Sesampai di ruang periksa dr.Yenni, seperti biasa langsung periksa pake USG 3D dan bisa diliat lewat layar LCD didinding kamar. Menurut dokter Yenni, kondisi janin secara umum dalam keadaan baik, hanya saja air ketuban sudah kering, dan bikin tali pusar yg memang sudah melilit sejak awal jadi tambah kencang. Hal itu bisa mengakibatkan janin tercekik dan asupan oksigen berkurang. Dokternya nyaranin aku supaya banyak2 minum air putih dalam 3 hari ke depan. Jika kondisi air ketuban masih sama (atau malah tambah berkurang), maka dokter nyaranin buat tindakan Sc (caesar).
Sempat panik karena takut si dedek kenapa2, aku giat minum air putih. Tapi aku jadi kepikiran, ga bisa tidur, stess... T.T
3 hari kemudian... (15 Juli 2015)
Ditemani Paksu (Bapak Suami), ibu mertua, ibuk, ayah, kakak, kakak beserta anak2 dan istri (waaaaahhh udah kaya mau nganterin naik haji yaa :P ), aku periksa ke dr.Yenni. Dan hasilnya adalah, kondisi air ketuban berkurang, malah detak jantung janin jauh lebih tinggi dari set pointnya.Hal itu karena leher janin yang terjerat tali pusar. T__T dr.Yenni langsung kasih saran untuk langsung Sc saat itu juga. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya kita semua setuju untuk ambil tindakan Sc.
Bismillah...
Tanpa ada persiapan apapun, dengan perasaan yang masih campur aduk antara bingung, sedih, seneng, ragu, dll, aku didorong menuju ruang operasi. Saat itu yang terfikir hanya gimana caranya dedek bayi bisa lahir dengan selamat dan sehat, tanpa ada kekurangan sesuatu apapun.
(proses di dalam ruang operasi sengaja ga saya share yaa.. yg pasti operasi Sc itu ga semenakutkan yang sering dibilang orang ^>^, yakin aja sm Allah, InsyaAllah lancar)
Alhamdulillah...
Operasi Sc berjalan lancar, bayi perempuan lahir dengan selamat, sehat dan lengkap. Saya beri nama "Inara Azkiya"
No comments:
Post a Comment