"Carilah kesalahan pada dirimu sendiri, dan bukannya kepada orang lain; jangan membenarkan diri sendiri dan menyalahkan orang lain; jangan pula memuji muji diri sendiri di depan orang lain. Janganlah suka menjelek jelekan sifat sifat orang lain sehingga pada hari kiamat nanti anjing anjing neraka akan menjelek jelekkan kamu sehingga hancur berkeping keping” (HR. Bukhari)

Tuesday, January 29, 2013

Journey to The West (Part 1)

Jakarta dihebohin oleh hujan lebat yang bikin sebagian besar Jakarta lumpuh total. Bahkan ga sedikit sekolah dan perkantoran yang dinyatakan libur. Alhamdulillah kosan aku di sekitaran Tebet, Jakarta Selatan, termasuk kawasan yang berhasil lolos dari banjir.
Sementara kerjaan kantor yang agak bikin mumet di awal tahun, rapat manajemen akhir tahun, dan beberapa hal lain yang bikin mood jadi drop, mendadak aku ngajakin temen kantor, bang Adib, untuk ngebolang ke Bandung. Ga lain ga bukan karena Bandung yang paling dekat dari Jakarta, akses kesana banyak dan mudah, dan ga terlalu perlu merogoh gocek terlalu dalam.. (^.^)!
Hasil konfrontasi sana-sini, akhirnya berhasil ngumpulin personil 4 orang, bang Adib, kak Ryan, aku, dan temen kosan, Intan. Seperti apa hasil ngebolang mendadak ini?? Check it out!

Jakarta,19 Januari 2013
Bangun jam 4 subuh setelah malam sebelumnnya prepare all the things I'll need. Mandi, beres2, solat subuh, bangunin Intan, dll. Ga lama kemudian taxi udah jemput untuk menuju stasiun Gambir. Buru-buru berangkat karena takut jalan menuju Gambir terkendala banjir. Tapi alhamdulillah semua lancar jaya, kecuali bang Adib yang bangun kesiangan. wkwkwkwk..
Kereta Argo Parahyangan berangkat pukul 05.50 WIB menuju stasiun Bandung. Ini pengalaman pertama aku menggunakan kereta antar kota. Biasanya yaa paling Cuma naik CL ke Depok atau Jakarta Kota . Kurang lebih pukul 09.00 WIB kami tiba di stasiun Bandung, dan mampir buat sarapan. Di depan pintu masuk stasiun ini, banyak pilihan menu sarapan, ada bubur ayam, ketupat sayur, mie ayam, soto bandung, dll. Setelah sarapan, kami lanjutin perjalanan ke tujuan pertama, Tangkuban Perahu.

Tangkuban Perahu
Setelah tanya sana-sini, akhirnya bang Adib dan Intan (yang memang dulu kuliah di Bandung) mutusin buat naik angkot ke daerah .......... Sesampainya disana (dengan waktu tempuh 30 menit dan ongkos 7rb), kami langsung “disambut” oleh abang-abang yang nawarin jasa angkutan sampai ke kawah Tangkuban Perahu. Awalnya mereka nawarin harga 50rb (Gubraaak mahal bangeeeet,bang!). Setelah diskusi, estimasi, dan negosiasi (hahahaha..lebaay), akhirnya kami setuju dengan harga awal, 50rb. (Lhoo kok mauu??) Ya iyalah, 50rb include ongkos pulang-pergi sampe ke kawahnya, plus uang tiket masuk, plus nungguin disana sampe kita pulang! Wkwkwk.. Sebenernya dari info yang kami peroleh, angkot dari ..... ke pangkal Tangkuban Perahu sekitar 8rb-11rb, trus nyambung angkot lagi sampai naik ke bibir kawah sekitar 5rb-7rb, plus HTM 13rb. It means, kalo mau ontel2 dan asumsi batas atas harga, total ongkos pulang-pergi plus HTM sekitar 49rb. (Worth it??! Yeaaaahh)
Sekitar pukul 11.00 WIB, Alhamdulillah kami tiba di kawasan kawah Tangkuban Perahu.
Suasana disana layaknya tempat wisata, ramai oleh wisatawan (lokal maupun asing) dan para pedagang yang menjajakan barang dagangannya, ex : berbagai macam aksesoris cewe dari batu dan kayu (gelang, kalung, cincin, bros, dll), jaket dan berbagai macam pakaian dingin, hiasan dinding, sandal-sepatu, sampe ke kuliner seperti gorengan, bandrek, bajigur, dll. Waaaahh udara dingin yang semriwing nambah bikin suasana disana jadi tambah asik...
Kawah Tangkuban Perahu berwarna hijau segar, pohon-pohon kering disepanjang tepi kawah, serta warna dan kontur tanah disana yang berwarna abu-abu bikin aku ga berhenti ngucap “Subhanallah”. Bener-bener salah satu tanda kekuasaan dan kebesaran Allah SWT.

Kesempatan ini pun kami manfaatin semaksimal mungkin, untuk apalagi kalo bukan untuk... foto-foto!!!!! (^.^)// Mulai dari pangkal sampe ujung lingkaran Tangkuban Perahu kami datangi, klik sana-sini, jepret ini-itu.. XD
 

Di kompleks wisata Tangkuban Perahu ini juga disediain fasilitas mushola bagi para penunjung muslim, dengan kondisi mushola dan toilet yang baik dan cukup terawat, kecuali tempat wudhu akhwat yang terbuka.
Setelah sholat Dzuhur, kami pun dengan berat hati harus berangkat to next destination. Sempat2in foto ama abang angkutan sebelum pulaaaaang...


 Say “goodbye” untuk tempat seindah ini memang berat banget.. Semoga masih dikasih kesempatan untuk datang kesini lagi next time.. Aamiin.. \(^.^)/

2 comments:

  1. Wah,, asyik kayaknya yaa,,
    boleh ikut nggak mbak, hihihi ?

    ReplyDelete
  2. Waaah boleh dong mas...
    Kapan mampir Jakartaa??
    \(^.^)/

    ReplyDelete