu pelaburan di dunia yang hasilnya akan kami semai di syurga Allah nanti. Namun siapa sangka, lelaki yang hampir saya berta'aruf itu kini telah saya padamkan namanya, mungkin dia juga begitu. Percayalah, semua hal yang berlaku punya sebab yang tersendiri. --www.iluvislam.com--

Dari Shuhaib radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik untuknya. Dan hal itu tidak ada kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila dia mendapatkan kesenangan maka dia pun bersyukur, maka hal itu adalah kebaikan untuknya. Apabila dia tertimpa kesulitan maka dia pun bersabar, maka hal itu juga sebuah kebaikan untuknya.” (HR. Muslim [2999] lihat al-Minhaj Syarh Shahih Muslim[9/241]). Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu mengatakan, “Sabar adalah separuh keimanan" --muslim.or.id--

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Pada hari kiamat, matahari didekatkan jaraknya terhadap makhluk hingga tinggal sejauh satu mil.” –Sulaim bin Amir (perawi hadits ini) berkata: “Demi Allah, aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan mil. Apakah ukuran jarak perjalanan, atau alat yang dipakai untuk bercelak mata?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sehingga manusia tersiksa dalam keringatnya sesuai dengan kadar amal-amalnya (yakni dosa-dosanya). Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya. Ada yang sampai kedua lututnya, dan ada yang sampai pinggangnya, serta ada yang tenggelam dalam keringatnya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan isyarat dengan meletakkan tangan ke mulut beliau.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2864) --muslimah.or.id--

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: “Maukah kalian aku beritahu tentang istri-istri kalian di dalam surga?” Mereka menjawab: “Tentu saja wahai Rasulullaah!” Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Wanita yang penyayang lagi subur. Apabila ia marah, atau diperlakukan buruk atau suaminya marah kepadanya, ia berkata: “Ini tanganku di atas tanganmu, mataku tidak akan bisa terpejam hingga engkau ridha.” (HR. Ath Thabarani dalam Al Ausath dan Ash Shaghir. Lihat Ash Shahihah hadits no. 3380) --muslimah.or.id--

Wassalammu'alaikum Wr Wb