Assalammu'alaikum Wr Wb
Pagi-pagi udah dpt sms dari saudara perempuan buat nemenin dia belanja titipan temen-temen, barang-barang rumah tangga. Aku pun langsung beres2 rumah, pergi ke tempat biasanya barang-barang seperti itu dibeli (red : Palembang)
Setelah keliling2 dan tawar menawar, akhirnya semua barang yang ingin dititip berhasil dibeli. Dan karena saat itu mobil parkir jauh dari toko tempat barang2 tersebut dibeli, maka kami harus meminta tolong mereka yang biasa dimintai tolong untuk hal-hal seperti itu. Yaaa, mereka adalah beliau-beliau yang menjadikan kondisi seperti itu sebagai mata pencahariannya. Mengangkat barang2 pesanan ke kendaraan pembeli, menggunakan semacam wadah yang terbuat dari bambu (atau entah apa namanya) dan dikenakan seperti saat kita mengenakan tas ransel. Berattt!!! Entah berapa kg beban yang mesti mereka angkut tiap harinya, dibawah terik sinar matahari, berpeluh keringat, demi mencari lembar demi lembar uang ribuan.. Dan yang membuat miris adalah >> beliau berusia diatas 50tahun!!! T___T membayangkan seharusnya beliau2 beristirahat di usia senja-nya.. Kemana anak-anaknya? bagaimana mungkin membiarkan bapak mereka melakukan hal itu?? Tangan yang sudah tak sekuat dulu, tubuh yang sudah tak setegap dulu, kaki yang sudah tak sekokoh dulu...sesekali berhenti, mengumpulkan tenaga untuk kembali mengangkut barang2 itu.. di usia senja....
Semoga Allah senantiasa menguatkan mereka.. memberikan kebahagiaan yang sesungguhnya, kebahagiaan akhirat... "Lindungilah mereka, YaAllah... Tabahkanlah hati mereka, atas keadaan yang seolah begitu kejam... atas hidup yang seolah begitu tak bersahabat... Engkau Maha Adil.. Engkau pasti melebihkan mereka disisi lain... :)) Terima kasih atas peringatan ini,Ya Allah.. Engkau memperingatkan, bagaimana hamba seharusnya bersyukur... :) "
Karena saudara perempuan langsung pulang dengan mobilnya, biar gak nyusahin, aku pulang dengan bus. Tapi kemudian singgah dimasjid terbesar di kota ini, untuk sholat Dzuhur, dan mengisi waktu membaca Al-Qur'an sebelum waktu Ashar tiba. Saat-saat seperti itulah yang paling menenangkan... :)) di rumah-Nya...
Di perjalanan pulang, seorang seniman masuk ke bus, dan menyanyikan lagu ini...
Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih
Suci lahir dan di dalam batin
Tegaklah ke dalam sebelum bicara
Singkirkan debu yang masih melekat..
Singkirkan debu yang masih melekat..
Anugerah dan bencana adalah kehendakNya
Kita mesti tabah menjalani
Hanya cambuk kecil agar kita sadar
Adalah Dia di atas segalanya..
Adalah Dia di atas segalanya..
Anak menjerit-jerit, asap panas membakar
Lahar dan badai menyapu bersih
Ini bukan hukuman, hanya satu isyarat
Bahwa kita mesti banyak berbenah
Memang, bila kita kaji lebih jauh
Dalam kekalutan, masih banyak tangan
Yang tega berbuat nista... oh
Tuhan pasti telah memperhitungkan
Amal dan dosa yang telah kita perbuat
Kemanakah lagi kita kan sembunyi
Hanya kepadaNya kita kembali
Tak ada yang bakal bisa menjawab
Mari, hanya tunduk sujud padaNya
Kita mesti berjuang memerangi diri
Bercermin dan banyaklah bercermin
Tuhan ada di sini di dalam jiwa ini
Berusahalah agar Dia tersenyum... oh
Berubahlah agar Dia tersenyum
(Untuk Kita Renungkan - Ebiet G Ade)
Dan Subhanallah.... (sekali lagi), hari ini aku kembali diingatkan....
Wassalammu'alaikum Wr Wb
Saya setuju banget tuch dengan lagu si pengamen,,,penuh inspirasi dan renungan,,hehehe...
ReplyDeletelam kenal aja mbak