"Carilah kesalahan pada dirimu sendiri, dan bukannya kepada orang lain; jangan membenarkan diri sendiri dan menyalahkan orang lain; jangan pula memuji muji diri sendiri di depan orang lain. Janganlah suka menjelek jelekan sifat sifat orang lain sehingga pada hari kiamat nanti anjing anjing neraka akan menjelek jelekkan kamu sehingga hancur berkeping keping” (HR. Bukhari)

Sunday, January 12, 2014

Ujung pena ku..

Tebet Timur Dalam 9E no 13, Jakarta Selatan

Januari, hujan terkesan ga bosen2 nemenin mereka2 yang mau istirahat aja di rumah, sambil nonton tv, baca buku, browsing, dengerin lagu, dll.. Dari kemarin sore ujan ga reda2, bikin males buat ngapa2in, apalagi buat yang berpergian ngandelin angkutan umum (red:aku). Ditambah lagi hidung yang meler2 dari kemarin, kepala pusing, badan mulai demam..  Oke, ga ada pilihan lain selain meringkuk di kasur kamar kosan..
Dan seperti biasa, yang selalu jadi pelampiasan kalo lagi mati gaya kaya gini yaaa kertas n pena a.k.a Blogger..
Udah lama ga nulis.. Hmm.. Pengen nulis apa yah?? XD  sedikit tulisan pendek aja deh..

Mungkin bukan kita yang akan menentukan kapan harus berhenti, atau terus..
Bukan kita yang menentukan harus bahagia kah.. Sedih, tertawa, atau menangis kah.. Bukan kita pula yang akan menentukan seperti apa akhirnya..
Karena kita bukan sutradara di cerita ini.

Aku tak pernah tau mengapa ada hujan disaat terik matahari dibutuhkan
atau terik matahari yang datang sesaat setelah subuh begitu menenangkan...

Berfikir...

Mengapa diciptakan pelangi yang begitu indah sesaat setelah hujan badai melanda?

Akan selalu ada senyum setelah isak tangis..
Di sini.. Di hidupku, ada begitu banyak cinta yang indah..
Maka tersenyum lah.. :))

Saturday, November 30, 2013

Selamat Jalan...

Entah bagaimana kau menilai aku saat itu
Entah kepada siapa kita mesti berpegang saat itu
Entah dimana kita akan bersembunyi saat itu
Saat itu..
Saat semua yang digariskan tak bisa kita tembus,
yang ku yakini adalah apa yang kau yakini
yang ku jalani adalah apa yang kau jalani
Mereka mungkin tak akan pernah mengerti
Tidak, sampai saat ini pun tidak!
Tak perlu airmata untuk membuktikan seberapa besar kita merasa kehilangan
Bukan wajah sendu yang menggambarkan seberapa pilu sakit yang kita rasakan
Kita tetap bertahan, di jalan yang telah kita pilih
Tersenyum di depan mereka seolah semua tak pernah terjadi..

Kau..
Tak pernah peduli seberapa pedih ia menyakitimu..
Tak hiraukan semua beban yang harus kau tanggung..
Sampai saat terakhir kau tetap kuat.
Tetap berprasangka baik atas semuanya
Tetap sekuat mungkin tak tampak lelah
Ikhlas dan sabar...

Selamat jalan, kak wira..

*Semoga tenang dan damai disana..
Allah lebih sayang kak wira..