"Carilah kesalahan pada dirimu sendiri, dan bukannya kepada orang lain; jangan membenarkan diri sendiri dan menyalahkan orang lain; jangan pula memuji muji diri sendiri di depan orang lain. Janganlah suka menjelek jelekan sifat sifat orang lain sehingga pada hari kiamat nanti anjing anjing neraka akan menjelek jelekkan kamu sehingga hancur berkeping keping” (HR. Bukhari)

Friday, July 20, 2018

Ibu Rumah Tangga VS Wanita Karir??

Perkembangan zaman bikin posisi wanita bergeser dari sebelumnya. Para kaum wanita bukan lagi mereka yg "hanya" diam dirumah untuk mengurus anak, mencuci dan menyetrika, merapikan rumah, dan sejenisnya. Saat ini para kaum wanita sudah bersaing dengan kaum lelaki dalam mencari nafkah, bahkan di pemerintahan pun mereka punya "suara"nya sendiri. Membanggakan? Tentu. Mereka saat ini bukan lagi "kaum lemah" yang hanya pantas dipandang sebelah mata.
Tentu saja, hal diatas membuat dada saya terasa sesak, bergetar seolah ingin katakan bahwa "kami juga pantas dihargai, dihormati, dan didengarkan". Bahwa setiap prestasi diluar sana hadir juga karena keringat kami.

Ibu Rumah Tangga,
Setahun lalu, saya adalah salah satu dari ibu rumah tangga di dunia ini. Ibu rumah tangga yang  menghabiskan waktunya "hanya" untuk keluarga, untuk anak dan suami. Saya bertanggung jawab pada anak, kebersihan rumah, menu di meja makan (baca:dapur;karena belum punya meja makan. hehe), dan seperangkat hal-hal lain yang ada dirumah. Mulai dari membuka sampai menutup mata, semua yang saya kerjakan adalah pekerjaan ibu rumah tangga sejati.
      Bangga? Tentu saja. Tak banyak wanita zaman sekarang yang mau melepas gelar sarjana mereka "hanya" untuk menjadi ibu rumah tangga.
      Lelah? Pasti. Saya bahkan jarang tidur siang, jarang sekali punya "me time" seperti ke salon, hunting di toko buku, nangkring makan sama temen-temen, nonton bioskop sama suami, atau sekedar nonton drama korea kesukaan. "Ngapain aja sih?" Ya itu tadi, ngurusin rumah sampai lelah bahkan sudah jadi teman berbagi.
      Bosan? Iya. Introvert.  Saya memang bukan kepribadian yang suka keramaian, bukan juga anak muda gaul yang punya temen nongkrong dimana-mana. Tapi saya juga bukan anak rumahan cupu yang ga pernah keluar rumah dan takut atau minder saat ketemu orang. Biasa saja. Saya dari kecil biasa saja, anak perempuan yang dibesarkan oleh ibu rumah tangga dan ayah PNS, anak keenam dari tujuh bersaudara. Bukan anak dengan puluhan piala terpajang dirumah. Saya cenderung lebih suka mendengar daripada bercerita, lebih suka memberi daripada menerima, lebih bangga saat saya punya keluarga bahagia daripada harta melimpah. Meski begitu, aktifitas rumah setelah sebelumnya berlabel "wanita karir" tentu bukan hal yang mudah dijalani.
 Saya hanya ingin katakan, bahwa menjadi ibu rumah tangga itu tidak mudah, sungguh tidak mudah. Kami harus berjuang melawan rasa lelah, bosan, jenuh. Belum lagi ditambah melawan rasa kesal saat diremehkan oleh orang-orang, bahwa "menjadi ibu rumah tangga itu mudah, siapapun bisa jd ibu rumah tangga", "Sarjana kok jaga rumah, susah-susah orang tua nyekolahin","Mau-mau nya ga punya penghasilan, apa-apa mesti nunggu suami kasih uang","Kasihan banget kamu dirumah aja mbak",dll
Ya, saya memang ibu rumah tangga. Yang jauh dari kedua orang tua dan saudara. Saya sarjana yang memutuskan membesarkan anak dengan tangan saya sendiri. Tolong hargai itu sebagai prestasi, karena percayalah... ibu rumah tangga itu butuh dukungan Anda, siapapun Anda.

Wanita Karir,
Saat membuat tulisan ini, saya adalah wanita karir. Menulis menggunakan laptop kantor dan pada jam kerja, yang kebetulan sedang tidak ada kerjaan. hehe.. Lho, kok dikantor?? Ya.. 25 Juli 2017 saya mulai menjalani status baru, sebagai wanita karir. Dengan berbagai pertimbangan, setelah linangan airmata, setelah memohon izin pada suami, anak, dan orang tua. Percayalah, sekali lagi percayalah, bagi sebagian ibu yang memutuskan untuk bekerja, ini BUKANlah hal yang MUDAH. BUKAN HAL YANG MUDAH.
Saya menerima tawaran dari kantor yang lama untuk kembali bekerja, dengan lokasi dekat dari rumah, dan saat anak udah mau berusia 2 tahun. Belum ikhlas untuk menolak, tapi juga berat untuk menerima. Tentu semuanya ada plus-minus nya. Ada konsekuensi yang harus dibayar. Oleh saya, dan oleh suami.
Bahkan di awal bekerja lagi, saya terus menangis, merasa bersalah pada anak yang ditinggalkan dirumah. Tapi saya harus tetap kuat, harus tetap bertahan, karena ini juga adalah usaha saya, usaha kami, untuk membahagiakan anak, untuk berbagi pada keluarga. Ini bukan keegoisan saya ingin menjadi wanita karir, tapi adalah usaha saya untuk keluarga. Sebisa mungkin saya tetap memasak, memandikan dan memberi makan anak sebelum ke kantor. Menjalankan peran yang memang menjadi tanggungjawab saya.

Apapun itu, hargailah keputusan mereka, sang ibu rumah tangga dan wanita karir. Karena sesungguhnya tak ada yang benar dan yang salah, yang benar adalah seberapa ikhlas mereka menjalankan peran mereka, bukan untuk diri mereka sendiri melainkan untuk anak dan suami.


Friday, September 22, 2017

Nilai Nutrisi Air Susu Ibu VS Susu Formula

Keunggulan dan keistimewaan Air Susu Ibu (ASI) sebagai nutrisi untuk bayi sudah tidak diragukan lagi. Masyarakat luas khususnya kaum ibu telah paham benar kegunaan dan manfaat ASI, berbagai tulisan yang membahas masalah ASI telah banyak dipublikasi. Dalam makalah ini akan dibahas nilai nutrisi yang terkandung dalam ASI dan keunggulannya dibanding nutrisi lain untuk bayi, dengan demikian diharapkan para ibu akan lebih percaya diri dalam memberikan ASI kepada bayinya. Seperti halnya nutrisi pada umumnya, ASI mengandung komponen makro dan mikro nutrien. Yang termasuk makronutrien adalah karbohidrat, protein dan lemak sedangkan mikronutrien adalah vitamin & mineral. Air susu ibu hampir 90%nya terdiri dari air. Volume dan komposisi nutrien ASI berbeda untuk setiap ibu bergantung dari kebutuhan bayi. Perbedaan volume dan komposisi di atas juga terlihat pada masa menyusui (kolostrum, ASI transisi, ASI matang dan ASI pada saat penyapihan). Kandungan zat gizi ASI awal dan akhir pada setiap ibu yang menyusui juga berbeda. Kolostrum yang diproduksi antara hari 1-5 menyusui kaya akan zat gizi terutama protein.
ASI transisi mengandung banyak lemak dan gula susu (laktosa). ASI yang berasal dari ibu yang melahirkan bayi kurang bulan (prematur) mengandung tinggi lemak dan protein, serta rendah laktosa dibanding ASI yang berasal dari ibu yang melahirkan bayi cukup bulan. Pada saat penyapihan kadar lemak dan protein meningkat seiring bertambah banyaknya kelenjar payudara. Walapun kadar protein, laktosa, dan nutrien yang larut dalam air sama pada setiap kali periode menyusui, tetapi kadar lemak meningkat.
Jumlah total produksi ASI dan asupan ke bayi bervariasi untuk setiap waktu menyusui dengan jumlah berkisar antara 450 -1200 ml dengan rerata antara 750-850 ml per hari. Banyaknya ASI yang berasal dari ibu yang mempunyai status gizi buruk dapat menurun sampai jumlah hanya 100-200 ml per hari.

Komposisi 
ASI mengandung air sebanyak 87.5%, oleh karena itu bayi yang mendapat cukup ASI tidak perlu lagi mendapat tambahan air walaupun berada di tempat yang mempunyai suhu udara panas. Kekentalan ASI sesuai dengan saluran cerna bayi, sedangkan susu formula lebih kental dibandingkan ASI. Hal tersebut yang dapat menyebabkan terjadinya diare pada bayi yang mendapat susu formula.

Karbohidrat
Laktosa adalah karbohidrat utama dalam ASI dan berfungsi sebagai salah satu sumber energi untuk otak. Kadar laktosa yang terdapat dalam ASI hampir 2 kali lipat dibanding laktosa yang ditemukan pada susu sapi atau susu formula. Namun demikian angka kejadian diare yang disebabkan karena tidak dapat mencerna laktosa (intoleransi laktosa) jarang ditemukan pada bayi yang mendapat ASI. Hal ini disebabkan karena penyerapan laktosa ASI lebih baik dibanding laktosa susu sapi atau susu formula. Kadar karbohidrat dalam kolostrum tidak terlalu tinggi, tetapi jumlahnya meningkat terutama laktosa pada ASI transisi (7-14 hari setelah melahirkan). Sesudah melewati masa ini maka kadar karbohidrat ASI relatif stabil.

Protein
Kandungan protein ASI cukup tinggi dan komposisinya berbeda dengan protein yang terdapat dalam susu sapi. Protein dalam ASI dan susu sapi terdiri dari protein whey dan Casein. Protein dalam ASI lebih banyak terdiri dari protein whey yang lebih mudah diserap oleh usus bayi, sedangkan susu sapi lebih banyak mengandung protein Casein yang lebih sulit dicerna oleh usus bayi. Jumlah protein Casein yang terdapat dalam ASI hanya 30% dibanding susu sapi yang mengandung protein ini dalam jumlah tinggi (80%). Disamping itu, beta laktoglobulin yaitu fraksi dari protein whey yang banyak terdapat di protein susu sapi tidak terdapat dalam ASI. Beta laktoglobulin ini merupakan jenis protein yang potensial menyebabkan alergi.
Kualitas protein ASI juga lebih baik dibanding susu sapi yang terlihat dari profil asam amino (unit yang membentuk protein). ASI mempunyai jenis asam amino yang lebih lengkap dibandingkan susu sapi. Salah satu contohnya adalah asam amino taurin; asam amino ini hanya ditemukan dalam jumlah sedikit di dalam susu sapi. Taurin diperkirakan mempunyai peran pada perkembangan otak karena asam amino ini ditemukan dalam jumlah cukup tinggi pada jaringan otak yang sedang berkembang. Taurin ini sangat dibutuhkan oleh bayi prematur, karena kemampuan bayi prematur untuk membentuk protein ini sangat rendah.
ASI juga kaya akan nukleotida (kelompok berbagai jenis senyawa organik yang tersusun dari 3 jenis yaitu basa nitrogen, karbohidrat, dan fosfat) dibanding dengan susu sapi yang mempunyai zat gizi ini dalam jumlah sedikit. Disamping itu kualitas nukleotida ASI juga lebih baik dibanding susu sapi. Nukleotida ini mempunyai peran dalam meningkatkan pertumbuhan dan kematangan usus, merangsang pertumbuhan bakteri baik dalam usus dan meningkatkan penyerapan besi dan daya tahan tubuh.

Lemak
Kadar lemak dalam ASI lebih tinggi dibanding dengan susu sapi dan susu formula. Kadar lemak yang tinggi ini dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan otak yang cepat selama masa bayi. Terdapat beberapa perbedaan antara profil lemak yang ditemukan dalam ASI dan susu sapi atau susu formula. Lemak omega 3 dan omega 6 yang berperan pada perkembangan otak bayi banyak ditemukan dalam ASI. Disamping itu ASI juga mengandung banyak asam lemak rantai panjang diantaranya asam dokosaheksanoik (DHA) dan asam arakidonat (ARA) yang berperan terhadap perkembangan jaringan saraf dan retina mata.

Susu sapi tidak mengadung kedua komponen ini, oleh karena itu hampir terhadap semua susu formula ditambahkan DHA dan ARA ini. Tetapi perlu diingat bahwa sumber DHA & ARA yang ditambahkan ke dalam susu formula tentunya tidak sebaik yang terdapat dalam ASI. Jumlah lemak total di dalam kolostrum lebih sedikit dibandingkan ASI matang, tetapi mempunyai persentasi asam lemak rantai panjang yang tinggi.
ASI mengandung asam lemak jenuh dan tak jenuh yang seimbang dibanding susu sapi yang lebih banyak mengandung asam lemak jenuh. Seperti kita ketahui konsumsi asam lemah jenuh dalam jumlah banyak dan lama tidak baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Karnitin
Karnitin ini mempunyai peran membantu proses pembentukan energi yang diperlukan untuk mempertahankan metabolisme tubuh. ASI mengandung kadar karnitin yang tinggi terutama pada 3 minggu pertama menyusui, bahkan di dalam kolostrum kadar karnitin ini lebih tinggi lagi. Konsentrasi karnitin bayi yang mendapat ASI lebih tinggi dibandingkan bayi yang mendapat susu formula.

Vitamin

Vitamin K
Vitamin K dibutuhkan sebagai salah satu zat gizi yang berfungsi sebagai faktor pembekuan. Kadar vitamin K ASI hanya seperempatnya kadar dalam susu formula. Bayi yang hanya mendapat ASI berisiko untuk terjadi perdarahan, walapun angka kejadian perdarahan ini kecil. Oleh karena itu pada bayi baru lahir perlu diberikan vitamin K yang umumnya dalam bentuk suntikan.

Vitamin D

Seperti halnya vitamin K, ASI hanya mengandung sedikit vitamin D. Hal ini tidak perlu dikuatirkan karena dengan menjemur bayi pada pagi hari maka bayi akan mendapat tambahan vitamin D yang berasal dari sinar matahari. Sehingga pemberian ASI eksklusif ditambah dengan membiarkan bayi terpapar pada sinar matahari pagi akan mencegah bayi menderita penyakit tulang karena kekurangan vitamin D.

Vitamin E
Salah satu fungsi penting vitamin E adalah untuk ketahanan dinding sel darah merah. Kekurangan vitamin E dapat menyebabkan terjadinya kekurangan darah (anemia hemolitik). Keuntungan ASI adalah kandungan vitamin E nya tinggi terutama pada kolostrum dan ASI transisi awal.

Vitamin A
Selain berfungsi untuk kesehatan mata, vitamin A juga berfungsi untuk mendukung pembelahan sel, kekebalan tubuh, dan pertumbuhan. ASI mengandung dalam jumlah tinggi tidak saja vitamin A dan tetapi juga bahan bakunya yaitu beta karoten. Hal ini salah satu yang menerangkan mengapa bayi yang mendapat ASI mempunyai tumbuh kembang dan daya tahan tubuh yang baik.

Vitamin yang larut dalam air
Hampir semua vitamin yang larut dalam air seperti vitamin B, asam folat, vitamin C terdapat dalam ASI. Makanan yang dikonsumsi ibu berpengaruh terhadap kadar vitamin ini dalam ASI. Kadar vitamin B1 dan B2 cukup tinggi dalam ASI tetapi kadar vitamin B6, B12 dan asam folat mungkin rendah pada ibu dengan gizi kurang. Karena vitamin B6 dibutuhkan pada tahap awal perkembangan sistim syaraf maka pada ibu yang menyusui perlu ditambahkan vitamin ini. Sedangkan untuk vitamin B12 cukup di dapat dari makanan sehari-hari, kecuali ibu menyusui yang vegetarian.

Mineral
Tidak seperti vitamin, kadar mineral dalam ASI tidak begitu dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi ibu dan tidak pula dipengaruhi oleh status gizi ibu. Mineral di dalam ASI mempunyai kualitas yang lebih baik dan lebih mudah diserap dibandingkan dengan mineral yang terdapat di dalam susu sapi.
Mineral utama yang terdapat di dalam ASI adalah kalsium yang mempunyai fungsi untuk pertumbuhan jaringan otot dan rangka, transmisi jaringan saraf dan pembekuan darah. Walaupun kadar kalsium ASI lebih rendah dari susu sapi, tapi tingkat penyerapannya lebih besar. Penyerapan kalsium ini dipengaruhi oleh kadar fosfor, magnesium, vitamin D dan lemak. Perbedaan kadar mineral dan jenis lemak diatas yang menyebabkan perbedaan tingkat penyerapan. Kekurangan kadar kalsium darah dan kejang otot lebih banyak ditemukan pada bayi yang mendapat susu formula dibandingkan bayi yang mendapat ASI.
Kandungan zat besi baik di dalam ASI maupun susu formula keduanya rendah serta bervariasi. Namun bayi yang mendapat ASI mempunyai risiko yang lebih kecil utnuk mengalami kekurangan zat besi dibanding dengan bayi yang mendapat susu formula. Hal ini disebabkan karena zat besi yang berasal dari ASI lebih mudah diserap, yaitu 20-50% dibandingkan hanya 4 -7% pada susu formula. Keadaan ini tidak perlu dikuatirkan karena dengan pemberian makanan padat yang mengandung zat besi mulai usia 6 bulan masalah kekurangan zat besi ini dapat diatasi.

Mineral zinc dibutuhkan oleh tubuh karena merupakan mineral yang banyak membantu berbagai proses metabolisme di dalam tubuh. Salah satu penyakit yang disebabkan oleh kekurangan mineral ini adalah acrodermatitis enterophatica dengan gejala kemerahan di kulit, diare kronis, gelisah dan gagal tumbuh. Kadar zincASI menurun cepat dalam waktu 3 bulan menyusui. Seperti halnya zat besi kandungan mineral zink ASI juga lebih rendah dari susu formula, tetapi tingkat penyerapan lebih baik. Penyerapan zinc terdapat di dalam ASI, susu sapi dan susu formula berturut-turut 60%, 43-50% dan 27-32%. Mineral yang juga tinggi kadarnya dalam ASI dibandingkan susu formula adalah selenium, yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan cepat.

ASI dan perkembangan ketrampilan makan

Bayi mengalami pengalaman pertama tentang rasa makanan sejak masih dalam kandungan. Rasa cairan ketuban berubah-ubah bergantung jenis makanan yang dikonsumsi oleh ibu. Rasa dari makanan yang dikonsumsi oleh ibu selama kehamilan di salurkan ke cairan ketuban yang tidak hanya dirasakan oleh janin tetapi juga meningkatkan penerimaan dan kenikmatan bayi pada saat masa penyapihan ASI. Kemampuan bayi untuk mengetahui dan menerima rasa dan selera berkembang setelah lahir. Oleh karena itu pengalaman pertama terhadap rasa dan selera mempunyai dampak terhadap penerimaan rasa dan selera pada masa bayi dan anak. Telah diketahui sejak lama bahwa bayi yang terpapar dengan rasa dalam ASI akan meningkatkan penerimaan rasa tersebut sehingga mempercepat keberhasilan penyapihan. Beberapa bayi yang mendapat ASI lebih dapat menerima sayur-sayuran pada pemberian pertama dibandingkan dengan bayi yang mendapat susu formula. Anak yang diberikan ASI paling sedikit 6 bulan juga lebih jarang mengalami kesulitan makan (picky eaters), sepanjang cara pemberian ASInya benar.


Penulis : Aryono Hendarto dan Keumala Pringgadini
Sumber : Buku Bedah ASI

Monday, September 18, 2017

Inara Azkiya (Part II)

Sesampai di ruang periksa dr.Yenni, seperti biasa langsung periksa pake USG 3D dan bisa diliat lewat layar LCD didinding kamar. Menurut dokter Yenni, kondisi janin secara umum dalam keadaan baik, hanya saja air ketuban sudah kering, dan bikin tali pusar yg memang sudah melilit sejak awal jadi tambah kencang. Hal itu bisa mengakibatkan janin tercekik dan asupan oksigen berkurang. Dokternya nyaranin aku supaya banyak2 minum air putih dalam 3 hari ke depan. Jika kondisi air ketuban masih sama (atau malah tambah berkurang), maka dokter nyaranin buat tindakan Sc (caesar).
Sempat panik karena takut si dedek kenapa2, aku giat minum air putih. Tapi aku jadi kepikiran, ga bisa tidur, stess... T.T
3 hari kemudian... (15 Juli 2015)
Ditemani Paksu (Bapak Suami), ibu mertua, ibuk, ayah, kakak, kakak beserta anak2 dan istri (waaaaahhh udah kaya mau nganterin naik haji yaa :P ), aku periksa ke dr.Yenni. Dan hasilnya adalah, kondisi air ketuban berkurang, malah detak jantung janin jauh lebih tinggi dari set pointnya.Hal itu karena leher janin yang terjerat tali pusar. T__T dr.Yenni langsung kasih saran untuk langsung Sc saat itu juga. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya kita semua setuju untuk ambil tindakan Sc.
 Bismillah...
Tanpa ada persiapan apapun, dengan perasaan yang masih campur aduk antara bingung, sedih, seneng, ragu, dll, aku didorong menuju ruang operasi. Saat itu yang terfikir hanya gimana caranya dedek bayi bisa lahir dengan selamat dan sehat, tanpa ada kekurangan sesuatu apapun.
(proses di dalam ruang operasi sengaja ga saya share yaa.. yg pasti operasi Sc itu ga semenakutkan yang sering dibilang orang ^>^, yakin aja sm Allah, InsyaAllah lancar)

Alhamdulillah...
Operasi Sc berjalan lancar, bayi perempuan lahir dengan selamat, sehat dan lengkap. Saya beri nama "Inara Azkiya"

Thursday, August 31, 2017

Inara Azkiya



Bismillah...
Setelah sekian lama pengen banget nulis (boro2 nge-blog, makan aja kadang mesti diburu2in), dan setelah beberapa kali sempat udah ngetik judul tulisan eh hp udah keburu ditarik sama bocah, AKHIRNYA hari ini Alhamdulillah dikasih waktu buat leye2 santai2 selonjor2 kaki (halaaahh, lebaayyyy ;P).
Sejak 2 tahun lalu, pengen banget bikin tulisan tentang anak kesayangan dan kecintaan. Sebenernya bingung nih pengen mulai cerita darimana, tapi yuk ah, mariiiii… dilanjut ajaaahhh..

Palembang, 11 Juli 2015
    39 weeks pregnant alias kehamilan usia 39 minggu. Secara medis, kandungan usia 37 minggu udah bisa dibilang “matang”. Matang dalam artian organ2 si calon debay (dedek bayi) udah berkembang dengan sempurna, atau dengan kata lain udah bisa dilahirkan ke dunia yg fana nan indah ini. Kehamilanku udah masuk usia 39 minggu, artinya udah tinggal “nunggu” hari H kelahiran debay, setelah perjuangan panjang selama 9 bulan. Perjuangan yg sampe sekarang kalo diinget2 suka bikin nangis, terharu, bangga, merinding! Indeed, bias ngerasain hamil itu adalah sesuatu yg luar biasa, Subhanallah…
    Cerita punya cerita, saat usia kehamilan memasuki 38 minggu, dokter kandungannya biasanya udah minta kita buat check up maks 1 minggu sekali.( FYI, saat usia kandungan 1-28 minggu, check up biasanya per 1 bulan, usia kandungan 28-37 minggu check up nya per 2 minggu, dan 38>> per 1 minggu. )
    Dan seperti biasa, aku pergi check up mingguan ke dokter di Palembang, yg nanganin aku dari usia kandungan 32 minggu. (FYI (lagi), usia kandungan <<32 minggu aku domisili di Pangkalpinang, turut suami. Dan di akhir masa kehamilan aku balik kandang ke Palembang (mepetin di ibuk, karena belum punya pengalam lahiran, apalgi ngurus bayi baru lahir :P). )
Hasil check up saat itu adalah : debay dalam posisi yg baik, BB yg normal, lingkar kepala normal, geraknya juga masih aktif. HANYA saja, si tali pusar  udah mulai tua alias mengalami pengapuran. Artinya? Sebaiknya debay lahir dalam waktu dekat, karena semakin tua usia tali pusar, maka fungsinya akan semakin menurun, yg berarti asupan nutrisi ke janin juga berkurang. Tapi over all itu belum jadi masalah. Point yg di sorot sama dokter justru mata aku yg minus. Katanya, proses persalinan secara normal akan mengakibatkan otot2 mata bekerja keras, sehingga ga sedikit yg jadi minus, yg minus jadi tambah minus. Oleh karena itu, bu dokter td minta surat rujukan ke dokter mata. Ok dok! Siaaapp!! *Oh iya, lupa kasih tau kalo kejadian diatas terjadi saat bulan Ramadhan, akhir Ramadhan tepatnya. Dan bu dokter pun bilang kalo doi mau mudik lebaran ke Solo, kurleb 10 Hari. Wow?? Gimana ini? Tenang, ada adiknya (yg juga SpOG) yg gantiin standby disana. Kalau ternyata saya lahiran sebelum dokternya pulang mudik, berarti saya bakal ditangani oleh adiknya. Eh, ribet nulisnya, disebutin aja ya namanya. Dokter yg pertama namanya dr.Yuri, dan adiknya dr.Sarah.
Sampe sejauh ini, semuanya kedengeran baik2 aja kan? Alhamdulillah.

    Keesokan harinya, aku pergi buat minta surat rujukan dokter mata, di klinik yg sama dengan dr. Yuri, YK Madira. Sampe disana, eh ternyata aku kepagian, klinik mata nya belum buka. Iseng2 telponan sama si ayuk, ngobrol2 buat nghabisin waktu karena bete nunggu lama. Daaaaaannn, si ayuk (namanya yuk Tika) yg saat itu juga lagi hamil (saat itu usia kehamilannya 26 minggu), ngajak buat iseng2 nyobain check up ke RS Hermina, katanta disana jg ada SpOG perempuan. Mikir, eh tergiurlah aku kesanaaaaaa, iseng2 ah cobain, siapa tau dokternya ga mesti minta surat rujukan dokter mata, siapa tau dokternya lebih pro persalinan normal, siapa tau alat usg nya lebih canggil, siapa tau ruang rawatnya lebih nyaman, dan blabblabla lainnyaaa…. Akhirnya aku langsung jemput yuk Tika, dan kita meluncur bareng ke RS Hermina. Dan apakah yg terjadi disanaaa???
    Bener, ada SpOG perempuan yg saat itu lg ada praktek. Dr Yenny namanya. Langsung lah kita daftar, dan antri nunggu dipanggil masuk ruang praktek. Just info, hari itu aku ditemenin ibuk dan ayah (yg nunggu diparkiran aja biar bisa ngebulll XD). Pak suami dimana?? Doi lagi di Jakarta, kerja disana. Sejak usia kandungan 32 minggu kita pisah sementara, aku-nya stay di Palembang buat prepare persalinan.
Lanjut cerita yaaahh… Jd hari itu ; Aku, yuk Tika, dan ibuk nunggu panggilan sambal cekika cekiki. Dan alhamdulillah ga perlu nunggu terlalu lama (karena memang pasiennya ga membeludak), namaku dipanggil suster :”Afnizar Azmy”. Dengan senyum sumringah sambil elus2 perut, kita bertiga menuju ke ruang praktek dr. Yenny.
 Alhamdulillah..



(bersambung)
^.^)//

Friday, January 30, 2015

Sebuah Titipan Dunia dan Akhirat

Pangkalpinang, 30 Januari 2015


Tahun 2014 sudah berlalu, dengan segala cerita yang ada padanya, mengiring kita pada suatu interval waktu yang baru, 2015.
Ini bukan mengenai peruntungan di tahun 2015 berdasarkan shio, rasi bintang, ramalan tanggal lahir, dan sejenisnya, tapi bagaimana kembali menghisab diri sendiri, agar terus lebih baik.

Sedikit bercerita...
Saat ini, aku bukanlah lagi gadis perawan yang selalu berada dalam dekap dan manja ayah-ibu. Bukan lagi anak perempuan yang beranjak dewasa, yang seolah asik menikmati dunia-nya bersama teman-teman.
Melainkan seorang istri, yang mempunyai kewajiban terhadap suami.
Sebuah kehidupan baru sebagai seorang istri, menyimak setiap aktifitas suami begitu menyenangkan. Terkadang air mata perselisihan hinggap di atap kecil kami, Insya Allah membuat kami semakin memahami pribadi pasangan masing-masing. *Aamiin

Allah memberi kami berbagai macam cobaan di awal perjalanan rumah tangga ini, Alhamdulillah. Seberat apapun cobaan itu, tak ada yang dapat melebihi rasa syukur dan terima kasih kami atas kepercayaan-Nya, yang telah menjadikan janin dalam rahim ini.
Banyak sekali hikmah yang terselip di dalamnya. Bagaimana aku harus bertahan pada kondisi kehamilan Trimester I yang tidak biasa, dokter menyebutnya hyperemesis gravidarum (HEG). HEG sendiri merupakan mual dan muntah yang berlebihan saat mengandung, dan apabila tidak tertangani dengan baik akan menyebabkan komplikasi bahkan kematian ibu dan janin. Gejalanya adalah mual dan muntah lebih dari 10 kali/hari. Bahkan yang aku alami jauh lebih daripada itu, dan akibatnya sempat harus dirawat di RS selama 1 minggu, dengan kondisi yang tidak jauh berubah setelahnya. Terapi obat-obatan, mulai dari dosis rendah sampai tinggi sudah diberikan, namun mungkin Allah memang masih ingin melihat perjuangan kami dalam menjaga janin ini.
Subhanallah...
Begitu besar pengorbanan yang harus dilakukan oleh seorang ibu untuk anaknya, bahkan sebelum otak, tulang, dan organ-organnya terbentuk.
Saat ini aku merasakannya!
Dalam diam kadang aku menangis tersedu, membayangkan bagaimana dulu ibu mengandung 6 buah hatinya. Bahkan setelah itu harus berjuang melahirkan, menyusui, membesarkan anak-anaknya. Terkadang aku tak bisa membayangkan apa yang ia rasakan, saat kami, anak-anaknya, pernah mengecewakan atau menyakiti hatinya walau hanya sekali. Astaghfirullah.
Rasa rindu akan kehadiran ibu pun bermunculan, memuncak, sampai membuat sesak di dada. Tapi adalah resiko bahwa saat ini aku jauh dari ibu, harus tetap kuat dan sabar. Berdo'a semoga Allah selalu melindungi ia disana.

Untuk semua ibu yang ada di dunia, "Kalian lah surga dunia dan akhirat"

Wednesday, November 19, 2014

Hari Bahagia

Pangkalpinang,

Udah berencana buat bikin postingan tentang "Hari Bahagia" 11 Oktober kemarin, tapi belum terealisasi karena mesti hijrah ke Pangkalpinang. Alhamdulillah hari ini ada waktu luang dan sinyal internet kantor yang mendukung.. hihihiii.. *NyengirKuda

Flashback ke 11 Oktober 2014, dimana diadain akad nikah dan resepsi pernikahan aku dan calon suami (*sekarang udah jadi suami yaaah) di Palembang. Akad nikah alhamdulillah berjalan lancar jaya, tanpa sesuatu halangan yang berarti.

Palembang, 11 Oktober 2014
07.30 WIB
Iring2an keluarga mempelai datang, langsung dimulai dengan acara seserahan. Sebenernya 'seserahan' biasanya diadain beberapa waktu sebelum akad nikah, sekitar 2 minggu sebelumnya. Tapi berhubung lokasi keluarga calon suami yang domisili di Jakarta dan Lampung, jadi disepakatin buat digabung langsung aja sama akad nikah dan resepsi. XD
Berikut penampakannya....

09.05 WIB
Jantung makin deg degan saat makin dekat ama prosesi ijab qabul. Dan karena mempelai wanita ga boleh keluar dulu sebelum ijab qabul selesai, aku jadi cuma bisa denger ijab qabulnya dari dalem kamar aja. heheee... Dan setelah itu baru keluar untuk tanda tangan berkas2 dan salam-salaman minta doa restu dengan keluarga.
 Prosesi ijab qabul 

 Prosesi salam-salaman meminta doa restu (*nangis bombay)

Allah memberi apa yang kita butuhkan pada waktunya,
pada tempat yang telah Ia rencanakan
pada setiap hati yang telah Ia bolak-balikan
Ayah dan Ibu memberi semua yang mereka usahakan,
pada setiap kasih sayang pada anaknya
untuk semua senyum bahagia dan air mata.
Alhamdulillah.....
Terima kasih, Yaa Allah...
Telah membuat hamba kuat menjalani setiap takdirmu
Terima kasih, Ayah dan Ibu...
Untuk semua belaian sayang pada kepala yang rapuh ini
Untuk menjadi kuat, menjalani semua garis kehidupan ini.
Semoga ini akan menjadi awal yang baik,
untuk setiap hari yang semakin baik nanti.
Aamiin...

09.30 WIB
Setelah selesai prosesi salam-salaman dan doa, aku dan suami langsung prepare untuk acara resepsi. Ganti kostum, dan langsung berangkat ke lokasi, Gedung Aula Kampus Tridinanti Palembang. Serangkaian acara resepsi alhamdulillah berjalan lancar. 
Terima kasih untuk semua doa tulus hati...
Terima kasih untuk tiap langkah yang telah hadir...
Terima kasih untuk semua pertolongan dan bantuan...

Terima kasih, untuk menjadi bagian dari cerita ini... 




Monday, November 10, 2014

Langkah Baru, Semangat Baru

Hai, apa kabar kamu? Masih menyimak potongan-potongan cerita ini?

Pangkalpinang, 10 November 2014
Hmmm... resmi resign dari WIKA Insan Pertiwi a.k.a WIKA Rekayasa Konstruksi akhir Agustus lalu, aku pun resmi jadi "pengacara". Bener-bener sibuk ngurus ini dan itu untuk keperluan resepsi nikah tanggal 11 Oktober 2014. Sengaja dengan sombongnya ga minta bantuan siapa-siapa untuk ngurus persiapannya, akhirnya sempat keteteran sendiri. >.<)!!!
Tapi yaaa, alhamdulillah semua lancar jaya, walaupun banyak kekurangan di sana-sini.

By the way, kalo ngomongin masalah nikah, beberapa orang jadi "alergi". Bisa jadi karena mereka emang "belum mau nikah" sementara pacarnya udah nuntut buat dinikahin, atau karena mereka "penget banget nikah" sementara calonnya belum ada. Tapi alhamdulillah aku bukan yang pengen banget-buru2-kudu nikah cepet, bukan juga yang asik berkarir ampe lupa nikah. Well, itu semua pilihan kan??

Mungkin banyak yang bertanya-tanya kenapa aku mutusin buat nikah secepet ini, terhitung baru oktober tahun lalu ada musibah yang bikin aku batal nikah. Banyak juga yang nanya, "apa yang buat aku yakin buat nikah?", "Apa ga kecepetan, mik?", "Coba dipikir2 dulu deh", dan teman teman.
Tapi buat aku ini bukan masalah waktu, tapi alasan kenapa kita yakin untuk memulai semuanya bareng orang tersebut, yang notabene baru aja kita kenal.
Ada beberapa hal yang (dari dulu) selalu jadi alasan kenapa aku memulai hubungan dengan seseorang (tapi ga bisa aku sebutin disini yaaahh.. ihihii). Yang jelas, itu bukan cerita ttg apa pekerjaannya, siapa bapak dan ibunya, berapa luas tanah yang dia punya, apa kendaraan pribadinya, penampilan fisiknya gimana, kuliah dimana, IPK berapa, dll. Semuanya cukup aku jalani dengan niat yang baik, selama Allah kasih jalan, Insya Allah itulah yang terbaik untuk kita. Jodoh ga bakal ketuker kan? Toh banyak dari mereka yang sampai saat ini tiap malam berdo'a agar didekatin sm jodohnya, ada yang beberapa kali kandas dalam menjalin hubungan, atau mereka yang sudah hampir nikah tapi terpaksa harus batal. So? Aku patut bersyukur! :))

And finally, here I am, Pangkal Pinang.
Ga pernah kepikiran buat tinggal dan netap di kota ini, faktanya udah sekitar 3 minggu aku disini. Ga ada hal-hal yang diluar ekspektasi aku sebelumnya. Kotanya memang jauh dari hiruk pikuk yang biasa jadi pemandangan di Jakarta (atau bahkan Palembang saat ini), ga banyak gedung2 perkantoran yang menjulang (paling tinggi yaaa kantor Gubernur nyaaa... wkwkwk), ga ada pemandangan mobil berbaris atau klakson sahut menyahut karena macet, dkk. Loh? Sepi banget kah?! Ga. Ini mirip Palembang sekitar 15 tahun lalu. Baru ada beberapa supermarket, ex: R*mayana, h*permart, dan 1 pusat perbelanjaan yang mirip ama Pasaraya J* kalo di Palembang. Tapi untuk hiburan? tentu dsini nawarin keindahan alam, yang ga bisa kita nikmatin di Palembang. Yup, apalagi kalo bukan wisata bahari alias pantai. Kita bisa nikmatin suasana pantai kapan aja kita mau, cuma dengan HTM 3K!!! @.@)!!

Trus, gimana masalah kerjaan?
Banyak juga yang nanya kalo nanti apa aku bakal kerja setelah nikah. Hmmm, ini bukan prioritas hidup aku dari dulu. Tapi memang, jujur aku suka aktivitas dluar rumah, ketika kita berkomunikasi dengan banyak orang, mengenal dan memahami tiap2 karakter yang berbeda, banyak pelajaran yang bisa aku dapetin dari sana. That's why dulu aku ga pernah berpikir untuk pindah-pindah kerja, karena bagi aku semua yang udah aku dapetin di tempat kerja yang lama udah lebih dari cukup. Aku dapetin keluarga baru disana. :)
Dan itulah yang coba aku lakoni disini. Setelah 2 bulan ga kerja, alhamdulillah hari ini jadi hari pertama aku di kantor yang baru. Di salah satu kontraktor bidang pemasangan alat2 listrik, ex: SUTR, SUTM, gardu induk, dll. Lingkungannya? Alhamdulillah sejauh ini luar biasa enak, temen2 yang baik (walaupun sebagian besar lebih tua sih.. hehe), lokasi yang deket dari rumah, dan beberapa faktor lainnya.
Sampe kapan? Sampe suami kasih izin buat kerja, selama aku masih bisa jalanin tanggungjawab sebagai istri. Aku bakal berhenti kapanpun dia minta.

Dan begitulah, sebuah cerita baru akan dimulai dari sini, dari kota kecil di Indonesia, dari sebuah rumah mungil di kota itu, dari sebuah hati yang selalu ingin merasakan dan menyebarkan kebahagiaan.
Langkah baru, Semangat baru!
Cintailah hidupmu, maka hidup akan selalu membuatmu merasakan cinta.

Saturday, June 21, 2014

16 Juni 2013 (Part 2)

Hmmm... pending lagi pending lagi buat ngepost yang satu ini. Gpp lah yah, daripada kaya' sinetron Indonesia yang ga ada ujung2nya.. hihihi
Lanjuuuuuttt...

Puncak-Bogor, 15 Juni 2013

Setelah nyobain masakan ala Mbok Berek dan FO Brasco, dengan alibi hari udah malem dan kita juga udah ga ada yang mau dibeli, kita pun mutusin buat balik lagi ke Taman Safari. Buat temen2 yang tinggal di Jabodetabek, mungkin udah biasa (minimal pernah) ngelewatin akses jalan ke Puncak dan sekitarnya. Suhu disana dingin banget, kebayang aja kalo lagi musim hujan kesini malem2. Jadi buat temen2 yang pengen nikmatin suasana malem hari disana, jangan lupa bawa baju hangat yaaa.. *atau nyiapin budget buat beli baju hangat disana (red:sekalian modus belanja.. hihihii) ^^)v

Sepanjang jalan balik ke Taman Safari, aku ngerasa ada yang beda dengan anak2, yaaa si Sirah, mas Pops, n Koceng yang pada main hape dan buka whatsapp.Tetiba nalar aku menjalar kemana2, secara tengah malem ini bertepatan dengan ultah aku, tentu mereka lagi ngerencanain buat ngerjain kan yah?? (*Dihhhh GR banget yah aku, emang siapa juga yang mau repot2 mikirin buat ngasih surprise buat ultah aku?) Yaaaa akhirnya aku cuek aja, ga mau juga yang capek ber-su'udzan sama mereka. Asal jangan nanti tiba2 pada ngerjain yang parah2 aja, misalnya masukin singa ke kamar aku, atau masukin aku ke kolam renang yang ada disana. Ga kebayang kan gimana dinginnya tuh aer? T.T *GarukGarukAspal

Ga lama kemudian sampailah kita di Longe Taman Safari yang udah kita sewa (buat yang ga nyambung ama ceritanya, monggoh dibaca  16th June 2014 Part 1 yaaaahh). Turun dari mobil yang diparkir persis depan longe, aku yang langsung buru2 mau buka pintu tiba2 ditarik sama anak2 buat ke kolam samping. Nah loh, apa kata aku, ini pasti aku mau diceburin ke kolam. Tiiiiiiiidaaaaaaaakkk....!!Bisa2 aku makin2 flu, masuk angin, sakit kepala, muntah2. (*Lhaa lebay banget sih efeknya! Ga segitu juga keuleeuuusss). Yaa aku langsung aja mohon2 biar ga diceburin, pasti mereka kasihan jugaaaa..hihihii.. Awalnya Sirah pengen siram aku pake aer keran yang diarahin pake telapak tangannya, tp yaa tetep aja ga jadi, aku pura2 ngambek aja. Hayoo siapa berani hayooo?? hahahaha... *DevilSmirk

Setelah bernegosiasi dengan musyawarah untuk mufakat sesuai dengan nilai nilai ideologi negara kita Pancasila, akhirnya aku ga jadi dicelupin, diceburin, or apalah itu sebutannya. ayyyeeeeeyyy.. mari kita tiduuuuurrrrrr...

Byuuuuuuuuuurrrrrr... blup blupp bluppp..
Tiba2 kepala aku berasa dingin, dibarengin sama suara yang kedengeran syup sayup saking dinginnya tuh aer,"happy bday,cumiii".
Whaat??! Ternyata itu Mas Pops! Ueeedddaaaaann tenanaaaann ik!!!
Ternyata dia diem2 ngambil minuman botol dari dalem mobil. Arrrggghhh... Suasana langsung kalang kabut kocar kacir angin ribut cetar membahana. Koceng dan Sirah langsung ikutan nyiram, aku juga ga mau kalah pastinya langsung bales nyiram mereka. Lucunya lagi, mas Pops malah nyiram Sirah juga.. buahahaaaa...


Sempat kejer2an buat basahin mas Pops yang kabur sampe ke ujung2 kompleks longe karena ga berani basah, cemeenn banget kan?! huhuuuuuuu... akhirnya, dengan tenaga yang perlahan habis, kita semua basaaaaaaahhh.... hahahahaaa... senangnyaaaa hatikuuuuu... lalaalaaalaaaa...
(*eh, kecuali Bapake yaa pastinya. Menurut lo aja kita berani nyiram manajer..hihihii..).

Setelah mandi dan bersih2, waktunya tiup liliiiiiiin...
make a wish...
make many wishes...
Ampunilah dosa hamba, Yaa Allah.. Juga dosa kedua orang tua hamba, dosa keluarga hamba, dosa para pemimpin hamba, dan dosa mereka yang menyayangi hamba...Berikanlah kami kesehatan.. diberi kemudahan.. diberi kelapangan.. Senantiasa dekat dengan-Mu Allah, dijauhkan dari orang2 yang maksiat kepada-Mu, & didekatkan dengan orang2 yang selalu mengingat-Mu.. Jauhkan dari sifat iri dan dengki, Yaa Allah.. Ingatkanlah hamba untuk selalu bersujud kepada-Mu.. Ingatkanlah hamba bahwa kebahagiaan adalah saat dekat dengan-Mu..
Aamiin... Aamiin.. Aamiin.. ^^
Mari dimakan kuenyaaa sodara sodaraaaa...!!!


Ini ultah kedua aku diluar rumah, jauh dari keluarga. Tapi Alhamdulillah, Allah selalu kasih mereka2 yang sayang, mereka2 yang ada pada waktunya, selalu..agar aku ga pernah ngerasa sendiri.
:))

Tuesday, June 3, 2014

16 Juni 2013 (Part 1)

Whuuuuuaaaaaa... Telat banget buat nge-post moment yg satu ini. Beberapa saat "sibuk" oleh ini dan itu di akhir tahun kemarin, baru "sempat-dan-mau" bikin postingan hari ini. Sebenernya ini moment kaya' apa sih, yg sampe dibela2in buat ditulis padahal udah lama banget? Yup, tak lain tak bukan adalah moment yg sering dianggap sakral bagi sebagian orang, yg dijadiin tolak balik mereka untuk perubahan dan perbaikan diri, yg sering dirayakan dengan perayaan ini dan itu, yaaa... moment ulang tahun.. :D

Hampir 1 tahun yang lalu, si manager unik bin baik hati sedunia, Bp Edwin Arief a.k.a Bapake, berinisiatif ngajakin kita semua (absolutely Commercial and Procurement only!!) buat jalan2 ke puncak.

Beberapa hari sebelumnya, si bapak udah booking salah satu Lodge di Taman Safari. Lodge itu sejenis villa, terdiri dari 3 kamar masing2 king atau twin bed, ruang tengah, dan halaman yg langsung menghadap taman2 yang ada disekitaran lingkungan taman safari. (Eiiitsss... tp ini maksudnya bukan berarti kita tidur di dalam taman safari dengan hewan2 buas diluar lho yaaaa...) >.<)!!!

Let's go to rockkkkk, KOMDAAAANN!!!!

Jakarta, 15 Juni 2013
Deal buat kumpul di Menara MTH (yg tak lain dan tak bukan adalah kantor kita.. hihihii) jam 10 pagi, mendadak diundur karena Bapake mesti service mobil dulu. Akhirnya kita sepakat buat kumpul ba'da Zuhur. Setelah selesai prepare ini dan itu, aku langsung meluncur ke kantor (yg berjarak ga lebih dari 500 m dari kosan :P)
Mas Taufan a.k.a Mas Pops, tentu aja jadi yg pertama sampe di kantor, kita ketemu di lantai 17, disusul oleh Rahmi a.k.a Sirah. Dan, seperti biasa si raja telat Rizki a.k.a Aceng nyusul datang ga lama setelahnya.
Karena AC kantor dimatiin kalo hari libur, kita pun turun ke basement buat nungguin Bapake, dan diisi dengan aktivitas favourite kalo lg ada waktu senggang, apa lagi kalo bukan main kartuuuuu.. hayyyaaahhh... *Berikut ini penampakannya :
Ga lama setelah itu, Bapake datang dan kita langsung meluncur ke Puncak. Karena diberlakukannya aturan buka-tutup jalur dari-dan-menuju puncak + hujan, perjalanan yang harusnya cuma bisa hanya 2 jam, kita tempuh dengan waktu sekitar 4-5 jam. (*udah biasa macet2an di Jakarta mah ga ngaruuuhh.. XD )
Sepanjang jalan menuju puncak memang bikin adem, apalagi suasana setelah hujan. Sebelum ke Taman Safari, kita sempat mampir ke Wisata Agro Gunung Mas di puncak. Disana kita bisa menikmati hamparan kebun teh kehijauan sambil minum teh hangat dan bakso atau pisang coklat, tentu bikin hati jadi tenang, badan berasa adem dan sejuk luarrr biasaaaa...! Selain itu, di Agrowisata Gunung Mas kita juga bisa menunggang kuda mengelilingi kebun teh, olahraga tea walk ditemani pemandu, mengunjungi pabrik teh, berenang di kolam renang Tirta Man, dan masih banyak lagi. So, bagi kamu2 yg pengen banget "kabur" dari penat dan hectic-nya Jakarta, boleh lah coba mampir kesini.. :))




Setelah puas disana, kita lanjut meluncur ke Taman Safari, sekitar 1 jam.
Daaaaaaaaaaaaannnn.... tiba lah kita di Taman Safariiiiiiii...!!!! Dan berikut penampakan Lodge kami.. :))


Karena ga mau buang2 waktu selagi ada di daerah puncak, setelah bersih2 dan sholat maghrib, kita lanjut meluncur naik ke atas (*lokasi Taman Safari belum terlalu tinggi) dan berhenti di salah 1 restoran yg ada disana, Mbok Berek.


Ga jauh berbeda sama restoran2 pd umumnya, menu makan yg disajikan disini adalah menu rumahan seperti ayam, ikan, sayur asem, lalapan, otak2, beraneka sambal, dll.. nyummmmiiieeeee....
Setelah selesai makan, kita "cuci mata" di factory outlet (FO) disana. Sebenernya karena memang niatnya mau cari jaket sih aku, secara suhu disana kan duingin bangetttt.. T.T
Daaaaaaan, tibalah kita di Brasco Lumbung Padi. FO yang satu itu ini adalah cabang ke-5, lokasinya di Jl. Raya Puncak No.57 KM.75 Cisarua, Bogor. Berikut penampakannya :


Isinya sih ga terlalu banyak macem2 pakaiannya, tp termasuk FO yang besar kalo dibandingin sama FO laiinya. Kalo dari harga juga termasuk agak tinggi, secara yg selama ini kita tau kan FO terkenal dengan harganya yg rada miring.
Karena memang ada yang mau dicari (red:jaket), kita ga terlalu lama muter2 Brasco, langsung balik ke Taman Safari.

Oke deh, segini dulu aja yaah ceritanya.. Nanti disambung lagi di jilid II.. \\(^.^)//

Monday, February 24, 2014

With sincere adoration,

To the love of my life,

Your laugh is more delightful than a summer afternoon.
Your kindness is unparalleled.
You are simply luminous; a goddess among women.
The stars are jealous of your famous sparkle.
From the moment I set eyes on your angelic face, I knew I would love you forever.
Your intelligence and brilliant wit bring me to my knees.
You shine bright like a diamond.


Friday, January 24, 2014

Seorang Hamba yang Kecil

Tuhan..
Aku hanyalah hamba yang kecil,
tak miliki apapun untuk mendongakkan dagu
Begitu rapuh dan ringkih,
tak lebih berarti dari tiap tetes hujan di luar sana.
Tak sepantasnya hamba meminta,
sementara tak jarang hamba ingkar.
Rasanya tak cukup berani untuk bersujud,
memohon ampun atas segala khilaf.

Tuhan...
Jika masih pantas hamba bertekuk lutut
di hadapan semua nikmat yang Engkau beri,
untuk begitu banyak cinta dan airmata..
untuk kedua orang tua yang luar biasa,
untuk saudara2 yang menyayangi,
untuk teman2 baik yang setia,
untuk dia yang selalu mengerti,
untuk kehidupan yang Engkau beri.
Maka cukupkan kasih ini..
Jagalah hati hamba untuk selalu bersyukur
untuk selalu merasa Engkau lindungi
Jauhkan hati hamba dari kesombongan
yang membuat hamba lupa akan nikmat-Mu

Tuhan...
Jagalah mereka semua..
lindungi dari segala hal2 buruk
jauhkan dari orang2 yang ingkar kepada-Mu
dekatkan kepada orang2 yang selalu ingat kepada-Mu
Berilah mereka kesehatan...
nikmat sujud dan syukur
agar kami semua senantiasa merasa damai
Aamiin..

Untuk mereka yang selalu ada..

Dari seorang hamba yang kecil